Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 14 September 2026
Trending
  • Klarifikasi Atta Halilintar usai pose mesra bareng cewek beredar, suami Aurel: Minta foto itu biasa
  • Ingin memulai hari lebih sehat? Lakukan 7 perilaku ini menurut psikologi
  • Soal Massa Iddah Politik Calon Ketua Umum PBNU,Gus Romy: Gus Yusuf Bisa Terdampak
  • Run & Rise 2026 sukses digelar, ribuan langkah pelari jadi harapan akses air bersih
  • 5 film romantis Barat yang cocok ditonton si hopeless romantic
  • Keluarga menunggu cemas, 140 penumpang KM Virgo Transport 8 masih dicari tim SAR
  • Lars Veldwijk pakai nomor punggung 7 di PSM Makassar, pernah tandem Marc Klok di FC Utrecht
  • Lirik lagu Bunga Bunga di Barcelona – Christie dan makna lengkapnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Jangan-jangan kembali gagal juara, trauma akhir musim menghantui Arsenal
Olahraga

Jangan-jangan kembali gagal juara, trauma akhir musim menghantui Arsenal

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Arsenal kembali menghadapi tekanan dalam persaingan gelar juara Premier League 2025-2026. Setelah sebelumnya terlihat akan mudah meraih gelar, tim asuhan Mikel Arteta kini mulai merasakan kembali trauma yang pernah mereka alami di masa lalu.

Sejak awal Oktober, Arsenal memimpin klasemen dengan stabil dan tak tergoyahkan. Pada awal Januari, mereka unggul 7 poin atas Manchester City, yang menjadi pengejar utama. Namun, dalam empat pekan terakhir, jarak tersebut berkurang menjadi hanya 4 poin saja. Hal ini membuat persaingan semakin ketat dan menimbulkan kekhawatiran bagi The Gunners.

Arsenal hanya mampu meraih 7 poin dari empat pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Brentford pada Kamis (12/2/2026). Sementara itu, Manchester City berhasil mengumpulkan 10 poin dalam empat laga terbaru. Dengan sisa 12 pertandingan, selisih 4 poin bisa menjadi momok bagi Arsenal.

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa Arsenal sering kali gagal menyelesaikan musim dengan baik. Pada kompetisi 2022-2023, mereka sempat memimpin klasemen, tetapi akhirnya tersalip oleh Manchester City karena performa buruk di 9 laga terakhir. Di musim berikutnya, mereka hanya mampu menjadi runner-up meskipun sempat berada di posisi pertama hingga pekan ke-36.

Saat ini, Arsenal masih memegang kendali dalam persaingan gelar. Keunggulan 4 poin atas Man City berarti nasib mereka ada di tangan sendiri. Kedua tim memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan 12 pertandingan tersisa. Pertemuan antara Arsenal dan Manchester City di Stadion Etihad pada 18 April mendatang akan menjadi momen penting dalam persaingan ini.

Namun, masalah utama bagi Arsenal adalah kemampuan mereka untuk menyelesaikan musim dengan baik. Dalam lima musim terakhir, hanya sekali Tim Meriam mampu menutup liga dengan hasil yang meyakinkan. Pada musim 2023-2024, mereka mencatatkan 10 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 12 laga terakhir.

Di musim-musim lain, Arsenal hanya mampu meraih maksimal 24 poin dari 36 poin yang mungkin. Pada 2020-2021, mereka hanya meraih 21 poin dari 12 laga terakhir. Di musim 2021-2022, mereka hanya mampu mengumpulkan 18 poin dari 12 laga pamungkas. Musim 2022-2023 juga tidak jauh berbeda, dengan total 21 poin dari 6 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 3 kekalahan.

Statistik musim lalu juga menunjukkan bahwa performa Arsenal tidak konsisten. Bukayo Saka dkk. hanya mampu mengumpulkan 21 poin dari 5 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 12 laga terakhir.

Di sisi lain, Manchester City memiliki catatan yang lebih baik dalam menyelesaikan musim. Dalam lima musim terakhir, The Citizens selalu unggul dalam perolehan poin di 12 laga terakhir. Pada 2020-2021, mereka mengumpulkan 24 poin. Di musim berikutnya, mereka meraih 30 poin, lalu 31 pada 2022-2023, 32 pada 2023-2024, dan 23 poin pada musim lalu.

Setelah ditahan Brentford, Mikel Arteta meminta para pemainnya untuk tetap tenang dan fokus. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan meningkatkan performa di setiap pertandingan. “Kami harus siap memenangi setiap pertandingan dan satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah fokus pada target tersebut serta menaikkan level performa secara individual dan kolektif,” ujarnya seperti dikutip dari BBC.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

31 Agustus 2026

Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

31 Agustus 2026

Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klarifikasi Atta Halilintar usai pose mesra bareng cewek beredar, suami Aurel: Minta foto itu biasa

14 September 2026

Ingin memulai hari lebih sehat? Lakukan 7 perilaku ini menurut psikologi

14 September 2026

Soal Massa Iddah Politik Calon Ketua Umum PBNU,Gus Romy: Gus Yusuf Bisa Terdampak

14 September 2026

Run & Rise 2026 sukses digelar, ribuan langkah pelari jadi harapan akses air bersih

14 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?