Perubahan Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional
Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perubahan kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka penyegaran struktur organisasi. Salah satu keputusan yang diambil adalah pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut kini digantikan oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Selain Dadan, dua wakil kepala BGN lainnya juga turut diganti dalam keputusan yang diumumkan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pergantian ini dilakukan sebagai bagian dari langkah presiden untuk memperkuat kepemimpinan di lembaga tersebut. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas kontribusi jajaran pimpinan sebelumnya dalam membangun fondasi lembaga. Namun, pencopotan Dadan menjadi sorotan publik karena ia belum genap dua tahun menjabat sebagai Kepala BGN. Ia dilantik pada 19 Agustus 2024 oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024.
Sejak awal pembentukannya, BGN berada dalam tahap penguatan struktur dan kelembagaan. Dadan menjadi figur pertama yang memimpin lembaga tersebut ketika masih dalam masa awal pembentukan, sehingga perannya cukup strategis dalam merancang arah kebijakan awal.
Profil Pendidikan dan Latar Belakang Akademisi
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada tahun 1967. Ia dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang pertanian dan entomologi. Dadan menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan berhasil meraih predikat lulusan terbaik pada Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan tahun 1990. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Jerman, tepatnya di Universitas Leibniz Hannover, dengan fokus pada Entomologi Terapan.
Sejak 1992, Dadan mengabdi sebagai dosen di IPB dan kemudian dikukuhkan sebagai lektor. Karier akademiknya banyak berkaitan dengan riset, pengembangan institusi, serta penguatan sektor pertanian dan sumber daya manusia.
Jejak Karier dan Jabatan Strategis
Sebelum menduduki kursi Kepala BGN, Dadan memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik dan kelembagaan pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB serta beberapa posisi strategis lainnya di lingkungan kampus. Selain itu, ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua STPK Banau Halmahera Barat dan konsultan di berbagai kementerian.
Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai sosok yang aktif dalam transformasi kelembagaan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Pada 2024, ia kemudian dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, sebuah lembaga baru yang fokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Program dan Sorotan Selama Menjabat
Selama masa kepemimpinannya di BGN, Dadan turut menjadi sorotan publik, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut menjadi salah satu agenda besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menyinggung terkait pengelolaan anggaran besar program tersebut yang mencapai puluhan triliun rupiah, termasuk potensi pengembalian dana yang tidak terserap optimal.
Selain itu, Dadan sempat menjadi perhatian media karena beberapa pernyataannya yang menunjukkan pengalamannya beradaptasi dari dunia akademik ke ruang publik yang lebih terbuka dan penuh sorotan.
Harta Kekayaan dan Laporan LHKPN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Maret 2025, Dadan tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp9,02 miliar. Sebagian besar asetnya berasal dari tanah dan bangunan di wilayah Bogor dengan nilai mencapai sekitar Rp5,9 miliar. Selain itu, ia juga memiliki aset kendaraan, harta bergerak, serta kas dan setara kas dengan total signifikan.
Pergantian pucuk pimpinan di BGN menandai babak baru dalam pengelolaan lembaga yang memiliki peran penting dalam isu gizi nasional. Dengan ditunjuknya kepemimpinan baru, pemerintah berharap program-program strategis yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan diperkuat.



