Persija Jakarta dan Pelita Jaya Basketball Berjalan Bersama Mewujudkan Juara Nasional
Persija Jakarta dan Pelita Jaya Basketball resmi menjalin persaudaraan dalam upaya bersama mewujudkan juara di kompetisi nasional. Kedua klub besar ibu kota Indonesia tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi awal dari kolaborasi strategis antara kedua belah pihak.
Penandatanganan MoU dilakukan di PJ Arena, Jakarta Selatan pada Kamis (12/2). Acara ini turut dihadiri oleh para pemain dari kedua tim, sehingga menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama.
Dari sisi Persija Jakarta, tiga pemain asing Brasil yang dikenal sebagai trio Brasil yaitu Van Basty Sousa, Gustavo Almeida, dan Bruno Tubarao hadir dalam acara tersebut. Sementara itu, dari Pelita Jaya, hadir Andakara Prastawa, Brandon Jawato, pemain asing Jeffre Withey, serta pelatih David Singleton.
Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang memberikan dampak positif bagi kedua klub dan olahraga Jakarta secara keseluruhan.
“Kolaborasi ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan sesama klub Jakarta. Kami percaya, dengan berjalan bersama Pelita Jaya, akan tercipta sinergi yang tidak hanya menguatkan klub, tetapi juga memberi dampak positif bagi ekosistem olahraga Jakarta,” ujar Prapanca.
Andiko Ardi Purnomo, Presiden Pelita Jaya, juga menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari hubungan historis antara dua klub ibu kota.
Selain itu, Persija dan Pelita Jaya memiliki tekad yang sama untuk meraih gelar juara bersama. Terutama pada tahun 2027, yang merupakan perayaan ulang tahun ke-500 Kota Jakarta. Macan Kemayoran diharapkan bisa menjadi yang terbaik di Super League, sementara Pelita Jaya bertekad untuk memenangkan Indonesian Basketball League (IBL).
“Kami merasa tersanjung dengan hadirnya kolaborasi ini. Sejak lama, Pelita Jaya dan Persija adalah satu keluarga. Hari ini kami memastikan kesinambungan itu,” ujar Andiko.
“Kami ingin menguatkan ekosistem olahraga di Jakarta dan memberikan hadiah kepada warga Jakarta untuk juara bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Andakara Prastawa selaku kapten tim Pelita Jaya menyampaikan bahwa misi juara bersama dengan Persija bukanlah beban, melainkan tantangan yang menarik dan membuat tim semakin bersemangat.
“Itu (PJ dan Persija juara bareng) tantangan yang exciting sih buat aku, bukan jadi beban untuk kita. Cuma, kita tahu lah Jakarta itu kan ibu kota Indonesia gitu. Banyak yang mau lihat (klub) Jakarta berprestasi pastinya,” kata Prastawa.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai orang Jakarta sejak kecil, ia sangat senang dengan target juara bersama. “Aku pingin banget bawa PJ juara, Jakarta. Untuk Jakarta. Apalagi melihat tim lain yang notabene sekarang (mewakili Jakarta) di sepak bola, Persija Jakarta, bisa juara juga.”
Menurut Prastawa, juara bersama akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Jakarta. Bahkan bagi dirinya sendiri, pencapaian ini akan menjadi kenangan yang berkesan.
“Juara bareng itu bakalan jadi suatu kebanggaan yang menarik banget lah. Mungkin jadi pencapaian juga selama di karier aku kan gitu. Jadi bisa juara bareng-bareng dan nanti mungkin bisa ada pawai bareng kali, kan?” tutur Pras, sapaan akrabnya.
“Gak ada yang gak mungkin. Jadi targetnya tetap juara dulu, fokus di kita juara di basket (IBL), dan kita juga berdoa buat Persija bisa juara di Liga 1 (Super League),” tutup Prastawa.



