Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Maret 2026
Trending
  • Elegan! 5 Model Pintu Kupu Tarung Terkini
  • Bacaan Liturgi Senin 23 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A
  • 6 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Penting Diketahui
  • Kekacauan Serangan Air Keras pada Andrie Yunus, Reza Indragiri Sebut Pelaku Sengaja Tinggalkan Jejak
  • Mojtaba Tak Terdeteksi CIA dan Mossad, Penyebab Trump Marah Besar dalam Perang Iran vs Amerika
  • Badung Çaka Fest 2026 Berhasil, Bupati Adi Arnawa Puji Kreativitas Ogoh-Ogoh
  • Hasil Transfer Liga Italia: Juventus dan PSG Incar Pertukaran Striker Musim Panas
  • Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Pastikan Tak Ganggu Penyidikan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pemutakhiran bencana Sumatra-Aceh, 1.459 titik terdampak
Nasional

Pemutakhiran bencana Sumatra-Aceh, 1.459 titik terdampak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mempercepat penanganan darurat hingga tahap rekonstruksi pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data terbaru hingga 7 Januari 2026, kementerian mencatat sebanyak 1.459 titik terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa ribuan titik kerusakan tersebar di Provinsi Aceh dengan jumlah 523 titik, Sumatera Utara sebanyak 306 titik, dan Sumatera Barat mencapai 630 titik. Kerusakan yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, tanggul jebol, serta lumpuhnya layanan air bersih dan infrastruktur jalan.

“Kementerian PU bergerak cepat sejak awal kejadian bencana dengan mengerahkan sumber daya dan peralatan ke lokasi terdampak. Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujarnya dalam pertemuan di Gedung Command Center Kemendagri, Kamis (8/1/2026).

Untuk mendukung penanganan tanggap darurat, Dody menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 1.712 unit alat berat dan 1.328 personel di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memulihkan konektivitas dan layanan dasar permukiman agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berputar.

Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Di sektor Bina Marga, tercatat ada 1.961 ruas jalan dan jembatan yang terdampak. Meski jalan nasional diklaim sudah tersambung kembali, perbaikan permanen dengan skema rekayasa lalu lintas terus berjalan.

Dody menyebut, saat ini terdapat 623 jembatan daerah yang masih membutuhkan perbaikan, di mana kementerian membutuhkan sedikitnya 270 jembatan bailey dan 205 jembatan armco.

Penanganan Sektor Sumber Daya Air

Sektor Sumber Daya Air juga tak luput dari kerusakan, di mana sebanyak 21 Daerah Irigasi (DI) Nasional dengan luas layanan 127.688 hektare (ha) terdampak, serta 24 bendung mengalami kerusakan. Penanganan difokuskan pada pembersihan tanggul bendung dan optimalisasi lahan irigasi yang tidak terdampak melalui normalisasi saluran.

Terkait layanan air baku, Kementerian PU memberikan dukungan pengadaan sumur bor di 24 lokasi di Aceh Tamiang. Langkah ini krusial untuk memenuhi kualitas air bersih yang layak bagi warga yang kehilangan akses sanitasi akibat banjir bandang.

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara)

Di samping itu, Kementerian PU juga tengah menggeber pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Di Aceh Tamiang, sebanyak 84 unit Huntara berbasis struktur modular baja (MOLI) sudah mencapai progres 80,14%.

Dody memproyeksikan total Huntara yang akan dibangun mencapai 1.606 unit yang tersebar di beberapa kabupaten lain seperti Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Tapanuli Selatan.

“Huntara di Aceh Tamiang dibangun dengan sistem MOLI tanpa alat berat dan memiliki sumber air dari sumur bor. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar tahap rehabilitasi ini segera rampung dan aktivitas sosial warga kembali normal,” tutur dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Pastikan Tak Ganggu Penyidikan

28 Maret 2026

Mojtaba Tak Terdeteksi CIA dan Mossad, Penyebab Trump Marah Besar dalam Perang Iran vs Amerika

28 Maret 2026

6 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Penting Diketahui

28 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Elegan! 5 Model Pintu Kupu Tarung Terkini

28 Maret 2026

Bacaan Liturgi Senin 23 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A

28 Maret 2026

6 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta yang Penting Diketahui

28 Maret 2026

Kekacauan Serangan Air Keras pada Andrie Yunus, Reza Indragiri Sebut Pelaku Sengaja Tinggalkan Jejak

28 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?