Kehati-hatian PAN dan NasDem terkait Hak Angket DPRD Kaltim
DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan sikap hati-hati dalam menghadapi wacana penggunaan hak angket di DPRD Kaltim. Meskipun sejumlah kader PAN sebelumnya telah memberikan dukungan, partai ini memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin, menekankan pentingnya kajian matang sebelum mengambil langkah strategis. Ia menyatakan bahwa keputusan yang diambil harus dipertimbangkan secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi partai maupun masyarakat.
Erwin menjelaskan bahwa PAN ingin tetap berada di jalur kepentingan rakyat tanpa adanya intervensi pihak luar. Ia juga menegaskan bahwa setiap keputusan besar harus melalui kajian matang dan diputuskan dengan kepala dingin.
Selain itu, PAN ingin memastikan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, partai ini menginstruksikan kader PAN di legislatif untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur Kaltim.
Langkah tersebut sejalan dengan instruksi Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang meminta seluruh kader partai memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas kepentingan lainnya.
Tunggu Komunikasi Internal
Tidak hanya PAN, Partai NasDem juga mulai bersikap hati-hati terkait hak angket. Sebagai bagian dari fraksi gabungan PAN-NasDem di DPRD Kaltim, partai tersebut menilai perlu ada komunikasi lebih lanjut sebelum menentukan sikap resmi.
Ketua DPW NasDem Kaltim, Celni Pita Sari, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keputusan final terkait kelanjutan hak angket. Menurut dia, NasDem masih mengedepankan komunikasi internal bersama PAN guna menyamakan persepsi dalam fraksi gabungan.
Celni menjelaskan bahwa hingga kini komunikasi intensif belum terlaksana karena sejumlah anggota legislatif NasDem tengah menjalani agenda kunjungan kerja ke luar daerah. Ia menegaskan bahwa keputusan strategis tidak bisa diambil secara tergesa-gesa mengingat PAN dan NasDem berada dalam satu fraksi gabungan di DPRD Kaltim.
NasDem, kata dia, tidak ingin menentukan sikap sebelum tercapai kesepakatan bersama di tingkat fraksi. Untuk mempercepat komunikasi politik, NasDem telah meminta salah satu kader seniornya, Arfan, segera kembali ke Samarinda guna melakukan komunikasi dengan pihak PAN.
Pentingnya Konsistensi
Pengamat Hukum Tata Negara dari Unmul, Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro, mengkritik sikap politik partai terkait Hak Angket DPRD Kaltim yang akan segera di paripurnakan ini. Manuver yang ditunjukkan terkait dukungan terhadap Hak Angket DPRD Kaltim memicu kekecewaan publik.
Ia menilai sikap berubah-ubah partai tersebut sebagai bentuk inkonsistensi yang tidak bermartabat serta merupakan potret buruk bagi pendidikan politik masyarakat. Ia bahkan menyentil bahwa suara orisinal PAN sebenarnya tecermin dari sikap kader seperti Baharuddin Demmu.
Castro menutup pesannya dengan optimisme bahwa selama ada sokongan dari masyarakat, partai politik yang masih memiliki prinsip di DPRD akan tetap tegak lurus memperjuangkan aspirasi publik.

