Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 Juli 2026
Trending
  • BPTD Bali Tak Jawab Substansi Dugaan SBU dan SKP, Hanya Jelaskan Mekanisme E-Katalog
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Hasil Final Thomas Cup 2026: China Juara, Atasi Tiga Tunggal Prancis, Dekati Rekor Indonesia
Politik

Hasil Final Thomas Cup 2026: China Juara, Atasi Tiga Tunggal Prancis, Dekati Rekor Indonesia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

China Juara Piala Thomas 2026 dengan Kemenangan Dramatis

China berhasil memastikan gelar juara Piala Thomas 2026 setelah mengalahkan Prancis dengan skor 3-1 di final. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi tim bulu tangkis Tiongkok yang kembali menunjukkan dominasi mereka dalam ajang beregu putra.

Perubahan Susunan Laga Akibat Pemain Rangkap

Prancis melakukan perubahan susunan laga karena dua pemain tunggal putra mereka, Popov bersaudara, juga bermain sebagai ganda pertama. Hal ini menyebabkan urutan pertandingan diubah menjadi tiga partai tunggal putra terlebih dahulu, dilanjutkan dengan dua partai ganda. Dengan strategi ini, Prancis berusaha memaksimalkan keunggulan mereka di sektor tunggal putra.

Namun, China mampu menghadapi tantangan ini dengan sangat baik. Meski Prancis memiliki trio tunggal putra yang kuat, seperti Christo Popov (peringkat 4 dunia), Alex Lanier (peringkat 10), dan Toma Junior Popov (peringkat 17), China tetap unggul dalam hal ranking dan head-to-head.

Kemenangan Dramatis Shi Yu Qi

Pertandingan pertama antara Shi Yu Qi melawan Christo Popov berlangsung sangat sengit. Shi Yu Qi berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 21-16, 16-21, 21-17. Meskipun harus bertarung hampir 1,5 jam, ia berhasil memberikan poin pertama bagi timnya. Performa Shi Yu Qi menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik di dunia.

Kejutan dari Alex Lanier

Di partai kedua, Li Shi Feng harus menghadapi Alex Lanier. Sebelumnya, Lanier tidak pernah menang atas Li Shi Feng. Namun, kali ini, ia mampu memberikan kejutan dengan kemenangan telak 21-13, 21-10. Ini menjadi momen penting bagi Prancis karena mereka masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan.

Perjuangan Weng Hong Yang

Di partai ketiga, Weng Hong Yang menghadapi Toma Junior Popov. Pertandingan ini berlangsung selama 96 menit dan sempat membuat skor sama kuat di 18-18. Namun, Weng Hong Yang berhasil memutus momentum lawannya dan memperoleh poin penting bagi China.

Ganda Putra Menentukan Hasil Akhir

Di partai terakhir, He Ji Ting dan Ren Xiang Yu menghadapi Eloi Adam dan Leo Rossi. Mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 21-13, 21-16. Kemenangan ini menjadi penentu kemenangan China dalam final.

Rekor dan Target Baru

Kemenangan ini membuat China meraih gelar ke-12 dalam sejarah Piala Thomas. Kini, mereka mendekati rekor Indonesia yang memiliki 14 gelar. Meski demikian, China tetap memiliki ambisi untuk mencapai rekor tersebut.

Hasil Final Piala Thomas 2026

  • MS1: Shi Yu Qi vs Christo Popov: 21-16, 16-21, 21-17
  • MS2: Li Shi Feng vs Alex Lanier: 21-13, 21-10
  • MS3: Weng Hong Yang vs Toma Junior Popov: 22-20, 20-22, 21-19
  • MD2: He Ji Ting/Ren Xiang Yu vs Eloi Adam/Leo Rossi: 21-13, 21-16
  • MD1: Liang Wei Keng/Wang Chang vs Christo Popov/Toma Junior Popov: Tidak dimainkan

Kemenangan ini juga menjadi obat pelipur lara bagi China setelah kalah dari Korea Selatan di final Uber Cup 2026. Kini, China siap untuk terus berkembang dan menantang rekor-rekor baru dalam dunia bulu tangkis.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas

30 Juni 2026

5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Bali Tak Jawab Substansi Dugaan SBU dan SKP, Hanya Jelaskan Mekanisme E-Katalog

2 Juli 2026

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?