Ringkasan Peristiwa Pembunuhan yang Mengejutkan
Dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Pekanbaru, Anisa Tumanggor diduga tidak hanya merencanakan pembunuhan terhadap mantan ibu mertuanya, Dumaris Sitio, tetapi juga memiliki rencana untuk membunuh seluruh anggota keluarga korban. Bahkan, para pelaku sempat mencoba memancing anak sulung korban agar bisa dieksekusi. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.
Polisi berhasil menangkap empat tersangka dalam kasus ini, yaitu AF sebagai otak pelaku dan menantu korban, SL sebagai eksekutor utama, serta E dan L yang turut serta dalam aksi perampokan dan pembunuhan tersebut. Selain itu, keempat pelaku diketahui mengonsumsi narkoba jenis ekstasi sebelum melakukan aksi keji mereka.
Penangkapan Pelaku dan Fakta Terbaru
Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap keempat tersangka yang terlibat dalam aksi tersebut. Menurut informasi yang diperoleh dari penyidik, AF disebut sebagai otak pelaku sekaligus menantu korban. Meskipun sudah pisah rumah, AF belum melakukan perceraian dengan korban, sehingga masih dianggap sebagai menantu.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, menjelaskan bahwa keempat tersangka diketahui mengonsumsi narkoba jenis ekstasi sebelum beraksi. Hal ini menyebabkan para pelaku bertindak secara brutal dan tanpa kendali.
Aksi Pembunuhan yang Terjadi
Keempat pelaku tiba di Pekanbaru dari Aceh Tengah menggunakan mobil sewaan dengan tujuan melakukan perampokan di rumah korban. Namun, rencana itu berubah menjadi aksi pembunuhan. Bahkan, mereka berencana menghabisi semua penghuni rumah.
Sebelum melakukan aksi, para pelaku telah melakukan survei lokasi target, yaitu rumah korban. Pada hari kejadian, AF menghubungi suaminya Arnold, anak korban, dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman. Setelah bertemu, mereka langsung menuju ke rumah korban.
Di dalam rumah, AF yang merupakan menantu ditemani oleh L, yang merupakan teman sekolah SMP AF di Sumut. Saat berada di dalam rumah, AF dan L memberikan salam kepada korban dan bahkan ditanya oleh mertua tentang mengapa sudah lama tidak berkunjung.
Saat sedang ngobrol di dalam rumah, seorang laki-laki yang merupakan eksekutor SL masuk dengan pura-pura menagih uang taksi online anaknya. Dengan membawa sebalok kayu yang sudah disiapkan dari hotel tempat mereka menginap, SL langsung menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.
Mayat korban langsung diseret ke kamar mandi dan meninggal di tempat. Dua pelaku laki-laki juga merusak CCTV di rumah korban. Sementara itu, Arnold anak korban tiba di rumah dan langsung diajak ngobrol oleh dua pelaku lainnya, yaitu AF dan L. Akibatnya, Arnold belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.
Motif Pembunuhan dan Rencana yang Gagal
Motif pelaku, AF, adalah sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut. AF menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam ke Medan. Alasannya adalah karena merasa sakit hati dan tersinggung dengan perkataan korban dan keluarganya.
Setelah bertemu di Minas, pelaku mulai panik dan rencana untuk mengeksekusi Arnold batal. Akhirnya, pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.
Penangkapan Pelaku dan Kondisi Saat Penangkapan
Kini, keempat pelaku sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Dua pelaku laki-laki mendapatkan timah panas karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan di dua lokasi. Penangkapan pertama terhadap AF dan SL, yang juga diketahui sudah menikah siri, dilakukan di rumah kontrakan di Aceh Tengah, sedangkan E dan L ditangkap di Binjai.



