Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 6 Mei 2026
Trending
  • 5 Ide Produk Turunan Bisnis Tanaman untuk Pemula!
  • Stok Kambing Perlu Ditingkatkan, Pemkab Bangka Selatan Usahakan Tambahan Pasokan Kurban
  • Guru Sehat, Sekolah Berkualitas: Dasar Pendidikan Unggul
  • Promo JSM 3 Mei 2026: Popok Rp41.900, Minyak Goreng 2L Rp37.900
  • Pertandingan Malam Ini, Persijap Tanpa Bintang, Persija Percaya Diri
  • Hasil Final Thomas Cup 2026: China Juara, Atasi Tiga Tunggal Prancis, Dekati Rekor Indonesia
  • Skenario Pembunuhan dan Perampokan Mertua di Riau, Pelaku Cium Tangan hingga Tagihan Ojol Palsu
  • KSP Dudung Akui Dugaan Penjualan Titik Dapur MBG, Janji Cek Langsung ke Lapangan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Stok Kambing Perlu Ditingkatkan, Pemkab Bangka Selatan Usahakan Tambahan Pasokan Kurban
Hobi

Stok Kambing Perlu Ditingkatkan, Pemkab Bangka Selatan Usahakan Tambahan Pasokan Kurban

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemetaan Kebutuhan Hewan Kurban di Kabupaten Bangka Selatan

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai memetakan kebutuhan dan ketersediaan hewan kurban menjelang hari raya Iduladha tahun 2026. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan kecukupan stok sekaligus menjaga stabilitas distribusi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dari hasil sementara, ketersediaan sapi dinilai relatif aman, sementara stok kambing masih perlu ditambah. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah antisipatif guna memenuhi kebutuhan hewan kurban.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan menyeluruh terkait stok hewan kurban. Pendataan ini melibatkan peternak lokal serta koordinasi dengan pemasok dari luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran riil kondisi ketersediaan hewan di lapangan.

“Menjelang hari raya Iduladha tahun 2026 ini kami telah mendata untuk kebutuhan maupun stok hewan kurban di Kabupaten Bangka Selatan,” kata Risvandika, Senin (4/5).

Risvandika menjelaskan, untuk komoditas sapi, pasokan tidak hanya berasal dari peternak lokal, tetapi juga didatangkan dari luar daerah. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan tetap stabil menjelang puncak permintaan.

Menurutnya, keterlibatan distributor luar daerah menjadi bagian penting dalam rantai pasok hewan kurban. Berdasarkan data sementara, jumlah stok sapi di Bangka Selatan mencapai sekitar 769 ekor. Sementara itu, stok kambing tercatat lebih rendah, yakni sekitar 310 ekor dari peternak mandiri. Jumlah tersebut masih ada ketimpangan antara ketersediaan dan kebutuhan di lapangan.

Tren kebutuhan masyarakat tahun ini cenderung meningkat pada jenis kambing. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan kambing belum mencukupi permintaan. Pemerintah daerah pun mulai melakukan langkah-langkah untuk menutup kekurangan tersebut. “Secara kebutuhan untuk hewan kurban pada tahun ini memang lebih kepada hewan jenis kambing,” jelas Risvandika.

Berdasarkan pendataan, kebutuhan kambing tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 600 ekor. Sementara stok yang tersedia saat ini baru sekitar 310 ekor, sehingga masih terdapat kekurangan yang cukup signifikan. “Untuk kambing kita masih terus menjalin komunikasi dengan peternak ataupun distributor di luar pulau Bangka,” sebutnya.

Untuk komoditas sapi kata Risvandika, ketersediaan dinilai masih mencukupi bahkan memiliki cadangan. Diperkirakan terdapat kelebihan stok sekitar 50 hingga 100 ekor yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini memberikan ruang fleksibilitas dalam distribusi hewan kurban.

Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban

PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Iduladha 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari sebelum hingga setelah penyembelihan. Upaya tersebut juga melibatkan berbagai pihak guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit hewan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pengawasan. Selain itu, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan pihak karantina dalam proses pemantauan. Langkah ini menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu terhadap hewan kurban.

“Guna menjamin layak, kita memiliki petugas kesehatan hewan dan bekerja sama dengan pihak karantina,” kata Risvandika, Senin (4/5).

Risvandika menjelaskan, tim dokter hewan akan diturunkan hingga ke tingkat desa di setiap kecamatan. Penugasan ini bertujuan untuk memastikan pengawasan berjalan merata di seluruh wilayah.

Petugas akan memantau langsung proses pemotongan hewan kurban di lapangan. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah. “Nantinya akan kita lakukan pemeriksaan khusus hewan ternak yang baru datang, sedangkan yang lokal diawasi rutin,” jelas Risvandika.

Setiap tahun lanjut dia, pemerintah daerah menurunkan tujuh tim pengawas kesehatan hewan. Tim tersebut disebar di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. Mereka bertugas melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara langsung di lapangan. “Pengecekan mencakup penyakit seperti PMK, flu, antraks, serta kondisi fisik dan nafsu makan hewan,” ucapnya.

Selain pengawasan, pemerintah daerah juga terus melakukan vaksinasi hewan secara rutin. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak di Bangka Selatan. Pembinaan kepada peternak mandiri juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan hewan.

“Sampai saat ini vaksinasi hewan tetap rutin dilakukan dan pembinaan kepada peternak terus berjalan,” pungkas Risvandika.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kebun Binatang Surabaya Kirim Komodo ke Jepang

6 Mei 2026

Geliat Peternak Sapi Jumbo di Blora Menjelang Iduladha

6 Mei 2026

Perbedaan Khiban dan French Khimar, Mana yang Lebih Modis?

5 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Ide Produk Turunan Bisnis Tanaman untuk Pemula!

6 Mei 2026

Stok Kambing Perlu Ditingkatkan, Pemkab Bangka Selatan Usahakan Tambahan Pasokan Kurban

6 Mei 2026

Guru Sehat, Sekolah Berkualitas: Dasar Pendidikan Unggul

6 Mei 2026

Promo JSM 3 Mei 2026: Popok Rp41.900, Minyak Goreng 2L Rp37.900

6 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?