Pergantian Kepemimpinan Badan Gizi Nasional
Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan penting dalam menjalankan pemerintahan dengan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana, beserta dua wakil kepala BGN. Keputusan ini dilakukan setelah meninjau kinerja lembaga tersebut selama sekitar 1,5 tahun. Dalam perubahan struktur pimpinan, Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN kini diangkat menjadi Kepala BGN.
Pencopotan Dadan terjadi setelah ia pulang dari ibadah haji ke Tanah Suci. Ia dan istrinya menunaikan ibadah haji melalui jalur reguler setelah menunggu selama sekitar 12 tahun sejak mendaftar pada 2014. Dadan berangkat pada 20 Mei 2026 dan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah sebelum kembali ke Indonesia pada akhir Mei 2026 karena agenda kenegaraan. Selama berada di Arab Saudi, ia juga mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah dan mengusulkan penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di luar negeri untuk pertama kalinya bagi anak pekerja migran Indonesia.
Keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam mencopot Kepala BGN dan dua Wakil Kepala BGN diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam pernyataannya, Prasetyo menyebut bahwa evaluasi kinerja lembaga mencakup catatan kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta tata kelola program MBG.
Penyebab Pergantian Pimpinan
Pergantian dinilai mengejutkan karena dilakukan setelah agenda lapangan Presiden pada pagi hari yang sama. Namun, sumber internal menyebut keputusan telah diambil beberapa hari sebelumnya. Isu pergantian juga telah berembus di internal pemerintah, termasuk sorotan terhadap kinerja dan efisiensi anggaran. Salah satu lembaga disebut harus segera diganti karena kinerja dan pemborosan anggaran.
Selain itu, isu dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG juga menjadi perhatian. Pemerintah menyebut proses tersebut masih dalam audit internal. “Semua sedang dalam proses audit internal. Itu bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus,” ujar Prasetyo.
Isu OTT Pejabat BGN
Sebelum pergantian para pejabat BGN, isu operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat BGN sempat mencuat pekan lalu. Wakil Kepala BGN saat itu, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, diisukan terkena OTT Kejaksaan Agung (Kejagung). Isu tersebut beredar di kalangan awak media pada Kamis (21/5/2026). Sony kemudian membantah terkena OTT dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Operasi Tangkap Tangan atau OTT adalah istilah populer yang sering digunakan media untuk menyebut tindakan penangkapan langsung terhadap seseorang yang sedang atau baru saja melakukan tindak pidana, terutama kasus korupsi atau suap. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, juga membantah adanya OTT terhadap pejabat BGN.
Selain Sony, Nanik S. Deyang yang kini menjabat Kepala BGN juga sempat dikaitkan dengan isu OTT aparat penegak hukum.
Peran Baru Nanik S. Deyang
Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, kini menjadi Kepala BGN. Dengan pengalaman sebelumnya, ia diharapkan dapat memperbaiki kinerja lembaga dan meningkatkan efisiensi program MBG. Penunjukannya sebagai Kepala BGN dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan program bantuan gizi nasional.



