Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pengemudi ojol menolak penumpang besar, kini beri klarifikasi dan minta maaf
Nasional

Pengemudi ojol menolak penumpang besar, kini beri klarifikasi dan minta maaf

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Viral Driver Ojol Membatalkan Pesanan Siswi SMP

Video yang menunjukkan seorang pengemudi ojek online (ojol) membatalkan pesanan dari seorang siswi SMP di kawasan Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan, telah menjadi sorotan publik. Kejadian ini tidak hanya memicu perdebatan luas di media sosial, tetapi juga mendapat respons dari rekan sesama pengemudi hingga tokoh masyarakat.

Awal Kejadian dan Penyebaran Video

Kejadian bermula ketika seorang pengemudi ojol menerima pesanan dari seorang siswi SMP. Namun, alih-alih mengantar penumpang ke tujuan, sang driver justru membatalkan pesanan tersebut. Pembatalan itu direkam dan kemudian diunggah ke media sosial oleh pengemudi bersangkutan.

Dalam video yang beredar, alasan pembatalan disebut karena ukuran tubuh penumpang yang dianggap terlalu besar untuk motor yang digunakannya. Istilah “big size” merujuk pada postur tubuh dengan berat badan lebih besar dari rata-rata. Video tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral.

Alih-alih mendapat dukungan, tindakan tersebut justru menuai kecaman. Banyak warganet menilai bahwa tindakan merekam dan mengunggah video pembatalan terhadap anak di bawah umur tidak pantas, apalagi dilakukan di depan teman-temannya.

Alasan Keselamatan dan Kerusakan Motor

Di tengah gelombang kritik, sang pengemudi akhirnya muncul memberikan klarifikasi melalui video lain. Ia membantah bahwa tindakannya bertujuan untuk merundung (bullying), yakni tindakan mengintimidasi atau mempermalukan seseorang, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Dalam klarifikasinya, ia menyampaikan alasan teknis dan keselamatan sebagai pertimbangan utama. “Jadi, motor gue itu shock-nya pernah ganti, gara-gara keseringan bawa penumpang yang big size. yang ke-2 sebenarnya lebih ke edukasih sih,” ungkapnya dalam video klarifikasi yang beredar.

Shock yang dimaksud adalah shockbreaker atau peredam kejut pada sepeda motor, komponen penting yang berfungsi menjaga kestabilan dan kenyamanan saat berkendara. Ia juga menjelaskan bahwa dalam aplikasi transportasi online tersedia pilihan layanan dengan spesifikasi kendaraan lebih besar.

“Di Grab Bike itu ada layanan Grab Bike XL, lebih besar. Itu untuk mungkin, untuk yang penumpang big size. Supaya driver nyaman, penumpang nyaman, keselamatan pun nyaman,” tambahnya lagi.

Tekanan Publik dan Keputusan Menghapus Video

Meski awalnya merasa tindakannya sebagai bentuk edukasi, respons negatif dari masyarakat dan rekan sesama driver membuatnya berubah sikap. Setelah berdiskusi dengan komunitasnya, ia memutuskan untuk menghapus video yang telah diunggah.

“Sebenarnya tujuan gue bukan untuk mem-bully, sebenarnya lebih ke edukasi aja sih, tapi jujur ya gue akuin setelah gua berdiskusi dengan teman-teman satu tongkrongan, teman-teman satu komunitas, gue mutusin untuk take down atau hapus videonya. Jadi sekali lagi mohon maaf buat netizen-netizen yang budiman mohon dimaafkan,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Namun meski video telah dihapus, rekamannya sudah telanjur tersebar luas di berbagai platform.

Menemui Orang Tua dan Akui Tak Bisa Tidur

Tekanan sosial yang begitu besar disebut membuat sang driver merasa tidak tenang. Ia mengaku tidak bisa tidur dan terus memikirkan dampak dari perbuatannya. Akhirnya, ia memutuskan untuk menemui orang tua siswi tersebut secara langsung guna menyampaikan permintaan maaf.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab pribadi setelah polemik yang meluas. Namun peristiwa ini tetap menyisakan diskusi panjang soal etika bermedia sosial dan perlakuan terhadap anak di bawah umur.

Kritik dari Komika Bintang Timur

Sorotan terhadap kasus ini juga datang dari komika Bintang Timur. Ia menyampaikan kritiknya melalui media sosial. Menurutnya, pembatalan pesanan sebenarnya bisa dipahami sebagai hak pengemudi, terlebih jika menyangkut faktor keselamatan.

Namun yang menjadi persoalan adalah keputusan untuk merekam dan mengunggah momen tersebut. “Gua masih sebel sama abang-abang ojek online meng-cancel penumpangnya yang anak sekolah. Dengan alasan berat badan, dia bilang buat edukasi takut motornya rusak dan sebagainya. Enggak apa-apa bang, tapi jangan upload videonya,” katanya dikutip dari media sosialnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun video sudah dihapus, dampaknya sudah terlanjur meluas. “Kan udah di-take down. Betul, tapi itu video udah nyebar, dan elu meng-cancel dia depan teman-temannya kasihan bang, kasihan. Dari video itu jelas lokasinya di mana,” katanya.

Menurutnya, lokasi yang terlihat jelas dalam video berpotensi membuat siswi tersebut menjadi bahan perbincangan di sekolahnya. “Bang, lu ga mikir itu anak sekolah akan jadi omongan, lu cuma mikriin wah video nih upload ah, fyp ah, bang jahat bang itu jahat,” katanya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?