Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 30 Agustus 2026
Trending
  • Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif
  • 12 destinasi populer di Purwakarta untuk liburan
  • Menteri Keuangan RI Purbaya: Efisiensi Anggaran MBG Bisa Berlanjut Sampai 2027, Program Dinilai Baik
  • Ramalan Karier Sagitarius Jumat 28 Agustus 2026: Evaluasi Masa Depan
  • Prediksi Skor Barcelona vs Athletic Bilbao Liga Spanyol 2026/2027: Lagi-lagi Gol untuk Blaugrana?
  • 4 Demo di Jakarta Hari Ini, Ini Fakta yang Perlu Diketahui
  • Terjemahan Lirik Lagu Complicated – Avril Lavigne: Cinta yang Tak Sederhana
  • 13 warna cocok untuk hijau army, sederhana dan anggun!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif
Otomotif

Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Agustus 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com– Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia meningkat sebesar 88,6 persen pada bulan Januari-Juli 2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Menurut Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai memasuki era perubahan dalam industri otomotif.

Hal tersebut diungkapkan Faisol dalam acara pembukaan pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Rabu (26/8).

“Pertumbuhan sebesar 88,6 persen ini menunjukkan salah satu indikasi semakin kuatnya perubahan pasar otomotif nasional menuju kendaraan yang berbasis listrik dan teknologi dengan emisi rendah,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol.

Ia menyampaikan, penjualan kendaraan listrik sepanjang bulan Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 83 ribu unit.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan pasar kendaraan secara keseluruhan selama periode yang sama.

Peningkatan penjualan kendaraan listrik, khususnya yang berjenis BEV, juga terlihat pada Juli 2026.

Penjualan mobil listrik pada bulan tersebut mencapai sekitar 14.000 unit, naik sebesar 139,7 persen dibandingkan dengan Juli tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penjualan kendaraan hybrid pada bulan Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 50.000 unit, meningkat sebesar 43,6 persen.

Jika penjualan kendaraan hybrid dan BEV digabungkan, tingkat pangsa pasar keduanya pada Juli 2026 telah mencapai 27,3 persen.

“Jawa Timur secara konsisten berada di posisi ketiga dalam penjualan kendaraan nasional, dengan kontribusi sebesar 9,7 persen pada tahun 2025. Artinya, Jatim memiliki peran yang signifikan dalam perkembangan pasar otomotif,” katanya.

Faisol menyampaikan bahwa pasar mobil nasional secara keseluruhan menunjukkan perkembangan yang positif.

Penjualan eceran (grosir) Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 517 ribu unit, meningkat 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penjualan ritel naik sebesar 12,3 persen menjadi sekitar 511 ribu unit.

Khusus pada bulan Juli 2026, penjualan eceran mencapai sekitar 81.000 unit, meningkat sebesar 4,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Juni).

Mengamati perkembangan tersebut, Faisol yakin bahwa target penjualan kendaraan dalam negeri sebanyak 850.000 unit pada tahun 2026 dapat tercapai.

Ia bahkan yakin mampu melebihi satu juta unit, seperti yang pernah tercapai pada masa puncak industri otomotif.

“Saya yakin, hampir dapat dipastikan penjualan dalam negeri kami akan kembali berada di posisi terdepan di kawasan setelah tahun lalu sempat tertinggal oleh Malaysia,” tambah Faisol.

Usaha Pemerintah Membentuk Ekosistem Emisi Rendah

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus berupaya membangun sistem ekosistem kendaraan dengan emisi rendah.

Salah satu contohnya adalah program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang telah beroperasi sejak tahun 2021.

Program ini saat ini diikuti oleh 18 perusahaan dengan total investasi sekitar Rp 30,67 triliun dan realisasi sebesar Rp 5,73 triliun, yang mencakup perusahaan baru di bidang Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan BEV.

Program ini, menurut Faisol, mendorong terciptanya lingkungan industri yang semakin berkembang.

Saat ini terdapat 322 perusahaan pemasok komponen lokal yang terlibat dalam rantai pasok kendaraan program LCEV, naik sebesar 127 persen sejak program dimulai,” jelas Faisol.

Dalam konteks tersebut, GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya dianggap sebagai sebuah pameran, tetapi juga sebagai indikator untuk menilai kondisi sehat industri otomotif, kemajuan inovasi, serta dinamika perekonomian wilayah.

“GIIAS bukan hanya sebuah pameran atau aktivitas penjualan, bukan sekadar transaksi, tetapi GIIAS merupakan indikator kesehatan industri yang diukur, tempat bertemunya inovasi, serta adanya pergerakan ekonomi daerah,” ujar Faisol.

37 Merek Kendaraan Tampilkan Kekuatan di GIIAS Surabaya 2026

Pameran mobil GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 secara resmi diadakan di Grand City Convex, Surabaya, mulai tanggal 26 Agustus hingga 31 Agustus 2027.

Terdapat 37 merek kendaraan yang ikut meramaikan GIIAS Surabaya 2026, termasuk 26 merek mobil penumpang, seperti BAIC, BYD, Changan, Chery, dan Citroen.

Berikut adalah beberapa merek mobil seperti Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG.

Di sisi lain, kategori kendaraan komersial hanya diikuti oleh Foton, sedangkan kategori roda dua menampilkan 10 merek, yaitu Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa. (Jihan Ulin Nuha)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet

30 Agustus 2026

Peluncuran New Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS Surabaya 2026

29 Agustus 2026

Tiga Mobil Baru Mazda Menggebrak GIIAS Surabaya 2026, Ini Keunggulan dan Harganya

29 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif

30 Agustus 2026

12 destinasi populer di Purwakarta untuk liburan

30 Agustus 2026

Menteri Keuangan RI Purbaya: Efisiensi Anggaran MBG Bisa Berlanjut Sampai 2027, Program Dinilai Baik

30 Agustus 2026

Ramalan Karier Sagitarius Jumat 28 Agustus 2026: Evaluasi Masa Depan

30 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?