Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 30 Agustus 2026
Trending
  • 12 destinasi populer di Purwakarta untuk liburan
  • Menteri Keuangan RI Purbaya: Efisiensi Anggaran MBG Bisa Berlanjut Sampai 2027, Program Dinilai Baik
  • Ramalan Karier Sagitarius Jumat 28 Agustus 2026: Evaluasi Masa Depan
  • Prediksi Skor Barcelona vs Athletic Bilbao Liga Spanyol 2026/2027: Lagi-lagi Gol untuk Blaugrana?
  • 4 Demo di Jakarta Hari Ini, Ini Fakta yang Perlu Diketahui
  • Terjemahan Lirik Lagu Complicated – Avril Lavigne: Cinta yang Tak Sederhana
  • 13 warna cocok untuk hijau army, sederhana dan anggun!
  • Warga Pati Tetap Demo DPR RI Meski Rekening AMPB Botok Dibekukan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Menteri Keuangan RI Purbaya: Efisiensi Anggaran MBG Bisa Berlanjut Sampai 2027, Program Dinilai Baik
Nasional

Menteri Keuangan RI Purbaya: Efisiensi Anggaran MBG Bisa Berlanjut Sampai 2027, Program Dinilai Baik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Agustus 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita:

  • Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Kepala BGN Sudaryono di kantor Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (28/8/2026).
  • Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa efisiensi anggaran MBG dapat terus berlangsung hingga tahun 2027.
  • Sementara itu, Sudaryono menyampaikan bahwa anggaran MBG telah dihemat menjadi sebesar Rp229 triliun dan hingga 27 Agustus 2026, dana tersebut telah digunakan sebesar Rp117 triliun atau sekitar 56 persen.

Indonesiadiscover.comMenteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hasil pembicaraan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di kantor Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa memang terdapat penghematan anggaran dalam program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kelak, menurutnya, efisiensi anggaran MBG akan terus berlanjut hingga tahun 2027.

“Pada waktunya, akan ada penghematan-penghematan yang dilakukan sehingga nanti anggarannya tidak sebesar yang dialokasikan untuk tahun 2026,” kata Purbaya kepada awak media, Jumat.

Secara otomatis, jika hal tersebut baik, maka pada 2027 akan ikut terbawa efisiensinya.

Purbaya mengatakan, pertemuan tersebut menjadi forum pembahasan tentang perkembangan dan efisiensi anggaran MBG.

“Saya senang melihat laporan yang dia buat, diskusi dengan dia tadi,” katanya.

Sebagai informasi, Sudaryono menyampaikan bahwa realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp117 triliun sampai tanggal 27 Agustus 2026.

Angka tersebut setara sekitar 56 persen dari keseluruhan anggaran MBG yang telah dioptimalkan menjadi Rp229 triliun.

Sudaryono mengungkapkan, anggaran MBG sebelumnya mencapai sekitar Rp268 triliun.

Namun, setelah dilakukan pemangkasan dan peningkatan efisiensi, anggaran tersebut berhasil dikurangi menjadi Rp229 triliun.

“Per hari kemarin, sebanyak 56 persen, yaitu Rp 117 triliun telah digunakan. Total anggarannya, jika tidak salah, adalah Rp229 triliun. Jadi, dari total Rp268 triliun tersebut, kami lakukan penyisiran dan mengoptimalkannya menjadi Rp229 triliun,” kata Sudaryono kepada awak media, Jumat (28/8/2026), seperti dilaporkan Kontan.

Oleh karena itu, terdapat penghematan anggaran sekitar Rp39 triliun dari pagu awal sebesar Rp268 triliun.

Pembangunan 2.700 SPPG di Wilayah 3T Tersertifikasi dalam Anggaran MBG 2026

Selanjutnya, Purbaya merespons informasi yang menyebut pemerintah akan membuka 13.000 unit dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di berbagai wilayah di Indonesia meskipun ada kabar mengenai efisiensi anggaran.

Selanjutnya, informasi mengenai penambahan belasan ribu dapur MBG beredar pada awal Agustus 2026.

Ia mengatakan, dalam pertemuan sebelumnya, Sudaryono tidak menyebutkan informasi itu.

Namun, yang dibicarakan adalah pembangunan 2.700 Sekolah Penggerak Percontohan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta penutupan Sekolah Penggerak Percontohan yang tidak sesuai dengan desainnya.

“Ada yang dibuka, ada juga yang ditutup, bukan? Dia tadi tidak menyebutkan hal itu. Yang dia sampaikan adalah 2.700 [dapur MBG] di 3T. Yang 13.000 [dapur MBG] tadi tidak dibahas,” ujar mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut.

Tapi begitu, dia juga mengatakan akan ada [dapur MBG] yang ditutup karena tidak sesuai dengan desainnya. Dia mengatakan akan diubah, tapi saya tidak tahu, itu urusan mereka. Tanyakan kepada kepala BGN saja.

