Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 11 Mei 2026
Trending
  • Israel dan Lebanon: Perdamaian Tanpa Hizbullah?
  • Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Usai Diduga aniaya Anak
  • Tentara Anak Sudan Viral di Media Sosial Picu Kekhawatiran
  • Nexus3: Indonesia di Ambang Bencana Merkuri
  • Gaji 1 Juta Pengikut TikTok: 5 Sumber Penghasilannya!
  • 50 Ucapan Selamat Naik Haji Penuh Doa untuk Caption Sosial Media
  • 7 Tahun Persija Tak Pernah Menang di Kandang vs Persib, Mauricio Souza: Tidak Masuk Akal
  • Strategi BYD dan AION Manfaatkan Insentif Mobil Listrik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Tetap Menari ke Toilet, Baltazar Ikut Banyumas Ngibing 24 Jam
Olahraga

Tetap Menari ke Toilet, Baltazar Ikut Banyumas Ngibing 24 Jam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan Seorang Seniman yang Menari 24 Jam Nonstop

Baltazar Oka (30) adalah seorang guru seni budaya asal Tangerang, Provinsi Banten. Ia mengikuti tantangan menari selama 24 jam nonstop dalam acara Banyumas Ngibing. Baginya, menari bukan sekadar aktivitas seni biasa, melainkan sebuah perjalanan batin untuk mengenal diri dan mensyukuri tubuh yang dimilikinya.

Panggilan Hati Seniman

Baltazar mengaku bahwa keikutsertaannya dalam tantangan ekstrem ini bukan semata-mata karena agenda seni rutin, melainkan panggilan hati setelah ia sempat vakum dari kegiatan serupa. Ia merasa ingin kembali mengolah tubuhnya, mengenal lebih jauh, serta menikmati dan mensyukuri apa yang Tuhan berikan. Ia menyadari bahwa tubuh adalah aset utama bagi manusia.

Penuhi Janji Teman

Pria ini juga pernah mengikuti kegiatan serupa di Kota Solo pada tahun 2023 lalu. Namun setelah momen itu, ia sempat tidak aktif mengikuti peringatan Hari Tari karena kesibukan pekerjaan. Keikutsertaannya di wilayah Banyumas kali ini menjadi pengalaman kedua baginya dalam menjalani tantangan menari selama 24 jam. Ia menyebut kehadirannya di Banyumas sekaligus untuk menepati janji kepada seniman Tari Banyumas, Rianto, yang sebelumnya telah mengajaknya datang langsung.

Kantongi Restu Orangtua

Dalam menghadapi tantangan fisik dan mental selama 24 jam penuh, Baltazar menekankan pentingnya persiapan yang sangat matang, terutama yang berkaitan dengan stamina dan kesehatan. Ia mengatakan bahwa stamina dan kesehatan merupakan hal yang paling utama. Selain itu, menjaga fokus juga penting, karena selama 24 jam ini mengatur mood itu luar biasa sulit. Jadi harus benar-benar fokus.

Meski mengaku tidak memiliki ritual khusus sebelum tampil, Baltazar selalu menempatkan restu orang tua sebagai hal yang paling utama. Ia rutin berkomunikasi dengan orang tuanya sebelum mengikuti sebuah kegiatan penting. Meski kali ini orang tuanya tidak dapat hadir secara langsung, ia tetap membawa doa dan dukungan mereka sebagai kekuatan selama tampil.

Tetap Menari Batin

Selama pertunjukan panjang itu berlangsung, Baltazar nyatanya tidak dibiarkan sepenuhnya sendiri. Ia didampingi oleh tim dan beberapa kru yang turut membantu serta memastikan segala kebutuhannya terpenuhi. Mereka selalu mengawasi, mendampingi, bahkan sekadar ngobrol untuk support. Jadi benar-benar dijaga selama 24 jam.

Terkait pemenuhan kebutuhan pribadi yang mendasar seperti pergi ke kamar kecil, menunaikan salat, maupun mandi, Baltazar menyebut semua hal itu tetap dilakukan seperti biasa. Namun, ia berusaha sekuat tenaga menjaga esensi dan “marwah” dari konsep menari 24 jam tersebut. Semua tetap dilakukan seperti biasa, tapi ia berusaha menjaga kekhusyukan dan kesakralannya. Jadi walaupun tidak terlihat, ia tetap menari dari dalam diri selama 24 jam.

Harapan untuk Masa Depan

Bagi sosok Baltazar, acara Banyumas 24 Jam Ngibing bukan hanya sekadar panggung ekspresi, tetapi juga ruang penting bagi para seniman untuk leluasa menunjukkan karya mereka kepada masyarakat luas. Ia berharap kegiatan positif ini dapat terus berlangsung dan menjadi tolok ukur perkembangan seni tari di daerah, sekaligus sarana edukasi berharga bagi masyarakat.

Setiap karya dan tarian pasti punya makna. Harapannya masyarakat bisa lebih memahami, dari yang tidak tahu menjadi tahu tentang seni tari. Dengan demikian, seni tari dapat lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

661 Peserta Hadir di MLSC Banjarmasin, Tanda Kebangkitan Sepak Bola Putri Kota Seribu Sungai

8 Mei 2026

Banjarmasin Bersemangat, Tanda Kebangkitan Sepak Bola Putri

8 Mei 2026

Pakaian lari yang tepat tingkatkan performa

8 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Israel dan Lebanon: Perdamaian Tanpa Hizbullah?

11 Mei 2026

Imam Masjid di Palopo Dikeroyok Usai Diduga aniaya Anak

11 Mei 2026

Tentara Anak Sudan Viral di Media Sosial Picu Kekhawatiran

11 Mei 2026

Nexus3: Indonesia di Ambang Bencana Merkuri

11 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?