Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
  • NasDem Belum Putuskan Pengganti RMS, Tobo: Darah PSI Sudah Mengalir
  • Iran Tanggapi Usulan Damai AS, Fokus Awal Berhentikan Perang
  • 5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Penurunan 14,8 Persen PNBP pada November 2025
Ekonomi

Penurunan 14,8 Persen PNBP pada November 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Hingga November 2025

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga tanggal 30 November 2025 mencapai sebesar Rp 444,9 triliun atau sekitar 93,2 persen dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini. Meskipun angka ini cukup tinggi, namun masih belum mencapai target yang ditetapkan untuk tahun 2025 sebesar Rp 477 triliun rupiah.

Dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta pada hari Kamis, 18 Desember 2025, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa PNBP dari sumber daya alam minyak dan gas tercatat sebesar Rp 94 triliun atau 78,8 persen dari outlook APBN. Sementara itu, PNBP dari sektor nonminyak dan gas mencapai Rp 125,8 triliun atau 91,5 persen dari outlook APBN.

Selain itu, PNBP dari kekayaan negara dipisahkan mencapai Rp 11,9 triliun atau 100,2 persen dari outlook APBN. PNBP lainnya mencapai Rp 111,9 triliun atau 78,8 persen dari outlook APBN, sedangkan PNBP dari Badan Layanan Umum sebesar Rp 90,9 triliun atau 91,6 persen dari outlook APBN.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2025, jumlah PNBP mengalami penurunan sebesar 14,8 persen. Pada periode yang sama di tahun 2024, PNBP tercatat sebesar Rp 522,5 triliun. Hal ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam penerimaan negara dari sektor PNBP.

Suahasil menjelaskan bahwa PNBP sektor sumber daya alam pada tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024. Untuk sektor minyak dan gas, PNBP turun sebesar 12,4 persen secara year on year (yoy). Penurunan ini disebabkan oleh pelemahan harga Indonesian Crude Price (ICP) serta penurunan lifting gas bumi dan lifting minyak bumi yang belum sesuai dengan target APBN.

“Lifting minyak buminya ada peningkatan dibandingkan tahun lalu, tapi masih tetap di bawah dari target atau asumsi dasar APBN,” ujarnya.

Pertumbuhan PNBP Sektor Non-Minyak dan Gas

Sementara itu, PNBP sektor nonminyak dan gas tumbuh sebesar 0,7 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral serta dampak implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025.

Suahasil menambahkan bahwa faktor-faktor seperti kurs juga turut berkontribusi dalam perubahan penerimaan negara tersebut. “Jadi kombinasi dari berbagai hal termasuk juga kombinasi dari kurs,” tuturnya.

Tantangan dan Peluang di Sektor PNBP

Meski PNBP sektor nonminyak dan gas mengalami pertumbuhan, namun penurunan dari sektor minyak dan gas tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Diperlukan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan produksi dan pendapatan dari sektor energi, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dan gas global.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan bahwa kebijakan-kebijakan baru seperti Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025 dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara.

Dengan demikian, pencapaian PNBP yang lebih optimal akan sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan sumber daya alam, kebijakan ekonomi yang tepat, serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026

65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dengan Kunci Jawaban UAS, PAS, ASAS, ASAT, PAT

15 Mei 2026

Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi

15 Mei 2026

Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan

15 Mei 2026

20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

15 Mei 2026

Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?