Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 24 Mei 2026
Trending
  • Pemain Bali United yang Habis Kontrak Usai Musim Ini
  • Cek Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Hari Kamis (21/5)
  • Studi: Polusi Udara Terdeteksi dari Data Smartwatch
  • Jadwal Mati Air PDAM Balikpapan dan Tanggapan Andi Harun Soal Kampung Narkoba Digerebek
  • Opini: Jutaan Pekerja Informal Dongkrak Ekonomi NTT
  • Telkomsel Capai Pendapatan Rp109,3 T dalam 31 Tahun Melayani
  • MotoGP 2026: Rahasia Gelap Sirkuit Terungkap
  • Daftar film Piala Dunia, fiksi dan dokumenter
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Soal dan Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 153-154: Candi Singasari
Politik

Soal dan Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 153-154: Candi Singasari

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kunci Jawaban Tugas Sejarah Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka

Pada buku Sejarah kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka, terdapat tugas yang terdapat di halaman 153 dan 154. Tugas ini termasuk dalam Kegiatan 4, di mana siswa diminta untuk memperhatikan gambar sebelum menjawab sejumlah pertanyaan yang tersedia.

Sebelum melihat kunci jawaban, siswa disarankan untuk mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu. Kunci jawaban yang tersedia dapat digunakan sebagai bahan evaluasi belajar.

Berikut adalah analisis mengenai dua gambar yang diberikan:

Gambar (a)

Candi Singasari diyakini sebagai pendharmaan terhadap Raja Kertanagara yang berlokasi di Malang, Jawa Timur.

Gambar (b)

Relief Gajah Mada di Monas, Jakarta.

Analisis Kedua Gambar

1. Dasar-dasar politik ekspansi dari kedua tokoh

a. Raja Kertanagara (Singasari – konsep Dwipantara)

Dasar politik ekspansi Kertanagara adalah keinginan menyatukan wilayah Nusantara untuk memperkuat kekuasaan dan menghadapi ancaman dari luar, terutama Kekaisaran Mongol. Melalui konsep Dwipantara, ia melakukan ekspedisi seperti Pamalayu untuk memperluas pengaruh politik, ekonomi, dan keamanan kerajaan. Tujuannya juga untuk menguasai jalur perdagangan dan memperkuat posisi Singasari sebagai kekuatan utama di wilayah kepulauan.

b. Gajah Mada (Majapahit – Sumpah Palapa)

Dasar politik ekspansi Gajah Mada adalah tekad menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Melalui Sumpah Palapa, ia berjanji tidak akan menikmati kesenangan sebelum seluruh Nusantara bersatu. Ekspansi dilakukan untuk menciptakan stabilitas politik, memperluas pengaruh, serta memperkuat kejayaan Majapahit sebagai kerajaan besar.

2. Persamaan dan Perbedaan Konsep Dwipantara dan Sumpah Palapa

Persamaan:

– Sama-sama bertujuan menyatukan wilayah Nusantara.

– Mengandung semangat ekspansi dan persatuan politik.

– Bertujuan memperkuat kerajaan dan pengaruhnya di kawasan.

– Dilatarbelakangi kepentingan keamanan dan ekonomi.

Perbedaan:

– Dwipantara adalah konsep politik luar negeri Raja Kertanagara untuk memperluas pengaruh Singasari dan menghadapi ancaman asing.

– Sumpah Palapa adalah janji pribadi sekaligus strategi politik Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara di bawah Majapahit.

– Dwipantara lebih bersifat kebijakan kerajaan, sedangkan Sumpah Palapa bersifat ikrar dan program penyatuan.

Narasi Sejarah

Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia menunjukkan adanya upaya memperluas kekuasaan dan menyatukan wilayah Nusantara melalui kebijakan politik para pemimpinnya. Raja Kertanagara dari Kerajaan Singasari dikenal dengan konsep Dwipantara, yaitu gagasan untuk memperluas pengaruh ke wilayah luar Jawa demi memperkuat kerajaan serta menghadapi ancaman asing seperti serangan Mongol. Melalui ekspedisi dan hubungan politik, ia berusaha menguasai jalur perdagangan dan mempererat hubungan dengan kerajaan lain di Nusantara.

Pada masa Kerajaan Majapahit, Mahapatih Gajah Mada mengemukakan Sumpah Palapa sebagai tekad untuk menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Ia berjanji tidak akan menikmati kesenangan sebelum wilayah-wilayah di Nusantara berhasil dipersatukan. Dengan strategi militer dan diplomasi yang kuat, Majapahit mampu memperluas pengaruhnya dan mencapai masa kejayaan sebagai kerajaan besar di kawasan.

Konsep Dwipantara dan Sumpah Palapa memiliki persamaan dalam tujuan, yaitu memperluas kekuasaan dan menciptakan persatuan wilayah Nusantara. Keduanya juga bertujuan menjaga stabilitas politik serta memperkuat posisi kerajaan dalam perdagangan dan hubungan antarwilayah. Namun, Dwipantara merupakan kebijakan politik kerajaan Singasari, sedangkan Sumpah Palapa merupakan ikrar pribadi Gajah Mada yang menjadi dasar strategi ekspansi Majapahit.

Dari kedua tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa gagasan persatuan wilayah sudah muncul sejak masa kerajaan Hindu Buddha. Upaya yang dilakukan menunjukkan pentingnya kerja sama dan kekuatan politik dalam membangun kekuasaan yang luas. Warisan pemikiran Kertanagara dan Gajah Mada menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia karena mencerminkan semangat persatuan yang terus berkembang hingga masa kini.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026

Pemantauan Hilal di Medan Saat Sidang Isbat Idul Adha 17 Mei 2026

20 Mei 2026

Siswi SMAN 1 Pontianak Diancam, Tolak Tanding Ulang Cerdas Cermat MPR

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pemain Bali United yang Habis Kontrak Usai Musim Ini

24 Mei 2026

Cek Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Hari Kamis (21/5)

24 Mei 2026

Studi: Polusi Udara Terdeteksi dari Data Smartwatch

24 Mei 2026

Jadwal Mati Air PDAM Balikpapan dan Tanggapan Andi Harun Soal Kampung Narkoba Digerebek

24 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?