Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Pembeli Kopi Toraja Menurun di Pasar Sentral Makale Tana Toraja
Ragam

Pembeli Kopi Toraja Menurun di Pasar Sentral Makale Tana Toraja

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Harga dan Peredaran Kopi Toraja di Pasar Sentral Makale

Di Pasar Sentral Makale, Jalan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, harga kopi Toraja saat ini berada dalam kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kopi lokal masih stabil meskipun ada fluktuasi kecil tergantung pada negosiasi antara pedagang dan pembeli.

Salah satu pedagang kopi yang aktif di pasar tersebut adalah Maria Siampa’, warga setempat. Ia menjual kopi robusta baik dalam bentuk per kilogram maupun eceran dengan harga yang berbeda. Menurut Maria, harga kopi per kilogram berkisar antara Rp140 hingga Rp150 ribu, sedangkan untuk per liter, harga yang ditawarkan adalah Rp50 ribu.

“Harga per kilogram sekitar Rp140 sampai Rp150 ribu, tergantung tawar menawar dengan pembeli. Kalau per liter Rp50 ribu,” ujar Maria saat ditemui oleh media lokal.

Maria juga menyatakan bahwa harga kopi tersebut terbilang stabil sejak Natal lalu. Namun, ia mengakui bahwa penjualan kopi pada Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, ia mampu menjual hingga 10 kilogram kopi per hari, namun di akhir dan awal tahun ini jumlah penjualan jauh berkurang.

“Di akhir tahun ini tidak sama seperti tahun sebelumnya. Biasanya ramai dan bisa laku 10 kilo per hari, tapi akhir tahun sampai awal tahun ini berkurang,” ungkapnya.

Menurut Maria, biasanya permintaan kopi meningkat setelah masa liburan, terutama dari perantau yang pulang kampung dan memesan kopi Toraja sebagai oleh-oleh. Namun, kondisi tersebut tidak terlalu terasa pada akhir tahun 2025.

Untuk bahan baku, Maria mengaku memperoleh kopi dari tangan kedua yang membawa kopi dari wilayah Bittuang, dengan harga beli sekitar Rp75 ribu per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan kopi Toraja tetap tersedia, meskipun ada peningkatan biaya produksi dan distribusi.

Dari pantauan di lokasi, suasana Pasar Sentral Makale tampak tidak terlalu ramai. Cuaca terik membuat suhu pasar terasa panas, sementara aktivitas warga terlihat lalu lalang di area pasar dengan menenteng kantong belanjaan.

Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Kopi

Beberapa faktor dapat memengaruhi penurunan penjualan kopi di Pasar Sentral Makale. Pertama, adanya perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya setelah masa liburan. Kedua, tingkat persaingan dari produk kopi lain yang mungkin lebih murah atau memiliki citra yang lebih menarik.

Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat juga berperan dalam menentukan daya beli. Banyak keluarga yang mungkin lebih memilih menghemat pengeluaran selama musim liburan, sehingga mengurangi pembelian barang-barang non-esensial seperti kopi.

Kondisi Pasar dan Harapan Pedagang

Meski penjualan kopi mengalami penurunan, Maria tetap optimis bahwa situasi akan membaik seiring waktu. Ia berharap agar permintaan kopi kembali meningkat, terutama jika ada kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Ia juga berharap agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya kopi Toraja sebagai produk lokal yang berkualitas. Dengan demikian, penjualan kopi bisa kembali stabil dan bahkan meningkat.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

Notifikasi WhatsApp Tidak Muncul? Ini Penyebab dan Solusinya

7 April 2026

70 jawaban soal seni budaya kelas 12 semester 2, siap hadapi ujian

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?