Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 17 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Pugianto, Buruh Klaten Bersepeda ke Mekkah di Usia 55 Tahun untuk Umrah
Pariwisata

Pugianto, Buruh Klaten Bersepeda ke Mekkah di Usia 55 Tahun untuk Umrah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan Bersepeda Menuju Mekkah dari Klaten

Pugianto (55) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pugi, seorang buruh bangunan asal Desa Cawas, Klaten, memulai perjalanan bersepeda menuju Mekkah dari Alun-alun Klaten pada 31 Mei 2026. Impian untuk menunaikan ibadah umrah dengan cara yang tidak biasa telah lama menjadi keinginannya. Namun, baru kali ini impian tersebut bisa terwujud setelah bergabung dengan pesepeda dari Garut dan Bogor yang juga memiliki rencana melakukan perjalanan lintas Asia.

Perjalanan yang akan dilakukannya diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan. Dalam persiapan yang dilakukan selama beberapa bulan, Pugianto telah mempersiapkan segala hal mulai dari kondisi fisik hingga kelayakan sepeda. Ia juga mempersiapkan kebutuhan selama perjalanan, termasuk perlengkapan pendukung seperti rompi keselamatan berwarna hijau terang yang akan digunakan untuk meningkatkan keamanan di jalan.

Keberaniannya mengayuh sepeda menuju Tanah Suci menyimpan kisah perjuangan dan impian yang telah lama dipendam oleh warga Desa Cawas, Kabupaten Klaten tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini hanya tersimpan dalam angan. Keputusan itu bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari persiapan yang matang.

Dalam perjalanannya nanti, Pugianto tidak berangkat sendirian. Ia akan bergabung dengan sejumlah pesepeda lain yang memiliki misi menjelajahi kawasan Asia. Beberapa rekan seperjalanannya diketahui berasal dari Garut dan Bogor, Jawa Barat. Bagi Pugianto, perjalanan ini bukan sekadar aktivitas olahraga atau petualangan biasa.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mencapai Tanah Suci dengan cara yang menurutnya memiliki makna tersendiri. Meski sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan tekadnya untuk mengejar impian. Justru dari kesederhanaan itulah lahir semangat besar yang membuat banyak orang terinspirasi.

Momen keberangkatan Pugianto sempat diabadikan dalam unggahan akun Instagram @beny_kimpling_erdeve pada 31 Mei 2026. Dalam video tersebut terlihat suasana penuh haru saat para sahabat dan sesama pesepeda melepas keberangkatannya. Sebelum memulai perjalanan, mereka bahkan sempat berkumpul dan menikmati makan bersama di sebuah warung soto. Momen sederhana itu menjadi simbol kebersamaan sekaligus titik awal perjalanan panjang yang akan menguji fisik dan mental Pugianto selama berbulan-bulan ke depan.

Dalam perjalanannya menuju Mekkah, Pugianto mengandalkan sepeda kesayangannya yang telah dipersiapkan secara khusus. Perjalanan menuju Mekkah tentu bukan perkara mudah. Ribuan kilometer harus ditempuh dengan melewati berbagai daerah dan negara, menghadapi cuaca yang berbeda-beda, medan jalan yang beragam, hingga tantangan fisik yang tidak ringan.

Namun bagi Pugianto, usia bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Di usia 55 tahun, ia justru menunjukkan bahwa semangat, keyakinan, dan tekad yang kuat dapat membawa seseorang melangkah jauh melampaui batas yang selama ini dianggap mustahil. Kini, langkah kayuhan Pugianto dari Klaten menuju Mekkah tak hanya menjadi perjalanan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang arti kegigihan dalam mengejar impian dan mewujudkan niat baik, meskipun harus ditempuh melalui perjalanan yang panjang dan penuh tantangan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal

13 Juni 2026

Libur Sekolah, Sleman Target 450 Ribu Wisatawan

13 Juni 2026

Pesona Danau Pauh, Wisata Alam Menarik di Jangkat Merangin Jambi

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?