Kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE untuk Pengembangan Energi Panas Bumi
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi panas bumi yang dapat menjadi sumber daya utama untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam upaya memaksimalkan potensi ini, PLN Indonesia Power bekerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk pembelian tenaga listrik dari dua proyek panas bumi.
Kedua proyek tersebut adalah Ulubelu Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung dan Lahendong Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 15 MW di Provinsi Sulawesi Utara. Proyek ini menggunakan teknologi bottoming untuk mengolah brine menjadi tambahan listrik bersih, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan energi panas bumi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan proyek nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Energinya harus kita hadirkan menjadi listrik yang memberi manfaat bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat kemandirian energi bangsa,” ujarnya. Menurut Bahlil, percepatan pengembangan geothermal membutuhkan keberanian dan komitmen bersama.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, juga menyoroti pentingnya pengembangan panas bumi sebagai bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi. Ia menegaskan bahwa panas bumi bukan hanya sumber energi, tetapi juga warisan yang terus hidup dan memberikan manfaat.
“Seratus tahun sejak pengeboran pertama dilakukan pada 1926, uapnya masih mengalir dan terus memberi manfaat bagi negeri. Dari Kamojang, kita melihat bahwa geothermal memiliki kekuatan untuk menjadi energi bersih yang andal, berkelanjutan, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi,” ujar Eniya.
PLN Indonesia Power terus mendorong pengembangan energi panas bumi melalui kerja sama strategis dengan PGE. Kerja sama ini mencakup pengembangan PLTP Lahendong Binary berkapasitas 15 MW di Sulawesi Utara dan PLTP Ulubelu Binary berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung. Dalam pipeline perencanaan kerjasama strategis ini, total potensi kapasitas pengembangan dapat mencapai 230 MW.
Teknologi bottoming yang digunakan dalam kedua proyek ini memungkinkan pengolahan dan pemanfaatan panas dari fluida panas bumi (brine) yang belum termanfaatkan. Hal ini memberikan tambahan energi listrik bersih dari pembangkit geothermal eksisting.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan bahwa kolaborasi antara PLN Indonesia Power dan PGE merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan potensi panas bumi. Ia menekankan bahwa sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci untuk mempercepat hadirnya pembangkit bersih yang andal dan berkelanjutan.
“Sinergi antara PLN, PLN Indonesia Power, PGE, pemerintah, investor, dan seluruh pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat hadirnya pembangkit bersih yang andal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan kerja sama ini, diharapkan potensi panas bumi Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional dan menjawab tantangan transisi energi global.



