Perempuan di Era Modern: Kekuatan yang Tidak Terbendung
Menjadi perempuan di era sekarang bukan hanya tentang menjalani peran yang telah ditetapkan, tetapi juga tentang keberanian untuk terus tumbuh dan menciptakan jejak yang berarti. Proses ini melibatkan beberapa tahapan penting seperti membentuk karakter (shape), membangun impian (build), hingga akhirnya menjadi sosok yang utuh sesuai pilihan hati (become). Di tengah dinamika industri yang semakin cepat, perempuan kini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penonton, tetapi motor penggerak yang membawa empati dan kreativitas dalam setiap inovasi.
Program Srikandi Vol. 2: “She Shapes, She Builds, She Becomes” yang diselenggarakan oleh Lippo Mall Nusantara adalah wadah bagi para perempuan modern untuk merayakan pencapaian mereka—baik sebagai kreator, pembuat kebijakan, maupun penggerak komunitas kreatif yang inspiratif. Acara ini dilaksanakan mulai dari tanggal 20 April hingga 17 Mei, bertepatan dengan momen Hari Kartini.
Puncak acara terasa pada sesi Srikandi Inspiring Talk yang digelar pada Jumat (1/5) sore. Dalam diskusi ini, dua sosok perempuan tangguh di jajaran pemerintahan, yaitu Irene Umar (Wakil Menteri Ekonomi Kreatif) dan Veronica Tan (Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI), berbagi pandangan tentang bagaimana ekosistem yang inklusif mampu membuat perempuan bersinar lebih terang.
Veronica Tan menekankan pentingnya ruang bagi perempuan untuk membuktikan kapasitasnya. Ia menyatakan bahwa perempuan saat ini memiliki kapasitas yang mumpuni. Yang dibutuhkan bukan lagi sekadar pemberdayaan, melainkan ruang dan kesempatan yang setara untuk menampilkan potensi diri. Dengan akses yang sama, perempuan dapat bergerak dan tumbuh bersama.
Ia juga menambahkan bahwa dalam konteks ekonomi kreatif, penguatan peran perempuan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak. Pengelolaan ruang kreatif dapat berjalan berdampingan—di satu sisi dikelola secara profesional, di sisi lain didukung dengan ketersediaan ruang yang terbuka bagi perempuan untuk berkarya. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama, baik antara pemerintah, pengelola, maupun masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan semakin banyak perempuan yang terlibat, berkontribusi, dan bergerak bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Sejalan dengan hal tersebut, Irene Umar turut mengapresiasi inisiatif yang memberikan panggung nyata bagi para kreator perempuan. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara yang telah menghadirkan ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang. Secara khusus, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi perempuan untuk berkumpul, saling terhubung, dan melangkah bersama, sehingga dapat terus berkarya dan bersinar.
Ruang Eksplorasi yang Memanjakan Mata dan Jiwa
Tidak hanya soal diskusi, Srikandi Vol. 2 mengajak pengunjung menyelami sisi estetis lewat Flora Nusantara. Instalasi tanaman yang artistik memberikan suasana hijau yang menenangkan di tengah hiruk-pikuk kota—sebuah oase bagi perempuan yang ingin membawa pulang sedikit ketenangan lewat plant bazaar.
Bagi pencinta seni, Art Exhibition hadir menampilkan keelokan wastra tekstil karya seniman perempuan. Di sini, kain bukan sekadar material busana, melainkan medium cerita tentang dedikasi dan nilai budaya.
Komitmen terhadap bumi juga tercermin melalui Ecoprint Fashion Showcase, sebuah ruang bagi brand-brand lokal besutan perempuan yang mengedepankan etika lingkungan dalam bergaya.
Hiu Mulyawati, Mall Direktur Lippo Mall Nusantara, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar setiap perempuan yang hadir merasa diterima dan terinspirasi. Melalui Srikandi Vol. 2, ia ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan untuk terus berkarya, berkembang, dan membentuk karakter yang kuat.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Lippo Mall Nusantara sebagai destinasi gaya hidup modern yang menghadirkan pengalaman berbelanja dan rekreasi yang hangat, dinamis, dan bermakna. Ia percaya perempuan memiliki peran penting dalam membentuk industri kreatif yang lebih dinamis, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui harmoni antara kreativitas, komunitas, dan edukasi, Srikandi Vol. 2 bukan sekadar perayaan Hari Kartini biasa. Ini adalah pengingat bahwa di setiap langkahnya, perempuan memiliki kekuatan untuk membentuk masa depan, membangun industri, dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.



