Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 16 October 2026
Trending
  • DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan
  • Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la Cerámica
  • Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu
  • Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan
  • Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk
  • Cara melacak HP Android yang hilang, kunci layar dan hapus data dari jarak jauh
  • Lampaui target 13,3 persen, program servis motor gratis SMK se-Jatim raih rekor MURI
  • 5 cara mengoptimalkan otak anda di dunia yang didominasi AI menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Pembelaan Hogi Minaya Dianggap Tidak Adil, Ada Ketimpangan Hukum
Hukum

Pembelaan Hogi Minaya Dianggap Tidak Adil, Ada Ketimpangan Hukum

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 February 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik terhadap Sikap DPR RI dalam Kasus Penjambretan yang Berujung Maut

Kuasa hukum keluarga korban, Misnan Hartono, menyampaikan kritik terhadap sikap Komisi III DPR RI yang dinilainya tidak adil dalam menangani kasus penjambretan yang berujung maut di Sleman. Menurutnya, tuntutan agar perkara Hogi Minaya dihentikan seharusnya tidak dilakukan saat proses restorative justice (RJ) masih berlangsung.

Misnan mengatakan bahwa kliennya telah meninggal dunia, sedangkan Hogi Minaya yang sempat menjadi tersangka tidak pernah ditahan. Ia mempertanyakan peran DPR sebagai wakil rakyat yang seharusnya berdiri di tengah dan menjadi penyeimbang bagi semua pihak, bukan justru terlihat condong membela satu sisi saja.

Latar Belakang Peristiwa

Perkara ini bermula dari sebuah kejadian penjambretan yang terjadi di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada saat itu, tas milik Arista Minaya, istri Hogi Minaya, dirampas oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor. Hogi Minaya tidak tinggal diam. Ia kemudian mengejar kedua penjambret tersebut menggunakan mobil.

Kejar-kejaran yang awalnya dilandasi emosi dan naluri untuk melindungi keluarga itu berujung pada tragedi yang tak pernah dibayangkan siapa pun. Pengejaran tersebut berakhir nahas ketika sepeda motor yang dikendarai para pelaku terjatuh setelah terpepet kendaraan dan menghantam tembok. Benturan keras itu merenggut nyawa keduanya di lokasi kejadian. Diketahui, kedua korban merupakan warga asal Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Ketimpangan dalam Penanganan Kasus

Misnan Hartono tidak hanya mengkritisi sikap DPR RI. Ia juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai ketimpangan perlakuan hukum dalam penanganan perkara ini. Ia membandingkan nasib kliennya yang telah meninggal dunia dan tak mungkin lagi membela diri dengan posisi Hogi Minaya yang meski sempat menyandang status tersangka, tidak pernah mengalami penahanan.

Nada getir dan rasa kehilangan begitu terasa saat Misnan menyampaikan pernyataan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kliennya sudah mati dan tidak bisa hidup lagi, sementara Hogi Minaya belum pernah ditahan.

Desakan DPR Dinilai Terlalu Dini

Lebih jauh, Misnan menilai permintaan DPR RI agar perkara dihentikan disampaikan pada waktu yang tidak tepat. Ia mengingatkan bahwa proses restorative justice (RJ) masih berjalan dan bahkan telah memasuki tahapan lanjutan. Menurutnya, seharusnya semua pihak memberikan kesempatan bagi mekanisme hukum tersebut untuk berjalan hingga tuntas, tanpa intervensi atau tekanan dari luar.

“Restorative Justice sudah berjalan dalam kasus ini, bahkan sudah akan melakukan pertemuan kedua. Harusnya biarkan dulu proses tersebut berjalan sebelum kasus tersebut diminta dihentikan,” tegas Misnan.

Pembelaan terhadap Aparat Penegak Hukum

Di tengah kritik keras terhadap DPR RI, Misnan juga menyampaikan pembelaan terhadap aparat penegak hukum. Ia meminta agar Komisi III tidak memojokkan kepolisian maupun kejaksaan, karena menurutnya kedua institusi tersebut telah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai kuasa hukum yang mengikuti perkara ini sejak awal, Misnan mengaku memahami secara detail setiap tahapan yang dilakukan aparat dalam menangani kasus tersebut. “Kami mengikuti proses kasus ini sebagai kuasa hukum, jadi kami tahu betul proses hukum yang dilakukan oleh Polres dan Jaksa sudah sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Suara yang Masih Menganga

Di balik satu keputusan hukum yang dianggap final, ada duka yang masih menganga. Ada suara yang merasa terpinggirkan, kehilangan, dan belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk didengar. Perkara ini tidak hanya menjadi soal hukum, tetapi juga tentang rasa keadilan dan penghargaan terhadap kehilangan yang dialami oleh keluarga korban.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sarwendah Tantang Uji Forensik, Bantah Video Call Ruben Onsu Editan

14 October 2026

Fakta Baru Kericuhan Pekerja Proyek dan Satpol PP Terungkap, Bukan karena Nasi

14 October 2026

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan

16 October 2026

Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la Cerámica

16 October 2026

Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu

16 October 2026

Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan

16 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?