Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Petugas Polsek Ciruas dan Pamapta Serang Tangani Kasus Pria Tewas
Hukum

Petugas Polsek Ciruas dan Pamapta Serang Tangani Kasus Pria Tewas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kejadian Meninggalnya Seorang Pria di Perumahan BCP Blok C.9

Kepolisian setempat kembali menunjukkan kecepatan dan ketelitian dalam menangani kasus kematian seorang pria di wilayah Perumahan BCP Blok C.9, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Kejadian ini terjadi pada Selasa 16 Desember 2025, saat personil Polsek Ciruas bersama Pamapta Polres Serang tiba di lokasi penemuan korban.

Korban yang dikenal dengan nama Sukamto (55 tahun) berasal dari Kota Bumi, Lampung. Ia ditemukan dalam kondisi telungkup di rumahnya setelah tidak terlihat keluar selama sehari. Awalnya, warga sekitar mencurigai keadaan korban karena tidak terlihat dalam aktivitas harian mereka.

Sejumlah saksi mengatakan bahwa warga mencoba memastikan keadaan korban dengan mengintip melalui lubang angin rumah. Saat itu, mereka melihat Sukamto tergeletak tanpa respons. Warga kemudian mendobrak pintu rumah dan menemukan korban dalam kondisi kaku dengan darah keluar dari mulutnya.

Polsek Ciruas segera menerima laporan dan langsung menindaklanjuti kejadian tersebut. Menurut Kapolsek Ciruas, Kompol Salahuddin, anggota langsung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.

“Setelah menerima laporan masyarakat, anggota kami langsung mendatangi lokasi untuk memastikan keadaan korban,” ujar Kompol Salahuddin.

Pihak keluarga menjelaskan bahwa korban telah tinggal sendiri selama kurang lebih dua tahun. Selain itu, korban memiliki riwayat penyakit stroke, sehingga pihak keluarga menegaskan tidak ada indikasi kekerasan pada tubuh Sukamto.

Kanist Reskrim Ipda Yogo Handono menambahkan, pemeriksaan awal menunjukkan kondisi korban sesuai dengan riwayat sakitnya. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi, dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Penyebab Kematian Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau ancaman bahaya yang signifikan pada tubuh korban. Hal ini menunjukkan bahwa kematian Sukamto kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi kesehatannya yang sudah buruk, terutama akibat riwayat penyakit stroke yang ia alami sebelumnya.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban selama ini hidup sendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga menyatakan bahwa korban tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya secara spesifik, meskipun memiliki riwayat penyakit yang cukup serius.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga melakukan wawancara dengan beberapa tetangga dan saksi mata. Dari hasil wawancara tersebut, tidak ada informasi yang menunjukkan adanya tindakan jahat atau kecurigaan terhadap kematian korban.

Tindakan Lanjutan

Meskipun tidak ada indikasi kekerasan, pihak kepolisian tetap melakukan prosedur standar dalam menangani kasus kematian. Termasuk dalam hal ini adalah pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan sekitar dan pengambilan keterangan dari pihak keluarga serta saksi.

Pihak keluarga juga memberikan persetujuan untuk tidak dilakukannya autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa kematian korban merupakan kejadian alami dan tidak ada kecurigaan terhadap tindakan orang lain.

Selain itu, polisi juga memberikan bantuan psikologis kepada pihak keluarga sebagai bentuk dukungan emosional dalam menghadapi kehilangan yang sangat berat.

Kesimpulan

Kasus kematian Sukamto menjadi contoh bagaimana aparat kepolisian dapat bekerja cepat dan tepat dalam menangani situasi yang memerlukan kehati-hatian dan profesionalisme. Meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan, proses investigasi tetap dilakukan agar semua aspek dapat dipertimbangkan dengan cermat.

Keluarga korban juga menunjukkan sikap dewasa dengan tidak memperpanjang proses hukum yang tidak diperlukan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah siap menerima kejadian yang terjadi dan berharap bisa segera melanjutkan kehidupan mereka dengan tenang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?