Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Perbandingan Kekuatan Militer AS dan Iran di Ambang Perang
Nasional

Perbandingan Kekuatan Militer AS dan Iran di Ambang Perang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perbandingan Kekuatan Militer AS dan Iran yang Mengancam Kepentingan Global

Kemungkinan terjadinya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi topik utama dalam dunia politik global. Situasi ini muncul akibat ketegangan yang memburuk sejak demonstrasi besar-besaran di Iran, yang dipicu oleh krisis ekonomi dan energi yang semakin menghimpit rakyat negara tersebut.

Demonstrasi yang berlangsung selama beberapa hari telah menimbulkan korban jiwa, dengan laporan menyebutkan hingga 648 orang tewas. Aparat keamanan Iran menggunakan kekerasan untuk mengatasi protes, yang memicu respons dari pihak asing, termasuk AS. Presiden AS saat itu, Donald Trump, menyatakan siap melakukan intervensi jika Teheran terus menganiaya para demonstran.

Kekuatan Militer: Anggaran dan Personel

Iran memiliki anggaran pertahanan sebesar $15,5 miliar per tahun, jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran militer AS yang mencapai $895 miliar. Dalam hal jumlah personel, militer Iran terdiri dari 580.000 tentara aktif dan 200.000 cadangan, sementara AS memiliki sekitar 1,3 juta pasukan aktif dan 766.000 pasukan cadangan.

Selain itu, Iran juga memiliki Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengoperasikan Pasukan Quds, sebuah unit militer yang terkait dengan kelompok proksi seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Rezim Iran juga memiliki milisi Basij, yang sering digunakan untuk menindak protes anti-pemerintah.

Kekuatan Senjata dan Armada

Dalam hal senjata darat, Iran memiliki 1.713 tank dan 65.825 kendaraan lapis baja, sedangkan AS memiliki 4.640 tank dan 391.963 kendaraan lapis baja. Meskipun Iran memiliki lebih banyak artileri tarik dan peluncur roket bergerak dibandingkan AS, mereka kalah jauh dalam kemampuan laut dan udara.

Armada laut Iran terdiri dari 107 kapal, jauh lebih sedikit dibandingkan armada AS yang mencapai 440 kapal. AS juga memiliki 11 kapal induk dan 81 kapal perusak, sementara Iran tidak memiliki kapal induk atau kapal perusak. Namun, Iran memiliki armada kapal cepat dan kapal selam yang bisa mengganggu lalu lintas pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Kekuatan Udara

Di udara, AS memiliki lebih dari 13.000 pesawat, sementara Iran hanya memiliki 551 pesawat. Keunggulan AS terlihat jelas dalam pesawat tempur serta pesawat serang dan angkut khusus.

Pernyataan dan Tindakan yang Mungkin Dilakukan

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menangani situasi di Iran. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan bahwa jika terjadi serangan, semua pusat militer, pangkalan, dan kapal AS akan menjadi target.

Apa yang Akan Terjadi Berikutnya?

Meskipun Trump telah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran, ia diperkirakan akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas opsi intervensi lebih lanjut. Laporan menyebutkan bahwa ia sedang mempertimbangkan serangan rudal, opsi siber, dan kampanye psikologis sebagai alternatif.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?