Peristiwa Pembacokan di Rumah Kos Berawal dari Perselingkuhan
Pada hari Selasa (20/1/2026) siang, sebuah peristiwa pembacokan terjadi di sebuah rumah kos yang berada di Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kejadian ini menimpa seorang pria bernama SL (35), warga asal Kabupaten Pamekasan. Pelaku dari aksi tersebut akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian setelah melakukan penganiayaan secara membabi buta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban dan pelaku tinggal di area kos yang sama. Bahkan, kamar mereka saling berhadapan. Awal mula kejadian terjadi ketika istri korban, BI (31), menegur istri pelaku, M, atas dugaan perselingkuhan antara suaminya dengan korban. M mengakui bahwa ia telah berselingkuh dengan SL.
Peristiwa bermula saat BI, M, dan SL terlibat cekcok di depan kamar korban. Tak lama kemudian, suami M, F (31), warga Kecamatan Modung, datang dan mendengar adanya cekcok tersebut. Ia langsung mendatangi istrinya dan mengetahui bahwa istri dan korban diduga berselingkuh. Emosi yang memuncak membuat pelaku langsung masuk ke kamarnya untuk mengambil celurit.
Setelah itu, pelaku langsung menganiaya korban secara brutal. Korban mencoba menghindar dengan masuk ke dalam kamar kos hingga ke kamar mandi. Istri korban berteriak meminta tolong, tetapi pelaku yang sudah gelap mata tidak menghiraukan. Pelaku baru berhenti setelah korban terkapar di kamar mandi.
Setelah kejadian, pelaku melarikan diri. Polisi segera tiba di lokasi kejadian bersama petugas puskesmas setempat untuk melakukan evakuasi. Korban dibawa ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Dalam waktu 5 jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku di Kecamatan Modung.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain. Sejumlah saksi diperiksa, termasuk anak dan istri korban yang sempat menangis histeris saat melihat korban berlumuran darah.
Bisakah Perilaku Selingkuh Disembuhkan? Ini Kata Psikolog
Setiap orang menginginkan pasangan yang setia dalam hubungan. Kesetiaan merupakan fondasi penting dalam menjaga hubungan yang harmonis, terutama dalam pernikahan. Namun, banyak kasus perceraian terjadi karena salah satu pasangan berselingkuh dengan orang lain. Ada juga anggapan bahwa jika seseorang pernah berselingkuh, maka akan kembali berselingkuh.
Menurut psikolog Partini dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), perilaku selingkuh bisa disembuhkan. “Tentu saja bisa sembuh. Apapun perilaku yang tidak sesuai harapan tentu bisa dibantu untuk sesuai harapan, termasuk selingkuh,” ujarnya.
Partini menjelaskan bahwa selingkuh bertentangan dengan suara hati setiap individu. “Karena pada dasarnya setiap insan diberi potensi untuk setia pada pasangannya,” tambahnya.
Ada dua faktor utama yang menyebabkan seseorang berselingkuh, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti karakter kepribadian, jenis kelamin, usia, dan segala sesuatu yang melekat dalam diri seseorang. Sementara faktor eksternal adalah lingkungan sosial, keluarga, pertemanan, serta fasilitas sarana prasarana yang mendukung terjadinya perilaku tersebut.
Tanda-Tanda Pasangan Selingkuh
Partini mengungkapkan beberapa tanda-tanda jika pasangan berselingkuh. Semakin kuat suara hati untuk tidak selingkuh, maka semakin terlihat perilaku resah, gelisah, atau khawatir dari individu tersebut. Selain itu, ada juga perilaku tidak biasa seperti lebih sensitif dan mudah marah ketika disinggung mengenai kedekatannya dengan orang lain.
Dikutip dari verywellmind, terdapat 11 tanda jika pasangan berselingkuh, yaitu:
- Perubahan dalam komunikasi.
- Meningkatnya minat pada penampilan.
- Lebih banyak waktu dihabiskan jauh dari rumah.
- Perubahan sikap yang mencolok.
- Berbohong.
- Sering menghindar dari pasangan.
- Menuduh pasangan lah yang berselingkuh.
- Sering mengabaikan pembicaraan.
- Perubahan dalam kehidupan seks.
- Masalah keuangan.
- Perubahan penggunaan alat komunikasi yang menjadi lebih tertutup.
Cara Menyembuhkan Perilaku Selingkuh
Partini menjelaskan beberapa cara untuk menyembuhkan perilaku selingkuh. Pertama, saling memaafkan satu sama lain. Yang selingkuh memohon maaf kepada pasangannya, dan pasangan pun memaafkannya dengan tulus. Indikasi pasangan benar-benar memaafkan adalah tidak membahas kembali perselingkuhan yang sudah lalu.
Cara kedua adalah menghindari hal-hal yang berpotensi memicu selingkuh, seperti seleksi teman yang penting. Setelah itu, pasangan harus memberi kepercayaan bahwa tidak akan terulang perilaku selingkuh tersebut.
Cara Mencegah Pasangan Memulai Perselingkuhan
Partini menjelaskan lima cara agar pasangan tidak memulai perselingkuhan, yakni:
- Menjadikan agama sebagai pedoman hidup.
- Membangun komunikasi dengan pasangan secara terbuka.
- Membangun komitmen untuk target kedepannya bersama-sama.
- Menjalin hubungan yang menjunjung tinggi kesetiaan dengan menganggap teman sehidup semati kepada pasangan.
- Lebih mudah untuk memaafkan ketika ada hal-hal yang kurang sesuai.



