Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Rekomendasi treadmill manual tanpa listrik untuk olahraga di rumah
  • 4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung
  • Menaklukkan Puncak 2 Jonggol: Uji Tangguh Royal Enfield Himalayan 450
  • Daftar Film Nam Yoon Soo: Aksi Comeback Memukau di Killing Time
  • Alasan teknologi mumpuni masih bisa ditembus peretas siber
  • Kartel narkoba gunakan drone tempur, keahlian perang Ukraina jadi sorotan
  • Timnas angkat trofi, atlet pecahkan rekor dunia: catatan olahraga Indonesia di 2 tahun era Prabowo
  • Pesona Skyline Hong Kong: 5 Destinasi Terbaik, Ada yang Gratis!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pemutakhiran bencana Sumatra-Aceh, 1.459 titik terdampak
Nasional

Pemutakhiran bencana Sumatra-Aceh, 1.459 titik terdampak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mempercepat penanganan darurat hingga tahap rekonstruksi pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data terbaru hingga 7 Januari 2026, kementerian mencatat sebanyak 1.459 titik terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa ribuan titik kerusakan tersebar di Provinsi Aceh dengan jumlah 523 titik, Sumatera Utara sebanyak 306 titik, dan Sumatera Barat mencapai 630 titik. Kerusakan yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, tanggul jebol, serta lumpuhnya layanan air bersih dan infrastruktur jalan.

“Kementerian PU bergerak cepat sejak awal kejadian bencana dengan mengerahkan sumber daya dan peralatan ke lokasi terdampak. Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujarnya dalam pertemuan di Gedung Command Center Kemendagri, Kamis (8/1/2026).

Untuk mendukung penanganan tanggap darurat, Dody menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 1.712 unit alat berat dan 1.328 personel di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memulihkan konektivitas dan layanan dasar permukiman agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berputar.

Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Di sektor Bina Marga, tercatat ada 1.961 ruas jalan dan jembatan yang terdampak. Meski jalan nasional diklaim sudah tersambung kembali, perbaikan permanen dengan skema rekayasa lalu lintas terus berjalan.

Dody menyebut, saat ini terdapat 623 jembatan daerah yang masih membutuhkan perbaikan, di mana kementerian membutuhkan sedikitnya 270 jembatan bailey dan 205 jembatan armco.

Penanganan Sektor Sumber Daya Air

Sektor Sumber Daya Air juga tak luput dari kerusakan, di mana sebanyak 21 Daerah Irigasi (DI) Nasional dengan luas layanan 127.688 hektare (ha) terdampak, serta 24 bendung mengalami kerusakan. Penanganan difokuskan pada pembersihan tanggul bendung dan optimalisasi lahan irigasi yang tidak terdampak melalui normalisasi saluran.

Terkait layanan air baku, Kementerian PU memberikan dukungan pengadaan sumur bor di 24 lokasi di Aceh Tamiang. Langkah ini krusial untuk memenuhi kualitas air bersih yang layak bagi warga yang kehilangan akses sanitasi akibat banjir bandang.

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara)

Di samping itu, Kementerian PU juga tengah menggeber pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Di Aceh Tamiang, sebanyak 84 unit Huntara berbasis struktur modular baja (MOLI) sudah mencapai progres 80,14%.

Dody memproyeksikan total Huntara yang akan dibangun mencapai 1.606 unit yang tersebar di beberapa kabupaten lain seperti Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Tapanuli Selatan.

“Huntara di Aceh Tamiang dibangun dengan sistem MOLI tanpa alat berat dan memiliki sumber air dari sumur bor. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tahap rehabilitasi ini segera rampung dan aktivitas sosial warga kembali normal,” tutur dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung

23 October 2026

Timnas angkat trofi, atlet pecahkan rekor dunia: catatan olahraga Indonesia di 2 tahun era Prabowo

22 October 2026

Pesona Skyline Hong Kong: 5 Destinasi Terbaik, Ada yang Gratis!

22 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rekomendasi treadmill manual tanpa listrik untuk olahraga di rumah

23 October 2026

4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung

23 October 2026

Menaklukkan Puncak 2 Jonggol: Uji Tangguh Royal Enfield Himalayan 450

23 October 2026

Daftar Film Nam Yoon Soo: Aksi Comeback Memukau di Killing Time

23 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?