Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 April 2026
Trending
  • Putra Bantaeng Cetak Gol, Bali United Unggul 2-0 vs PSM Makassar
  • E-Learning Jadi Senjata Baru Percepatan Penurunan Stunting di Desa
  • Barcelona Incar Bastoni dan Alvarez, Siap Lepas Tiga Bek di Bursa Transfer
  • Ramalan Zodiak Besok 27 April 2026: Scorpio, Capricorn, dan Pisces
  • 10 oleh-oleh khas Palembang, hadiah sempurna untuk keluarga
  • Hasil Kualifikasi Moto3 Spanyol 2026! Drama Highside Veda Pratama dan Perjuangan Mario Aji Bikin Start P17 di Jerez
  • Ngawi Menang Gugatan, Ponorogo Rekor Jemaah Haji Termuda
  • Berita Populer Padang: KTP Hilang dan Lulusan Terbaik UIN Imam Bonjol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Tidak Cukup Jadi Ikon, Bangunan Harus Bertahan dalam Kompetisi Pasar
Ekonomi

Tidak Cukup Jadi Ikon, Bangunan Harus Bertahan dalam Kompetisi Pasar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Tidak Cukup Jadi Ikon, Bangunan Harus Bertahan dalam Kompetisi Pasar
Ilustrasi(Dok Ist)

DI tengah krisis iklim dan perubahan ekspektasi terhadap bangunan, menjadi ikon sebuah bangunan saja tidak cukup. Bangunan harus relevan dan bertahan dalam kompetisi pasar dengan mengedepankan efisiensi, kesehatan, dan keberlanjutan operasional.

“Wisma 46 merupakan simbol penting dalam sejarah arsitektur Jakarta. Kami mengapresiasi langkah nyata Wisma 46 yang mampu bertahan, terus berkembang dan berkontribusi dalam transformasi sektor bangunan di Indonesia,” ujar Vice Chairperson Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) Prasetyoadi, di Jakarta, Senin (26/5).

GBC Indonesia baru saja memberikan sertifikasi Greenship Existing Building peringkat Gold kepada Wisma 46, salah satu gedung pencakar langit paling ikonik di Jakarta. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Prasetyoadi kepada Direktur PT Swadharma Primautama Anisfu Husin dalam seremoni penyerahan plakat di Jakarta.

Baca juga : Survei: 91Persen Masyarakat Indonesia Dukung Aksi Perubahan Iklim

Prasetyoadi mengatakan sebagai gedung yang telah lama menjadi bagian dari lanskap kota Jakarta, Wisma 46 menunjukkan bahwa usia dan status sebagai ikon bukan jadi alasan tidak beradaptasi dengan tantangan masa kini.

“Melalui peningkatan operasional berkelanjutan dan pemeliharaan gedung yang bertanggung jawab, Wisma 46 memperoleh total 74 poin dalam skema penilaian Greenship Existing Building dan meraih peringkat Gold,” kata Prasetyoadi.

Dia menceritakan proses sertifikasi ini melibatkan berbagai pembaruan dan evaluasi teknis pada performa operasional gedung. Wisma 46 saat ini dilengkapi dengan sistem manajemen energi dengan indeks konsumsi energi 21% lebih hemat dibandingkan dengan standar nasional.

“Dari sisi konservasi air, pengelola gedung menjalankan kampanye hemat air, menerapkan keran autostop, serta memastikan mutu air melalui uji berkala,” ungkap Prasetyoadi.

Baca juga : Negara-Negara Penjajah Harus Tanggung Jawab Tangani Krisis Iklim

Direktur PT Swadharma Primautama Anisfu Husin menyampaikan perolehan sertifikasi ini adalah bagian strategi jangka panjang untuk menjaga daya saing Wisma 46 di tengah pasar properti yang semakin mengutamakan aspek keberlanjutan.

“Sebagai salah satu gedung tinggi dan dikenal di Jakarta, kami sadar pentingnya terus beradaptasi. Sertifikasi Greenship ini bukan hanya pengakuan, tetapi juga komitmen kami untuk menjadi pengelola gedung yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan pengguna,” ujarnya.

Sertifikasi ini turut melibatkan Eco Build Indonesia sebagai konsultan profesional green building dalam proses asesmen dan pendampingan teknis. Dengan sertifikasi ini, Wisma 46 bergabung dalam deretan lebih dari 170 bangunan bersertifikasi Greenship di Indonesia, mencerminkan tren yang terus tumbuh pada sektor properti terhadap pentingnya pengelolaan bangunan yang efisien, sehat, dan berkelanjutan. (H-2)

Bangunan Bertahan Cukup dalam harus Ikon Jadi kompetisi Pasar tidak
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Daftar 10 Mata Uang Terlemah Dunia Tahun 2026, Rupiah Masuk Lima Besar?

29 April 2026

Dari pendanaan hingga aksi nyata, perjalanan Bank Mandiri menuju masa depan hijau di Hari Bumi 2026

29 April 2026

Sambut Kunker dan Misi Dagang Gubernur Jatim, Pemprov Kalteng Tingkatkan Sinergi Ekonomi Daerah

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Putra Bantaeng Cetak Gol, Bali United Unggul 2-0 vs PSM Makassar

29 April 2026

E-Learning Jadi Senjata Baru Percepatan Penurunan Stunting di Desa

29 April 2026

Barcelona Incar Bastoni dan Alvarez, Siap Lepas Tiga Bek di Bursa Transfer

29 April 2026

Ramalan Zodiak Besok 27 April 2026: Scorpio, Capricorn, dan Pisces

29 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?