Peristiwa Mengerikan yang Menimpa Siswi SD di Medan
Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berusia 9 tahun, Jovita Vianitan, mengalami kejadian mengerikan saat mempertahankan tas berisi uang Rp 100 ribu dari tangan pelaku pencurian. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Jovita terseret sejauh 20 meter akibat usaha kerasnya untuk menghalangi pelaku. Selain kehilangan uang, korban juga mengalami luka berdarah di bagian kakinya. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat dan menjadi perhatian besar bagi keluarga serta masyarakat sekitar.
Pengakuan Ayah Korban
Darfan, ayah dari Jovita, menceritakan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang menjemput anaknya di sekolah. Setelah menunggu hampir 20 menit dan tidak melihat anaknya muncul, ia memutuskan pulang dengan asumsi bahwa anaknya mungkin sudah sampai lebih dulu di rumah.
Sesampainya di rumah, Darfan melihat anaknya dalam kondisi kaki berdarah-darah. Dari keterangan anaknya dan rekaman CCTV, diketahui bahwa Jovita sedang berada di kamar mandi saat kejadian.
Pelaku Pencurian
Menurut keterangan Jovita, ia mendengar suara orang membuka pintu rumah dan mengira itu adalah ayahnya yang pulang kerja. Namun, yang masuk adalah seorang pria bertubuh besar yang diduga sebagai pekerja serabutan. Pelaku langsung mengambil tas milik anaknya yang berisi dompet dan sebuah handphone.
Jovita menyadari kejadian tersebut dan mencoba mencegat pelaku agar tidak kabur. Namun, usaha itu sia-sia karena pelaku langsung melarikan diri. Tidak puas dengan situasi itu, Jovita mengejar pelaku hingga ke sepeda motor yang digunakan oleh pelaku. Ia bahkan sempat memegang besi behel sepeda motor sambil berusaha menghalangi pelaku kabur.
Kaki Berdarah dan Luka Parah
Dari pengakuan Darfan, Jovita mengalami luka berdarah di bagian kakinya. Meskipun demikian, keluarga bersyukur bahwa tangan sang anak tidak mengalami cedera parah. Meski pelaku sempat mengambil handphone, ia kemudian mengembalikan ponsel tersebut kepada korban.
Namun, tas berisi uang Rp 100 ribu milik Darfan tetap dibawa kabur oleh pelaku. Keluarga masih menunggu kondisi korban untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Saat ini, mereka hanya melaporkan kejadian tersebut ke lingkungan setempat.
Penutup
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan keamanan rumah dan perlindungan terhadap anak-anak. Jovita, dengan keberaniannya, berhasil memberikan contoh keberanian yang patut dicontoh. Meskipun mengalami luka, ia tetap berjuang untuk mempertahankan haknya.



