Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 30 April 2026
Trending
  • Jadwal Final Liga Champions 2026: Atletico vs Arsenal dan PSG vs Munchen di SCTV Pagi Hari
  • 8 Kebiasaan Orang Cerdas yang Malah Penghambat Kesuksesan, Perfeksionisme Salah Satunya
  • 5 destinasi wisata populer di Bandung untuk liburan akhir pekan bersama keluarga
  • Sedikit Harapan Tottenham Lolos Degradasi Usai Kemenangan Pertama Tahun 2026
  • Mahfud MD Bongkar Kekayaan MBG: Rp 34 Miliar untuk Makan, Sisanya untuk Mobil dan Kaos
  • Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Pemilik Diduga Hakim Ahmad Sahroni Dipecat dan Dituntut Pidana
  • 7 cara mengatur anggaran bulanan ala kakeibo dari ibu rumah tangga Jepang
  • Latihan PAT Prakarya Kelas 8 SMP Terbaru 2026 dengan Jawaban
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Mahfud MD Bongkar Kekayaan MBG: Rp 34 Miliar untuk Makan, Sisanya untuk Mobil dan Kaos
Politik

Mahfud MD Bongkar Kekayaan MBG: Rp 34 Miliar untuk Makan, Sisanya untuk Mobil dan Kaos

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik Mahfud MD terhadap Pengelolaan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak efektif. Ia menyoroti adanya ketimpangan dalam penggunaan dana triliunan rupiah yang dialokasikan untuk program ini.

Pernyataan Mahfud disampaikan saat wawancara di kanal YouTube Forum KEADILAN TV pada Jumat (24/4/2026). Menurutnya, dari total anggaran yang besar, hanya sebagian kecil yang digunakan untuk pembelian bahan pangan. Ia menyebut bahwa hanya sekitar Rp34 miliar yang dialokasikan untuk makanan, sementara sisanya digunakan untuk biaya mobil, kaos, dan wadah makan.

“Kalau benar angkanya seperti itu, berarti ada masalah serius dalam tata kelola. Harus diperiksa,” ujar Mahfud dengan nada tajam. Ia menilai bahwa pengeluaran yang tidak krusial seperti pengadaan kendaraan dan perlengkapan justru menjadi prioritas utama.

Mahfud juga mempertanyakan klaim distribusi bahan pangan dalam jumlah besar, seperti klaim yang menyebutkan MBG sudah membeli 19 ribu sapi. Ia menilai bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Perbedaan Laporan dan Realitas di Lapangan

Selain itu, Mahfud menyoroti adanya ketidaksesuaian antara laporan di tingkat pusat dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut dugaan kasus keracunan massal dan distribusi yang tidak tepat sasaran sebagai isu yang perlu diperhatikan.

Ia juga memperkuat pendapatnya bahwa kritik terhadap program MBG seharusnya dijawab dengan perbaikan konkret, bukan sekadar narasi. Meskipun ia mengakui bahwa program ini memiliki dampak positif bagi masyarakat miskin, ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran masih menjadi masalah utama.

“Programnya bagus, tapi pengelolaannya buruk. Itu yang harus diperbaiki,” tegas Mahfud.

Tantangan dalam Pembenahan Tata Kelola

Di sisi lain, Mahfud mengapresiasi jika benar informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai mempertimbangkan perubahan tata kelola MBG agar lebih tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran sebelumnya.

Ia juga menyoroti fenomena hedonisme pejabat daerah yang dinilai turut memperburuk persepsi publik terhadap pengelolaan anggaran negara. Mahfud menyebut praktik pemborosan anggaran sebagai “brutal” dan berpotensi menjadi budaya yang menular dari pusat ke daerah.

Rekomendasi Reformasi Polri yang Belum Diambil

Selain isu MBG, Mahfud juga mengungkap nasib dokumen Komisi Reformasi Polri yang hingga kini “tertahan” di Istana. Meskipun dokumen setebal 8 buku dan 10 dokumen hasil kerja tim ahli sudah rampung sejak Februari, Presiden Prabowo Subianto belum juga menjadwalkan pertemuan resmi untuk menerima laporan tersebut.

“Pak Jimly (Asshiddiqie) sudah tawarkan kirim naskahnya, tapi Presiden bilang jangan dikirim takut bocor, minta datang langsung. Tapi sampai hari ini belum ada jadwal,” ungkap Mahfud.

Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Polri yang sudah mulai menjalankan salah satu poin rekomendasi, yakni penghapusan sistem “titip-titipan” dalam rekrutmen Akpol.

“Setidaknya ke depan Polri bisa lebih tegas dan bersih dari kepentingan politik,” katanya.

Kesiapan untuk Reformasi Berbasis Data

Mahfud berharap agar pemerintah tidak hanya responsif terhadap kritik, tetapi juga konsisten melakukan reformasi kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Ia menilai bahwa perubahan kebijakan harus diiringi dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

Dengan demikian, Mahfud berharap agar pengelolaan anggaran dan program pemerintah dapat lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Buka Rakerkab KONI, Bupati Blora Arief Rohman Usung Target 5 Besar Porprov 2026

30 April 2026

Profil Once Mekel, Mantan Vokalis Dewa 19 yang Usulkan Gaji Guru Rp15 Juta, Ini Perjalanan Karier Hingga Jadi Anggota DPR RI

29 April 2026

Indonesia Terancam Terlibat Perang Jika Pesawat Militer AS Bebas Beroperasi di Wilayah Udara RI

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Final Liga Champions 2026: Atletico vs Arsenal dan PSG vs Munchen di SCTV Pagi Hari

30 April 2026

8 Kebiasaan Orang Cerdas yang Malah Penghambat Kesuksesan, Perfeksionisme Salah Satunya

30 April 2026

5 destinasi wisata populer di Bandung untuk liburan akhir pekan bersama keluarga

30 April 2026

Sedikit Harapan Tottenham Lolos Degradasi Usai Kemenangan Pertama Tahun 2026

30 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?