Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Perjalanan Masjid Al-Fajri: Dari Betawi ke Utsmani
    Ragam

    Perjalanan Masjid Al-Fajri: Dari Betawi ke Utsmani

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Perkembangan Masjid Al-Fajri yang Megah

    Masjid Al-Fajri, yang berdiri di Jalan Al Fajri, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, adalah salah satu bangunan masjid yang menarik perhatian banyak orang. Dengan luas bangunan 1000 meter persegi dan arsitektur bergaya Ottoman tradisional atau era Turki Utsmani, masjid ini memancarkan kesan megah sejak pertama kali dilihat.

    Bangunan kubus dengan kubah bertingkat, satu menara yang menjulang tinggi, serta warna abu alami yang mengelilinginya menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melewatinya. Masjid ini dirancang untuk meniru Blue Mosque di Istanbul, Turki, dengan segala ornamen dan kaligrafi yang menghiasi langit-langit tempat bersujud. Bahkan, pengurus masjid melakukan survei dan riset langsung ke Blue Mosque di Istanbul selama sepuluh hari agar bisa menerapkan desainnya di Masjid Al-Fajri.

    Filosofi dan Tujuan Pembangunan

    Ketua DKM Masjid Al-Fajri, Tatang Hidayat, menyatakan bahwa pembangunan masjid ini dilakukan dengan niat untuk menciptakan ruang ibadah yang tidak hanya megah, tetapi juga memiliki makna filosofis. Ia menegaskan bahwa bangunan ini dipimpin langsung oleh jemaah Masjid Al-Fajri yang merupakan lulusan Universitas Indonesia. Filosofisnya adalah mengingatkan semangat juang dakwah Islam yang Blue Mosque sendiri menjadi momen bersejarah dalam sejarah Islam masuk ke Eropa.

    Sejarah pembangunan Masjid Al-Fajri tidak bisa dilepaskan dari jejak panjang kebersamaan warga Kampung Kerobokan yang kini masuk wilayah Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tanah wakaf seluas 1.625 meter persegi digunakan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat. Cikal bakal masjid ini bermula dari sebuah langgar sederhana yang dikenal dengan sebutan “Langgar Ki Ojen” pada tahun 1942.

    Dari tempat ibadah kecil itulah denyut kehidupan keislaman masyarakat setempat mulai tumbuh dan berkembang. Pada akhirnya, lahan tersebut secara resmi diwakafkan untuk warga Kampung Kerobokan. Atas persetujuan para ulama setempat, termasuk KH Muhammad Amin dan diteruskan oleh KH Zayadi Amin (Guru Yadi), dibangunlah masjid yang kemudian dikenal sebagai Masjid Jami’ Al-Fajri.

    Perkembangan dan Renovasi

    Pembangunan masjid dimulai pada 1947 dan rampung pada 1958. Prosesnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dipelopori tokoh-tokoh seperti Aseni bin Ismail, Bentong, Sa’ari, dan Bi’ih bin Ja’ih. Konsultan ahli saat itu adalah Habib Muhammad bin Husen bin Ja’far Al-Haddad.

    Pada masa itu, bangunan Masjid Jami’ Al-Fajri sudah terbilang megah. Kaca bakar atau kaca timah di bagian depan bahkan diimpor langsung dari Arab Saudi atas inisiatif Habib Idrus bin Husen yang saat itu bermukim di sana. Namun, gaya arsitektur awalnya kental dengan ornamen klasik bernuansa budaya Betawi.

    Memasuki periode berikutnya, masjid Al-Fajri terus mengalami pembenahan. Pada 1965 dilakukan renovasi tanpa mengubah konstruksi utama. Namun, pada 1972, salah satu kubah masjid tersambar petir hingga hancur. Peristiwa itu menjadi titik balik untuk melakukan pemugaran total.

    Renovasi besar dimulai pada 1972 dan rampung pada 1978, di bawah kepemimpinan H. Abdul Karim (Tjung Njuk Thian) sebagai ketua panitia. Proses pembangunan diawasi oleh arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung, Ir. H. Erry. Masjid diperluas, pondasi menara dibangun, namun tetap menjaga identitas arsitektur sebelumnya yang khas Betawi.

    Era Arsitektur Utsmani: 2017

    Memasuki generasi kelima, semangat pembaruan semakin terasa. Terinspirasi dari peradaban Islam abad ke-18 pada masa Khilafah Utsmaniyah di Istanbul, Turki, pengurus masjid menggagas pembangunan dengan gaya arsitektur Utsmani. Salah satu referensinya adalah kemegahan Blue Mosque.

    Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami’ Al-Fajri bergaya arsitektur Utsmani dilaksanakan pada Sabtu, 25 Maret 2017, bertepatan dengan 26 Jumadil Akhir 1438 H. Pembangunan ini diprakarsai oleh KH Abdul Hamid Husen bin KH Abdul Ghofur selaku Ketua DKM periode 1996–2023, dengan dukungan para ulama, tokoh masyarakat, serta Wali Kota Jakarta Selatan saat itu.

    Kondisi Terkini dan Harapan

    Hingga saat ini, Tatang mengatakan bahwa pembangunan Masjid Al-Fajri dengan gaya arsitektur Ottoman sebenarnya masih belum sepenuhnya rampung. Masih dibutuhkan sejumlah anggaran untuk membereskan bagian lain dari masjid. “Mungkin sekarang ini masuknya sudah 75 persen. Berkat bantuan dari para jemaah hingga instansi maupun influencer yang membantu pembangunan masjid ini,” ungkapnya.

    Dengan anggaran puluhan miliar yang tergelontorkan itu, Tatang menggaku bahwa geliat jemaah yang datang ke Masjid Al-Fajri semakin membuncah. “Di waktu Ramadhan gini yang dateng banyak juga yang sengaja dari luar kota. Sampai sekarang kita udah catat ada ribuan tamu yang datang ke Masjid Al-Fajri,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

    31 August 2026

    Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

    31 August 2026

    Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?