Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 19 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Bacaan Liturgi Senin 23 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A
Hiburan

Bacaan Liturgi Senin 23 Maret 2026, Pekan V Prapaskah Tahun A

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 March 2026No Comments5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Bacaan Liturgi Pekan V Prapaskah Tahun A

Bacaan-bacaan liturgi untuk Pekan V Prapaskah Tahun A dan Perayaan fakultatif Santo Turibius dari Mogrovejo Uskup telah disiapkan. Hari Senin memiliki warna liturgi ungu. Berikut adalah bacaan yang akan dibacakan pada hari Senin:

  • Bacaan Pertama: Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (versi panjang) atau Daniel 13:41c-62 (versi pendek)
  • Mazmur Tanggapan: Mazmur 23:1-3a,3b-4,5,6
  • Injil: Yohanes 8:1-11
  • Bacaan Kedua (BCO): Bilangan 12:16-13:3.17-33

Cerita Susana dalam Kitab Daniel

Dalam kitab Daniel, kita membaca kisah tentang Susana, seorang wanita yang sangat cantik dan takut akan Tuhan. Ia menikah dengan Yoyakim, seorang pria kaya yang tinggal di Babel. Di taman rumahnya, Susana sering berjalan-jalan sambil ditemani dua orang dayang.

Kedua orang tua-tua dari antara rakyat yang menjadi hakim sering mengintip Susana. Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil. Suatu hari, ketika Susana ingin mandi di taman, kedua orang tua-tua itu menyergapnya dan menuntut agar ia tidur bersama mereka. Jika tidak, mereka akan memberikan kesaksian palsu bahwa ia berzina.

Susana merasa terdesak dan memilih untuk mati daripada berbuat dosa di hadapan Tuhan. Namun, Tuhan mendengarkan doanya. Dengan bantuan roh suci, Daniel datang dan membuktikan bahwa kesaksian kedua orang tua-tua itu palsu. Akhirnya, mereka dihukum sesuai dengan hukum Taurat Musa.

Mazmur 23

Mazmur 23 menggambarkan kasih dan perlindungan Tuhan terhadap umat-Nya. Mazmur ini mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ia membaringkan kita di padang yang berumput hijau dan membimbing kita ke air yang tenang. Bahkan dalam lembah kekelaman, Tuhan tetap ada bersama kita, memberikan penghiburan melalui gada dan tongkat-Nya.

Tuhan juga menyediakan hidangan bagi kita, mengurapi kepala kita dengan minyak, dan membuat piala kita penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti kita sepanjang masa, dan kita akan diam dalam rumah Tuhan selamanya.

Injil Yohanes 8:1-11

Dalam injil Yohanes, kita membaca kisah tentang seorang perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat membawanya kepada Yesus dan bertanya apakah Yesus setuju dengan hukuman yang ditentukan oleh hukum Taurat, yaitu melempari perempuan itu.

Yesus membungkuk dan menulis dengan jari-Nya di tanah. Ketika mereka terus-menerus bertanya, Ia bangkit dan berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Setelah itu, mereka pergi satu demi satu, mulai dari yang tertua. Akhirnya, hanya Yesus dan perempuan itu yang tersisa.

Yesus bertanya kepada perempuan itu, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Perempuan itu menjawab, “Tidak ada, Tuhan.” Lalu Yesus berkata, “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Bacaan Kedua: Bilangan 12:16-13:3.17-33

Dalam kitab Bilangan, kita membaca tentang bagaimana Musa mengutus beberapa orang untuk mengintai tanah Kanaan. Mereka dikirim dari padang gurun Paran dan diberi tugas untuk mengamati keadaan negeri tersebut. Mereka melihat bahwa negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, tetapi juga melihat bangsa yang kuat dan kota-kota yang berkubu.