Purbaya juga mengatakan, pembangunan 2.700 dapur MBG di wilayah 3T telah dimasukkan dalam anggaran MBG 2026.

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono telah memberiklarifikasiterkait berita yang menyebutkan pemerintah akan membangun 13.000 dapur MBG secara bersamaan.

Ia menyangkal informasi tersebut dan memastikan bahwa angka yang beredar di masyarakat merupakan kumpulan data titik dapur dengan tingkat kesiapan yang berbeda-beda.

“Jadi sempat heboh Pak Menko, ada pernyataan yang seolah-olah kita segera membuka 13.000 dapur, bukan. Jadi sudah ada dalam data kami sekitar 13.000 lebih dapur dengan status yang lengkap. Ada yang masih titik, dan ada juga yang sudah selesai,” tegas Sudaryono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026) lalu.

Alih-alih membangun seluruhnya secara sembarangan, pemerintah melakukan pengumpulan data yang ketat. BGN saat ini lebih fokus pada operasional dapur yang selaras dengan data dari Kementerian Kesehatan.

“Yang stunting-nya tinggi dan sangat tinggi kemudian kita petakan, kitaoverlay dengan data dapur yang telah siap. Ini insya Allah pada minggu depan ini kita perlahan-lahan kita umumkan yang sudah siap ini,” tambahnya.

Sebut MBG Program Baik

Kemudian, Purbaya merespons berita bahwa Sudaryonomencoret80 sekolah bergengsi di seluruh Indonesia yang tercantum dalam daftar penerima program MBG.

Terhadap hal tersebut, Purbaya mengakui tidak mengetahui.

Namun demikian, ekonom yang lahir di Bogor, Jawa Barat pada 7 Juli 1964 ini mengatakan, laporan Sudaryono menyebutkan bahwa banyak sekolah meminta diberi kuota MBG.

Oleh karena itu, menurutnya, MBG merupakan program yang dianggap sangat baik oleh masyarakat.

Saya tidak tahu, dia tidak menyebutkan tentang sekolah elit. Tapi begini, saya hanya bertanya saja, apakah ada sekolah yang meminta. Ternyata, banyak yang meminta dan permintaan itu sangat masif,” kata Purbaya.

Artinya, program MBG ini dinilai sangat baik oleh sebagian masyarakat, terlihat dari banyaknya sekolah yang masih meminta hal tersebut.

Selanjutnya, Purbaya juga meminta Sudaryono memberikan penjelasan kepada masyarakat seberapa banyak sekolah yang mengajukan program MBG.

“Saya mengatakan, jika demikian maka Anda umumkanlah kepada masyarakat berapa jumlahnya yang meminta, sekolah yang meminta itu, agar orang tahu bahwa memang sebagian masyarakat menyukai program ini,” katanya.

Jika tidak mengatakan semuanya, maka sebagian besar.

Anggaran MBG Tahun 2027 sebesar 240 Triliun Rupiah

Pada pertemuan dengan Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa hari ini, Jumat, di kantor Kementerian Keuangan RI, Sudaryono membahasrencana pelaksanaan program MBG pada 2027.

Pemerintah telah menyediakan dana sekitar Rp240 triliun untuk pengembangan program tersebut.

Sudaryono menyampaikan, diskusi dengan Menteri Keuangan RI dilakukan guna menyelaraskan pemahaman mengenai kebutuhan dan rencana penggunaan dana MBG pada tahun 2027.

Anda semua sudah mengetahui anggarannya sekitar Rp240 triliun dan ini kami sudah ada, mengapa Rp240 triliun, bagaimana rencana dan hal-hal lainnya, kemudian kami menyebutnyabrainstorming dengan Pak Menteri Keuangan,” katanya.

“Maka Pak Menkeu juga sedikit tahu, kami juga mengetahui detailnya, sehingga kami melakukan brainstorming untuk menyamakan frekuensi dan persepsi antara saya dengan Pak Menteri serta di antara kami,” kata Sudaryono.

(Indonesiadiscover.com/Rizki A./Igman Ibrahim/Nitis Hawaroh) (Kontan)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

12 destinasi populer di Purwakarta untuk liburan

30 Agustus 2026

4 Demo di Jakarta Hari Ini, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

30 Agustus 2026

Warga Pati Tetap Demo DPR RI Meski Rekening AMPB Botok Dibekukan

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

12 destinasi populer di Purwakarta untuk liburan

30 Agustus 2026

Menteri Keuangan RI Purbaya: Efisiensi Anggaran MBG Bisa Berlanjut Sampai 2027, Program Dinilai Baik

30 Agustus 2026

Ramalan Karier Sagitarius Jumat 28 Agustus 2026: Evaluasi Masa Depan

30 Agustus 2026

Prediksi Skor Barcelona vs Athletic Bilbao Liga Spanyol 2026/2027: Lagi-lagi Gol untuk Blaugrana?

30 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?