Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Tanpa Nama dan Spanduk, Albizar Tetap Layani Servis Jam di Era Teknologi
Teknologi

Tanpa Nama dan Spanduk, Albizar Tetap Layani Servis Jam di Era Teknologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan Seorang Tukang Perbaiki Jam di Palangka Raya

Di tengah keramaian Car Free Day (CFD) Jalan Yos Sudarso, sebuah etalase kecil berisi jam tangan menjadi tempat yang selalu dikunjungi oleh masyarakat setempat. Di balik etalase itu, Albizar (40), seorang tukang perbaiki jam, duduk tenang dan siap melayani pelanggan yang datang membawa jam tangan mereka untuk diperbaiki. Ia tidak hanya menjalankan usaha ini setiap Minggu pagi, tetapi juga sesekali berjualan di pasar malam dan beberapa titik lain di kota Palangka Raya.

Albizar telah menjalani usaha servis jam tersebut sejak tahun 2014. Dengan kemampuan otodidak, ia mulai membuka jasa perbaikan dari ganti baterai hingga perbaikan mesin jam. “Ini usaha sendiri, belajar sendiri juga,” ujarnya dengan nada tenang.

Harga Layanan yang Terjangkau

Harga layanan yang ditawarkan oleh Albizar tergolong terjangkau. Untuk ganti baterai, harga mulai dari Rp15 ribu hingga Rp65 ribu, tergantung jenis baterai yang digunakan. Sementara untuk penggantian tali jam, berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp45 ribu. Meski begitu, Albizar mengatakan bahwa sebagian besar pelanggan datang untuk perbaikan ringan seperti ganti baterai. Rata-rata jam yang diservis adalah jam dengan harga di bawah Rp200 ribu.

Namun, ia juga pernah menerima servis jam dengan harga hingga jutaan rupiah. Menurutnya, tidak sedikit pelanggan yang terkejut dengan biaya perbaikan. “Mereka kira servis di sini lebih murah, padahal tetap menyesuaikan tingkat kerusakan. Kadang malah kaget,” ujarnya.

Pendapatan yang Tidak Menentu

Pendapatan Albizar dalam sehari tidak menentu, berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung jumlah pelanggan yang datang. Meskipun telah lebih dari satu dekade menjalani usaha, ia mengaku kondisi saat ini tidak sebaik saat awal merintis. Perubahan kebiasaan masyarakat menjadi tantangan tersendiri. “Kebanyakan sekarang kalau rusak, orang langsung beli baru,” ujarnya.

Menurut Albizar, kemudahan belanja online membuat masyarakat lebih memilih mengganti jam dibanding memperbaikinya. Dampaknya pun terasa pada pendapatan. Namun, ia tetap bertahan menjalankan usahanya di tengah perubahan zaman.

Tanpa Nama Usaha atau Promosi

Berbeda dengan pelaku usaha lain, Albizar tidak memiliki nama usaha, nomor telepon yang dapat dihubungi, maupun media promosi. Ia mengandalkan pelanggan yang datang langsung atau informasi dari mulut ke mulut. “Kalau di sini-sini saja biasanya orang sudah tahu,” katanya.

Ia pun memilih menetap di titik yang sama agar pelanggan tidak kesulitan mencarinya. “Kalau pindah-pindah takutnya pelanggan hilang,” ujarnya.

Harapan Masa Depan

Meski demikian, Albizar tetap bertahan menjalankan usahanya. Ia mengaku tidak memiliki strategi khusus selain terus bekerja dan melayani pelanggan yang datang. “Dijalani saja,” ucapnya.

Ke depan, Albizar berharap usahanya bisa berkembang lebih baik. Ia ingin memiliki tempat usaha sendiri agar lebih nyaman dalam bekerja sekaligus lebih mudah dijangkau pelanggan. “Pengennya punya toko sendiri, semoga ke depan lebih banyak yang datang,” ujarnya.

Keberlanjutan Usaha Kecil

Di tengah gempuran belanja online, lapak sederhana tanpa nama yang rutin hadir setiap Minggu pagi di CFD itu menjadi gambaran bagaimana usaha kecil tetap bertahan dengan mengandalkan keterampilan dan kepercayaan pelanggan. Dengan ketekunan dan kesabaran, Albizar terus berjuang untuk menjaga tradisi perbaikan jam yang semakin langka di tengah era digital saat ini.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?