Beberapa orang seperti Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa Israel, tetapi lainnya memberikan kabar buruk dan mengatakan bahwa mereka tidak dapat maju menyerang bangsa itu karena mereka lebih kuat dari pada mereka. Akhirnya, mereka menyampaikan kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata bahwa negeri itu memakan penduduknya dan semua orang yang mereka lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

Santo Alfonsus Toribio dari Mogrovejo

Santo Alfonsus Toribio dikenal sebagai seorang awam Katolik yang saleh, jujur, dan bijaksana. Di Granada, Spanyol, ia menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung dan Mahaguru dibidang hukum. Kisah tentang pengangkatannya sebagai Uskup Agung kota Lima, Peru sungguh menarik.

Kehidupan imamat tidak menarik hatinya selama ia giat dalam dinas kenegaraan dan kegiatan lainnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana khusus atas dirinya diluar kehendaknya sendiri. Sepeninggal Uskup Agung Lima pada tahun 1850, tahkta keuskupan mengalami kekosongan. Suasana kota menjadi semakin buruk, terutama di kalangan angkatan bersenjata. Hal ini sungguh memalukan raja Philip yang saleh dan taat beragama.

Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini ialah memilih seorang Uskup Agung yang berwibawa, saleh, jujur, pintar, dan berpengaruh di masyarakat terutama di kalangan pembesar dan angkatan bersenjata. Orang yang cocok untuk jabatan uskup agung ini ialah Alfonsus Toribio. Semula penunjukkan atas dirinya sebagai Uskup Agung ditolaknya dengan keras mengingat statusnya sebagai seorang awam. Namun atas desakan raja dan semua rakyat, Alfonsus tergerak juga untuk menerima penunjukkan ini.

Ia sadar bahwa penunjukkan itu adalah kehendak Allah. Ia lalu diabhiskan menjadi Uskup Agung pada tahun 1581. Dari Spanyol, ia berlayar ke Peru, sebuah negeri yang bergunung-gunung di pantai lautan Pasifik. Tindakan pertama yang ditempuhnya ialah mengunjungi semua wilayah paroki dalam keuskupannya hingga ke pelosok-pelosok. Kadang-kadang ia berjalan kaki, menuruni gunung dan bukit guna menyaksikan kehidupan umatnya.

Ia melihat banyak hal selama kunjungan-kunjungannya. Orang-orang Spanyol terutama tentara-tentara dikenal berwatak bejat. Orang Indian dikenal bodoh; sedangkan imam-imamnya malas dan mempunyai banyak isteri. Hal ini menggerakkan dia untuk segera mengadakan pembaharuan total dalam keuskupannya.

Terhadap orang-orang Spanyol yang bejat moralnya, ia tidak segan-segan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Untuk orang-orang Indian yang bodoh, ia berusaha mendirikan sekolah-sekolah. Untuk mendapatkan tenaga-tenaga imam bagi pelayanan umat, ia mendirikan sebuah seminari, yang dikenal sebagai seminari pertama di Amerika. Para imam dibinanya agar kembali sadar akan keluhuran panggilannya dan tugasnya sebagai pelayan umat.

Toribio dengan tekun mempelajari bahasa daerah dan adat istiadat setempat. Orang-orang Indian yang masih terbelakang mendapat perhatian yang khusus. Ia membela mereka dari segala tindak jahat orang Spanyol. Usahaya untuk memperbaharui kehidupan imam umat sangat berhasil. Ia dibantu oleh rekannya Santo Fransiskus Solanus. Selama 25 tahun memimpin gereja Peru sebagai uskup Agung, Toribio berhasil menghantar kembali orang-orang Spanyol kepada tata cara hidup Kristiani. Demikian juga orang-orang Indian. Ia meninggal tahun 1606.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 August 2026

Profil Karakter Legendaris: Frank-N-Furter, Pennywise, dan Home Alone 2

31 August 2026

Terjemahan lirik lagu September – Daughtry: Kami tahu kami harus pergi dari kota ini, tapi tidak tahu kapan

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?