Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Jangan-jangan kembali gagal juara, trauma akhir musim menghantui Arsenal
Olahraga

Jangan-jangan kembali gagal juara, trauma akhir musim menghantui Arsenal

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Arsenal kembali menghadapi tekanan dalam persaingan gelar juara Premier League 2025-2026. Setelah sebelumnya terlihat akan mudah meraih gelar, tim asuhan Mikel Arteta kini mulai merasakan kembali trauma yang pernah mereka alami di masa lalu.

Sejak awal Oktober, Arsenal memimpin klasemen dengan stabil dan tak tergoyahkan. Pada awal Januari, mereka unggul 7 poin atas Manchester City, yang menjadi pengejar utama. Namun, dalam empat pekan terakhir, jarak tersebut berkurang menjadi hanya 4 poin saja. Hal ini membuat persaingan semakin ketat dan menimbulkan kekhawatiran bagi The Gunners.

Arsenal hanya mampu meraih 7 poin dari empat pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Brentford pada Kamis (12/2/2026). Sementara itu, Manchester City berhasil mengumpulkan 10 poin dalam empat laga terbaru. Dengan sisa 12 pertandingan, selisih 4 poin bisa menjadi momok bagi Arsenal.

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa Arsenal sering kali gagal menyelesaikan musim dengan baik. Pada kompetisi 2022-2023, mereka sempat memimpin klasemen, tetapi akhirnya tersalip oleh Manchester City karena performa buruk di 9 laga terakhir. Di musim berikutnya, mereka hanya mampu menjadi runner-up meskipun sempat berada di posisi pertama hingga pekan ke-36.

Saat ini, Arsenal masih memegang kendali dalam persaingan gelar. Keunggulan 4 poin atas Man City berarti nasib mereka ada di tangan sendiri. Kedua tim memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan 12 pertandingan tersisa. Pertemuan antara Arsenal dan Manchester City di Stadion Etihad pada 18 April mendatang akan menjadi momen penting dalam persaingan ini.

Namun, masalah utama bagi Arsenal adalah kemampuan mereka untuk menyelesaikan musim dengan baik. Dalam lima musim terakhir, hanya sekali Tim Meriam mampu menutup liga dengan hasil yang meyakinkan. Pada musim 2023-2024, mereka mencatatkan 10 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 12 laga terakhir.

Di musim-musim lain, Arsenal hanya mampu meraih maksimal 24 poin dari 36 poin yang mungkin. Pada 2020-2021, mereka hanya meraih 21 poin dari 12 laga terakhir. Di musim 2021-2022, mereka hanya mampu mengumpulkan 18 poin dari 12 laga pamungkas. Musim 2022-2023 juga tidak jauh berbeda, dengan total 21 poin dari 6 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 3 kekalahan.

Statistik musim lalu juga menunjukkan bahwa performa Arsenal tidak konsisten. Bukayo Saka dkk. hanya mampu mengumpulkan 21 poin dari 5 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 12 laga terakhir.

Di sisi lain, Manchester City memiliki catatan yang lebih baik dalam menyelesaikan musim. Dalam lima musim terakhir, The Citizens selalu unggul dalam perolehan poin di 12 laga terakhir. Pada 2020-2021, mereka mengumpulkan 24 poin. Di musim berikutnya, mereka meraih 30 poin, lalu 31 pada 2022-2023, 32 pada 2023-2024, dan 23 poin pada musim lalu.

Setelah ditahan Brentford, Mikel Arteta meminta para pemainnya untuk tetap tenang dan fokus. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan meningkatkan performa di setiap pertandingan. “Kami harus siap memenangi setiap pertandingan dan satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah fokus pada target tersebut serta menaikkan level performa secara individual dan kolektif,” ujarnya seperti dikutip dari BBC.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?