Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya, Senin 11 Mei 2026
  • Renungan Katolik Selasa 12 Mei 2026: Lebih Baik Aku Pergi Bagimu
  • Komitmen perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terwujud melalui lingkungan perusahaan
  • 17 Makna Emoji Pria yang Menyukaimu, Waspada!
  • Posisi enam Moto3, Veda Ega beri peringatan bagi lawan di Le Mans
  • Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan
  • Klasemen Liga Italia: Napoli Kalah 2-3, Tiket Liga Champions Masih Tidak Aman
  • Pendaftaran SPMB Sumsel 2026/2027: Jadwal, Persyaratan, dan Prosedur Lengkap untuk SMA/SMK
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah Tembus Rp17.300, Menteri: Bukan Tanda Ekonomi Buruk, RI Tetap Kuat
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.300, Menteri: Bukan Tanda Ekonomi Buruk, RI Tetap Kuat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi Ekonomi Indonesia Dinilai Masih Kuat Meski Rupiah Melemah

Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons terkait pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh Rp17.300. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan situasi ekonomi dalam negeri yang memburuk.

Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi domestik dinilai masih relatif kuat dibandingkan sejumlah negara lain, termasuk di kawasan ASEAN. Ia menyebut bahwa perbandingan ini melibatkan negara-negara seperti Malaysia dan Thailand yang justru mengalami penguatan terhadap dolar AS.

“Untuk saya sih ini bukan tanda pemburukan apa dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat,” ujar Purbaya saat Media Briefing di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa dinamika nilai tukar lebih tepat dijelaskan oleh otoritas moneter, yaitu Bank Indonesia (BI). Pemerintah sendiri fokus pada menjaga fondasi ekonomi nasional.

Pergerakan Nilai Tukar Antarnegara Berbeda-Beda

Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar antarnegara memang berbeda-beda. Contohnya, beberapa mata uang seperti Malaysia dan Thailand tercatat menguat terhadap dolar AS. Ia menilai bahwa hal ini menjadi indikasi bahwa situasi ekonomi di negara-negara tersebut stabil.

“Cuma gerakan nilai tukarnya beda kan. Anda lihat Malaysia menguat, Thailand menguat terhadap dolar. Relatifnya dari awal tahun sampai sekarang,” tambahnya.

Menkeu juga memastikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini tetap terjaga dan bahkan berpotensi menguat ke depannya. Hal ini didorong oleh upaya pemerintah dalam memperbaiki berbagai kendala struktural.

“Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat. Karena kita akan semakin serius perbaikan kendala-kendala di perekonomian,” tegasnya.

Faktor Teknis dan Global Turut Mempengaruhi Rupiah

Meskipun demikian, Purbaya mengakui bahwa faktor teknis dan dinamika global memang menjadi salah satu pengaruh terhadap pergerakan nilai tukar. Ia menegaskan bahwa penjelasan lebih lanjut perihal pergerakan nilai tukar rupiah ini harus datang dari bank sentral.

“Yang pertama tentang Rupiah. Anda harus nanya bank sentral itu. Nanti kalau saya ngomong susahlah. Tapi kita silakan nih ke pengelola-pengelolanya, regulatornya yang kita anggap mampu,” kata Purbaya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bukan ahli di bidang tersebut, sehingga ia lebih memilih untuk merujuk pada otoritas yang lebih kompeten.

Kurs Dolar AS di Beberapa Bank Besar

Kurs dolar AS di pasar spot mengalami penguatan setelah sebelumnya melemah tajam. Pada hari Jumat (24/4/2026), kurs rupiah menguat sebesar Rp 57 atau 0,33 persen menjadi Rp 17.229 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berikut perbandingan kurs dolar AS di beberapa bank besar:

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Beli: sekitar Rp17.040
  • Jual: sekitar Rp17.340
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Beli: sekitar Rp17.160
  • Jual: sekitar Rp17.400
  • Bank Central Asia (BCA)
  • Beli: sekitar Rp17.140
  • Jual: sekitar Rp17.440
  • Bank Mandiri
  • Beli: sekitar Rp17.100
  • Jual: sekitar Rp17.400

Pelemahan Rupiah Bisa Berlanjut

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa pelemahan rupiah bisa berlanjut hingga menyentuh Rp 17.400 pada akhir April 2026, lebih cepat dari ekspektasi awal yang semula dipatok untuk tahun 2026.

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang sama-sama kuat.

Dari sisi global, memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kegagalan perundingan yang difasilitasi Pakistan.

Iran disebut tidak menghadiri pertemuan tersebut menyusul aksi AS yang menyita kapal tanker Iran di Selat Hormuz. Ia menjelaskan, tuntutan AS terkait pembebasan tarif di Selat Hormuz serta penghentian pengayaan uranium dinilai sulit diterima Iran, sehingga memperkecil peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Saat ini, harga minyak jenis Brent telah mencapai sekitar 103 dolar AS per barel, sementara WTI berada di kisaran 98 dolar AS per barel. Kenaikan harga energi tersebut memberi tekanan tambahan bagi negara importir seperti Indonesia.

Dari dalam negeri, lonjakan harga minyak berpotensi memperlebar defisit anggaran. Indonesia membutuhkan sekitar 2,1 juta barel minyak per hari, sementara produksi domestik belum mencukupi sehingga impor mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari.

“Artinya pemerintah harus menyiapkan anggaran yang jauh lebih besar untuk impor energi, apalagi ada kendala distribusi akibat ketegangan di Selat Hormuz,” jelas Ibrahim, Kamis (23/4/2026).

Selain itu, beban fiskal juga meningkat seiring kebijakan pemerintah yang masih menahan harga BBM subsidi di tengah kenaikan harga minyak global. Di sisi lain, penyesuaian harga hanya dilakukan pada BBM non-subsidi.

Kondisi tersebut memperbesar kebutuhan subsidi energi, sehingga berisiko memperlebar defisit APBN. Padahal dalam asumsi APBN 2026, harga minyak ditetapkan di kisaran 70 dolar AS per barel dengan batas atas 92 dolar AS per barel.

Tak hanya itu, faktor jatuh tempo utang pemerintah dalam jumlah besar juga turut membebani sentimen terhadap rupiah.

Dalam APBN 2026, nilai tukar rupiah diasumsikan berada di level Rp 16.500 per dolar AS. Dengan posisi saat ini yang sudah jauh melemah, pemerintah dinilai membutuhkan dana tambahan untuk menutup berbagai tekanan, terutama dari sisi impor energi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen

15 Mei 2026

Perubahan iklim dan ancaman hantavirus lama

14 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi Q1 2026 5,61%: Hanya Angka Tanpa Lapangan Kerja

14 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya, Senin 11 Mei 2026

15 Mei 2026

Renungan Katolik Selasa 12 Mei 2026: Lebih Baik Aku Pergi Bagimu

15 Mei 2026

Komitmen perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terwujud melalui lingkungan perusahaan

15 Mei 2026

17 Makna Emoji Pria yang Menyukaimu, Waspada!

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?