Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Pemerintah dan industri kolaborasi kembangkan talenta gim lokal tembus pasar global
Teknologi

Pemerintah dan industri kolaborasi kembangkan talenta gim lokal tembus pasar global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Berita:

  • Industri gim Indonesia tumbuh pesat, menjadi peluang besar bagi developer lokal menembus pasar global.
  • Publisher Yellow Hearts meluncurkan TypeCaster dan Irradiant Skies untuk mendukung talenta gim lokal berkembang.
  • Pemerintah dan pelaku industri mendorong kolaborasi, membantu developer memahami pasar serta meningkatkan potensi ekonomi kreatif

 

Indonesiadiscover.com, JAKARTA– Industri gim di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal itu menjadi modal kuat bagi industri gim lokal berkembang dan menembus pasar global.

Melihat peluang tersebut, publisher gim lokal Yellow Hearts resmi memperkenalkan dua judul gim perdana mereka, yakni TypeCaster dan Irradiant Skies, dalam acara Yellow Hearts Launch Day yang diselenggarakan di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Kamis (30/4/2026) lalu.

Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Alfreno Kautsar Ramadhan, mengatakan developer gim indie di Indonesia membutuhkan peran publisher untuk membantu memetakan potensi yang belum terjangkau oleh pasar global. 

“Developer game indie di Indonesia membutuhkan peran publisher untuk membantu memetakan potensi yang belum terjangkau oleh pasar global. Kami berharap kehadiran Yellow Hearts dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya dalam mendukung parapengembang gim lokal,” ujar Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Digital

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar berharap Yellow Hearts bisa menjadi jembatan bagi para pengembang berbakat di Indonesia, tidak hanya kuat dalam mengembangkan gim, tetapi juga mampu membaca potensi pasar berbasis data.

“Harapan kami, bisa menjadi jembatan bagi para developer berbakat di Indonesia, tidak hanya kuat dalam mengembangkan game, tetapi juga mampu membaca potensi pasar berbasis data, sehingga karya mereka dapat dinikmati lebih luas, baik di Indonesia maupun di tingkat global,” tambah Irene Umar.

Head of Publishing Yellow Hearts, Brian Chuang, mengatakan kedua gim tersebut dipilih karena menawarkan karakteristik gameplay yang berbeda dan memiliki rekam jejak prestasi yang menjanjikan.

Ia menjelaskan, TypeCaster merupakan salah satu lulusan Apple Developer Academy dan menjadi satu-satunya gim Indonesia yang terpilih tampil di Tokyo Indie Game Summit. Sementara itu, Irradiant Skies berhasil meraih juara pertama GameSeed 2025 yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Asosiasi Game Indonesia.

Potensi Industri Kreatif

Brian menilai Indonesia memiliki pasokan talenta kreatif yang melimpah untuk industri gim. Tantangan terbesar saat ini, kata dia, bukan terletak pada minimnya kualitas karya, melainkan bagaimana menghubungkan talenta tersebut dengan pasar gamer global.

“Supply-nya banyak sekali. Tinggal bagaimana menghubungkan talenta-talenta yang ada dengan pasar gamer global. Di sinilah Yellow Hearts ingin menjadi jembatan bagi pelaku industri gim Indonesia,” kata dia.

Advisor & Executive Producer Yellow Hearts, Adam Adrisasmita, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada aspek bisnis distribusi gim, tetapi juga pendampingan studio pengembang secara berkelanjutan.

Menurut Adam, Yellow Hearts rutin mengadakan pertemuan mingguan bersama para developer untuk memahami tantangan yang mereka hadapi, sekaligus membantu pengembangan strategi bisnis.

Ia mengatakan dukungan pemerintah terhadap industri gim nasional juga semakin terasa sejak terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.

Menurut dia, regulasi tersebut mendorong keterlibatan lintas kementerian dalam membangun ekosistem industri gim, mulai dari pelatihan sumber daya manusia, inkubasi, akselerasi, hingga business matching.

“Kalau pemerintah sudah menyiapkan karpet merah untuk talenta-talenta game Indonesia, kami hadir untuk membantu mereka memasarkan gim ke market global,” ujar Adam.

Terkait kebijakan klasifikasi usia wajib bagi gim yang mulai diterapkan Komdigi pada Januari 2026, Brian menegaskan pihaknya akan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku.

“Kami akan terus comply dan berkomunikasi dengan pemerintah serta pihak terkait,” katanya.

Soal genre yang paling potensial, Adam menilai Indonesia memiliki kekuatan pada keragaman genre karena basis gamer domestik yang sangat besar dan beragam.

Ia menyebut genre horor menjadi salah satu kategori yang tengah menunjukkan tren positif, selain kekuatan khas developer lokal dalam visual artistik dan mekanik permainan yang unik.

“Kalau datang ke IGDX, kita akan melihat genre yang sangat variatif. Horor kita bagus-bagus dan sedang naik, tapi sebenarnya potensi kita ada di banyak genre,” ujarnya.

Adam menilai tantangan utama developer indie Indonesia saat ini lebih banyak terletak pada aspek bisnis ketimbang kemampuan teknis.

“Secara teknis mereka sudah bisa membuat game yang bagus secara visual. Tantangannya adalah bagaimana melihat sisi bisnis dan menghubungkannya dengan market,” pungkas Adam.

 

Caption:

– Adam Ardisasmita (Advisor Yellow Hearts), Head of Publishing Yellow Hearts, Brian Chuang dan Chin Yu (Founder & CEO Yellow Hearts), dalam acara Yellow Hearts Launch Day yang diselenggarakan di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Kamis (30/4/2026) lalu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?