Keterlibatan Erin dalam Kasus Penganiayaan ART
Erin, mantan istri dari komedian ternama Andre Taulany, kini menjadi sorotan publik karena dugaan kasus penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART). Kasus ini mencuat setelah seorang ART bernama Hera berhasil keluar dari kediaman Erin. Unggahan di media sosial menunjukkan kondisi Hera yang memicu kekhawatiran dari netizen.
“Assalamualaikum, selamat pagi semuanya. Tolong bantu up teman teman ini terjadi penganiayaan, di rumah erin mantan istri andre taulani, pelaku penganiayaan mantan istri andre taulani yg bernama erin, kebetulan teman kita ngonten juga ini, hp nya dibanting, bajunya masih ditahan, gajinya masih ditahan,”
Erin kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas tuduhan penganiayaan. Namun, ia tidak tinggal diam dan melaporkan balik pemilik akun Threads tersebut atas dugaan pencemaran nama baik, sehingga konflik ini semakin memanas dan kompleks.
Pengakuan Mantan ART Erin
Di tengah kehebohan yang terus berkembang, muncul pula pengakuan lain yang menambah panjang cerita. Seorang mantan ART Erin bernama Nia angkat bicara dan membagikan pengalaman pribadinya selama bekerja di rumah tersebut. Ia turut meminta KTP-nya yang ditahan untuk dikembalikan sekaligus kekurangan gajinya dibayarkan.
Curhatan mantan asisten rumah tangga (ART) yang pernah bekerja dengan Rien Wartia Trigina (Erin) mantan istri Andre Taulany mengejutkan publik. Pasalnya, mantan ART tersebut mengurai nominal gaji yang ia dapat selama bekerja di keluarga artis tersebut. Pengakuan terkait gaji itu diungkap ART bernama Nia.
Sebelum Nia, ada mantan ART Erin bernama Hera yang juga viral jadi perbincangan. Hal itu karena Hera resmi melaporkan Erin ke kepolisian atas dugaan penganiayaan yang ia alami. Kepada publik, Hera menceritakan penyiksaan yang ia alami selama bekerja dengan Erin. Hera pilu karena dirinya dianiaya hingga kepalanya ditendang oleh Erin.
Pemicunya sepele, yakni karena Hera lupa menutup pintu kamar mandi kamar anak Erin serta tidak membuka jendela kamar. Selain itu, Hera juga semakin membuat Erin marah karena ia mengadu ke ibu yayasan ART setelah disiksa majikan.
“Saya dipanggil sama ibu Erin di lantai satu, karena saya udah hubungi ibu yayasan, ibu yayasan hubungi ibu Erin, meledak lah ibu Erin dia makin marah kata dia ‘kamu sini jongkok jangan berdiri’. Di situ dia tendang kepala saya sampai saya kejengkang,”
Cerita Mantan ART Lain
Setelah Hera berani bicara ke publik, kini muncul sosok mantan ART bernama Nia yang juga mengungkap perangai buruk Erin. Diakui Nia, sejak awal bekerja dengan Erin, ia sudah merasakan hal tak enak di rumah Andre Taulany itu. Nia sempat terkejut setelah mendengar Erin berkata-kata kasar.
“Awal masuk lumayan, tapi hanya kata-katanya, tegas tapi agak lumayan kasar. Saya kagetnya pas saya jatohin jam dinding enggak sengaja, itu lumayan bikin syok, luar biasa bikin kaget,”
Diakui Nia, Erin adalah sosok yang perfeksionis. Semua barang-barang di rumahnya harus ditata oleh sang ART sesuai keinginan Erin. “Alhamdulillah enggak sampai harus bayar (ganti rugi). Tapi enggak sampai kekerasan. Barang-barang harus perfect, enggak boleh diubah, harus detail, bersih. Nanti kalau kurang perfect baru,”
Enam bulan bekerja dengan Erin, Nia tak tahan lagi. Nia akhirnya berhasil pergi dari rumah Erin dan mencari pekerjaan baru. Namun hal itu justru membuat KTP Nia diambil Erin. Bukan hanya itu, Nia bercerita bahwa gajinya yang masih kurang hingga kini belum ditransfer oleh Erin.
“Kalau saya KTP saya ditahan, sama kekurangan gaji saya masih kurang. Hanya kurang Rp500 ribu. Belum dikasih, (Erin) janji kalau saya datang lagi (bakal dikasih), tapi saya bilang saya enggak bisa datang lagi tolong ditransfer KTP sama kekurangan gaji,”
Gaji di Bawah UMR dan Pekerjaan Berat
Gajinya masih belum dibayarkan sepenuhnya, Nia mengungkap nominal bayaran dari Erin mantan Andre Taulany. Ternyata gaji sebagai ART di keluarga Erin itu kurang dari UMR Jakarta.
“Di situ gjih 2,5 Krena pak Andre sanggup segitu, karena saya pegang anak-anak dan yg lainnya jadi gajih 3 juta, sisanya Erin yg byar karena jam kerja sya jga beda SMA mba2 yg di sana jdi agak dibedain,”
Digaji di bawah UMR, Nia menguraikan curhatan soal pekerjaannya. Nia mengaku meskipun ia perempuan, tapi ia juga disuruh-suruh oleh Erin untuk mengangkat sofa dan guci ketika bekerja.
“Ya gajih disitu 3jta itu Massa Allah kerjanya hrus perfek dan harus angkat2 meja sofa blum patung2 yg kecil2 dan naro harus sesuai engga boleh kegeser wlau 1 cm,”
Penyangkalan Erin terhadap Tuduhan ART
Resmi dilaporkan ke polisi, Erin membantah dirinya menganiaya ART. Erin pun yakin memegang bukti valid bahwa ia tidak pernah menyiksa ART.
“Semua sudah ada bukti-buktinya, CCTV yang di rumah, saksi ART yang di rumah, security terutama, jadi biar proses semua,”
Bukan hanya menanggapi, Erin pun telah melaporkan balik ART-nya dengan pasal Pencemaran Nama Baik. Ada dua orang yang dilaporkan oleh Erin, yakni Nia Damanik serta Hera.
“Enggak ada (penganiayaan), enggak ada, aman. Tadi sudah ngobrol di rumah, ada pihak dari Polsek Pesanggrahan, Pak RW juga mengecek kebenarannya, dan itu aman,”
Lebih lanjut, Erin pun menceritakan sosok ART yang melaporkannya itu. “(Hera) Baru banget (bekerja dengan Erin), belum ada satu bulan,”
Cerita soal masa kerja sang ART itu dibenarkan oleh Hera. Diungkap Hera, ia memang baru 28 hari bekerja dengan Erin namun sudah tidak betah karena mendapatkan penyiksaan.



