Indonesiadiscover.com, TAKALAR –Pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, diperkirakan rampung pada akhir Juli 2026.
Proyek strategis nasional yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp229,4 miliar itu memasuki tahap penyelesaian akhir.
Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu ini berdiri di lokasi yang sebelumnya merupakan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar.
Jarak Dusun Bontosunggu (terletak di wilayah Galesong Utara, Takalar) sekitar 20 kilometer dari Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang.
Waktu tempuh dari Dusun Bontosunggu menuju Kantor Bupati Takalar sekitar 30 sampai 45 menit menggunakan kendaraan bermotor, tergantung kondisi lalu lintas.
Pantauan Indonesiadiscover.comdi lokasi proyek, Senin (6/7/2026), aktivitas pembangunan masih berlangsung di sejumlah titik kawasan.
Puluhan pekerja terlihat memanfaatkan waktu istirahat siang dan makan di kantin yang berada di dekat kantor manajemen proyek PT Nindya Karya.
Kantor manajemen tersebut berada tepat di seberang pintu gerbang proyek dan hanya dipisahkan oleh jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju permukiman.
Di kawasan proyek terdapat dua akses masuk yang berjarak sekitar 30 meter, yakni pintu sisi barat dan pintu sisi timur.
Pintu sebelah barat digunakan sebagai jalur keluar masuk kendaraan proyek serta pengangkut material bangunan.
Sementara pintu sisi timur difungsikan sebagai akses pekerja dan staf manajemen proyek.
Di lokasi yang sama, sekitar lima guru dari SRMP 31 Takalar terlihat datang untuk melihat sekaligus memantau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang nantinya akan menjadi lokasi kegiatan belajar mengajar.
Di dalam area pembangunan, sejumlah alat berat masih beroperasi untuk mendukung penyelesaian pekerjaan.
Tampak juga dua kubangan bekas galian dengan kedalaman diperkirakan sekitar dua meter di belakang gerbang proyek.
Area tersebut masih berada di dalam kawasan pembangunan dan menjadi bagian dari pekerjaan konstruksi yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.
Di bagian tengah kawasan proyek, tampak sejumlah alat berat seperti ekskavator dan beberapa truk pengangkut material terparkir usai digunakan untuk mendukung proses pembangunan.
Dari titik tersebut juga terlihat sejumlah bangunan utama Sekolah Rakyat yang telah berdiri dan memasuki tahap penyelesaian, menandakan progres fisik proyek yang terus mengalami perkembangan menuju target rampung pada akhir Juli 2026.
Di dekat pos keamanan juga tampak papan informasi proyek yang mudah terlihat oleh setiap pengunjung maupun pengguna jalan.
Pada papan tersebut dijelaskan bahwa proyek berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Nama pekerjaan tercantum sebagai Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 2 yang berlokasi di Kabupaten Takalar.
Penyedia jasa proyek adalah PT Nindya Karya (Persero) KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng berdasarkan kontrak Nomor PB.02.01-Gs3/SP/484 tertanggal 17 November 2025.
Nilai kontrak induk pembangunan Sekolah Rakyat mencapai Rp974,8 miliar, sedangkan nilai kontrak khusus pembangunan di Kabupaten Takalar sebesar Rp229.455.100.220,89.
Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dengan sumber pendanaan berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025-2026.
Berdasarkan site plan yang terpampang di papan proyek, kawasan Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan fasilitas pendukung.
Fasilitas itu meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, masjid, gedung serbaguna, kantin, lapangan olahraga, instalasi pengolahan air bersih hingga fasilitas pengelolaan limbah.
Progres 85 Persen
Seorang sumber internal PT Nindya Karya yang enggan disebutkan namanya mengatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 85 persen.
“Kalau dari sisi kami, progresnya sudah sekitar 85 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa capaian 85 persen tersebut mencakup penyelesaian gedung belajar sekolah, asrama siswa, serta beberapa fasilitas pendukung seperti tempat ibadah dan sarana olahraga.
“Yang sudah jadi itu gedung belajar sekolah, asrama siswa, dan beberapa fasilitas seperti ibadah serta sarana olahraga. Sisanya tinggal finishing halaman dan jalan kompleks yang belum rampung,” katanya.
Ia mengakui terdapat sejumlah pekerjaan tambahan yang harus dikerjakan di lapangan meski tidak tercantum dalam perencanaan awal.
“Pembabatan dan pemerataan lahan misalnya, itu tidak masuk dalam juknis. Kami mendapat banyak pekerjaan tambahan, sementara waktu pelaksanaan tidak bertambah,” katanya.
Meski demikian, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan utama dapat diselesaikan sesuai target.
“Insya Allah akhir bulan ini jalan beton yang mengelilingi kompleks sudah rampung,” tegasnya.
Apabila selesai sesuai jadwal, Sekolah Rakyat Takalar diharapkan segera dapat dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan terpadu yang menyediakan fasilitas belajar dan asrama bagi peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. (*)


