Penonton Persebaya Surabaya Tembus 160 Ribu, Rekor Persib Bandung Terancam
Persebaya Surabaya kembali mencatatkan prestasi luar biasa dalam Super League 2025/2026. Total penonton yang hadir di pertandingan kandang klub berjuluk Green Force telah mencapai angka 167.530 orang hingga pekan ke-20. Angka ini menempatkan Persebaya di posisi ketiga daftar klub dengan penonton terbanyak di liga. Posisi ini menjadikannya sebagai salah satu pesaing utama untuk merebut rekor penonton terbanyak dari Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Laga melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-20 akan menjadi momen penting bagi Persebaya Surabaya. Stadion Gelora Bung Tomo, yang memiliki kapasitas 46.806 kursi, akan kembali dipenuhi oleh suporter setia bernama Bonek dan Bonita. Dengan rata-rata penonton sebesar 16.753 per pertandingan, stadion ini menjadi salah satu tempat paling dinamis di Super League 2025/2026.
Pemain dan Suporter Menjadi Kunci Kesuksesan
Performa impresif yang ditunjukkan oleh Persebaya Surabaya musim ini tidak lepas dari dukungan luar biasa dari para suporter. Euforia yang muncul setelah kemenangan atas Bali United pada pekan lalu menunjukkan antusiasme yang tinggi. Kemenangan tersebut juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Persebaya Surabaya menjadi 13 laga beruntun. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa tim asuhan Bernardo Tavares bisa terus bersaing di papan atas.
Beberapa pemain seperti Francisco Rivera dan Alfan Suaib menjadi sorotan utama. Rivera digambarkan sebagai sosok yang tak pernah lelah dan selalu memberikan performa maksimal. Sementara itu, gol debut Alfan Suaib mendapat apresiasi besar dari suporter, yang mengharapkan ia terus berkembang dalam musim ini.
Momen Penting Menghadapi Bhayangkara FC
Meski kemenangan atas Bali United membangkitkan semangat, suporter tetap meminta tim untuk tetap waspada. Laga melawan Bhayangkara FC menjadi ujian berikutnya yang harus dihadapi Persebaya Surabaya. Tekanan publik justru dianggap sebagai motivasi tambahan bagi tim.
Kondisi pemain juga menjadi perhatian khusus. Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic diprediksi akan kembali bermain dalam laga ini. Kehilangan beberapa pemain dalam laga sebelumnya membuat Bernardo Tavares harus melakukan rotasi secara efektif. Namun, kemampuan tim dalam situasi sulit terbukti kuat, seperti yang terlihat saat menghadapi Bali United.
Filosofi Kerja Kolektif
Bernardo Tavares menekankan pentingnya mental dan karakter dalam situasi sulit. Ia menyatakan bahwa kunci kemenangan adalah respons pemain terhadap tekanan. “Dalam situasi sulit, kita bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki karakter,” ujarnya. Pendekatan ini akan terus diterapkan dalam laga melawan Bhayangkara FC.
Dukungan dari Bonek dan Bonita juga menjadi faktor penting. Atmosfer stadion yang penuh sesak sering kali memberi tekanan psikologis kepada lawan. Jika tren penonton terus meningkat, total jumlah penonton Persebaya Surabaya bisa melampaui 180 ribu. Angka ini akan memperketat persaingan di papan atas daftar penonton liga.
Momen Bersejarah di Gelora Bung Tomo
Penonton Persebaya Surabaya yang tembus 160 ribu bukan hanya sekadar angka. Ini menjadi simbol ikatan emosional antara klub dan suporternya. Setiap laga kandang menjadi perayaan kolektif yang penuh gairah. Laga melawan Bhayangkara FC pun tidak hanya sekadar pertandingan pekan ke-20, tetapi juga momentum untuk membuktikan keseriusan Persebaya Surabaya di lapangan dan tribun.
Gelora Bung Tomo siap kembali membara. Dengan dukungan penuh dari Bonek dan Bonita, Green Force akan terus berjuang untuk menciptakan sejarah baru di Super League 2025/2026.



