Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Pramac Siapkan Skenario Jika Jorge Martin Kembali Berduet dengan Toprak Razgatlioglu
  • Revolusi Menginap 24 Jam HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort
  • Ramalan Tahun Kuda Api 2026: 6 Zodiak yang Bakal Wujudkan Mimpi Besar
  • Jordi Amat, Solusi Ideal Gantikan Thom Haye di Timnas Indonesia?
  • Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah
  • Suster Ika, Biarawati Penyelamat 13 Perempuan Korban TPPO di NTT
  • 3 Bulan Kelahiran yang Dikabarkan Kaya Raya di 2026, Cek Daftarnya!
  • Yamaha NMAX 2026 vs Honda PCX 160 vs Aerox 155: Skutik Premium Terbaik untuk Harian dan Touring
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah
Politik

Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ziarah Ramadan yang Penuh Rindu

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, angin sore perlahan berhembus di sekitar TPU Covid-19 Jalan Serayu, Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Di sana, aroma bunga mawar dan melati baru saja ditaburkan. Di salah satu sudut pemakaman umum ini, seorang pria tampak bersimpuh lama bersama keluarganya.

Di depannya, ada sebuah nisan yang menjadi pusara ayah dari peziarah tersebut. Makam ini adalah saksi bisu dari luka yang belum sepenuhnya mengering. Peziarah ini bernama Fadllun Rabbi Dardjat, warga Jalan Seruling, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Tahun 2026 ini, Fadllun kembali ke ‘rumah baru’ sang ayah untuk menyambut Ramadan 1447 H.

Namun, bagi Fadllun, angka enam tahun bukanlah waktu yang cukup untuk menghapus perihnya kehilangan. Enam tahun telah berlalu sejak 2020 silam, ketika badai Covid-19 merenggut sosok kepala keluarga dan panutan hidupnya. Meski kalender terus berganti, bagi Fadllun, memori pilu selalu terasa seperti baru terjadi kemarin.

“Ramadan ini, Ramadan ulun (saya) ke-6 tanpa Bapak. Enam tahun, tapi rasanya seperti hanyar kemarian (baru kemarin) dunia ulun runtuh,” ucapnya dengan nada logat bahasa daerah Banjar saat ditemui.

Sejak pandemi membuat sang Ayah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal, ada bagian dari jiwa Fadllun yang terasa ikut terkubur di tanah TPU Serayu. Baginya, sang ayah bukan sekadar orang tua, melainkan tempatnya pulang. Kehilangan itu mengubah segalanya, menciptakan kekosongan yang tak mampu diisi oleh apa pun.

Menjelang sahur pertama, suasana di rumah Jalan Seruling sudah tak lagi sama menurut Fadllun, menceritakan betapa kontrasnya persiapan Ramadan orang lain dengan apa yang ia rasakan. Saat orang lain sibuk menyiapkan menu sahur, ia justru sibuk menyiapkan dan menata hati agar tidak hancur oleh rindu yang datang tiba-tiba.

“Ada kursi yang kada (tidak) lagi terisi. Ada suara yang kada lagi terdengar. Ada tangan yang kada kawa (tidak bisa) lagi ulun cium habis salat,” ucapnya lirih.

Setiap butir air mata yang jatuh di atas pusara sang ayah disebutnya sebagai air mata yang jatuh tanpa izin. Kehilangan suara yang membangunkan sahur dan ketiadaan doa yang diucapkan langsung menjadi beban rindu yang paling berat setiap kali bulan suci tiba.

Ziarah ke pemakaman Covid–19 di TPU Serayu bagi Fadllun bukan sekadar menjalankan tradisi lokal sebelum puasa. Ini adalah momen konfrontasi antara dirinya dengan kenyataan pahit, yang dipaksa untuk kuat tanpa lelaki yang dulu justru mengajarkannya arti kekuatan.

Ada satu pesan mendalam yang ia sampaikan di sela isak tangisnya. “Anak boleh tumbuh dewasa, tapi di hadapan makam ayahnya, anak tetap anak kecil yang ingin dipeluk,” kata Fadlun.

Meski rindunya tidak pernah menemui titik temu, Fadllun memilih untuk mengubah rasa sakitnya menjadi energi. Ia berjanji dan berusaha keras untuk terus menjadi pria yang tidak membuat nama sang ayah redup. Hidup yang diperjuangkan ayahnya dulu, kini ia jalani dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Sambil mengusap nisan, Fadllun menutup ziarahnya dengan doa yang tulus. Ia berharap Allah SWT melapangkan kubur sang ayah dan memeluk dengan rahmat-Nya, sebagaimana dulu sang ayah memeluknya tanpa syarat.

Di bawah langit Kota Samarinda yang mulai petang, Fadllun melangkah meninggalkan TPU Serayu. Ia pulang dengan satu harapan, agar Ramadan kali ini diberikan kekuatan dan keikhlasan yang lebih luas untuk meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diajarkan sang ayah.

“Al-Fatihah untuk Bapak,” tandas Fadlun.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Daftar Lengkap Dana Desa 2026 Kabupaten Sanggau, 54 Desa Terima Lebih dari Rp 370 Juta

22 Februari 2026

Dokter Tifa Bocorkan Rahasia di Balik Ajakan ke Solo Temui Jokowi

22 Februari 2026

9 Negara Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Hari Ini, Mulai dari Arab Saudi hingga Palestina

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pramac Siapkan Skenario Jika Jorge Martin Kembali Berduet dengan Toprak Razgatlioglu

22 Februari 2026

Revolusi Menginap 24 Jam HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort

22 Februari 2026

Ramalan Tahun Kuda Api 2026: 6 Zodiak yang Bakal Wujudkan Mimpi Besar

22 Februari 2026

Jordi Amat, Solusi Ideal Gantikan Thom Haye di Timnas Indonesia?

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?