Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Pemantau Konflik: Korban di Gaza Tak Bisa Dinafikan
    Nasional

    Pemantau Konflik: Korban di Gaza Tak Bisa Dinafikan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengakuan IDF atas Korban Palestina, Sebuah Langkah Langka dalam Konflik Global

    Pengakuan pihak berwenang Israel terhadap jumlah korban jiwa di Gaza menandai perubahan signifikan dalam cara mengukur dampak konflik. Para pemantau independen menyambut baik pengakuan ini, meskipun mereka tetap mengingatkan bahwa menghitung korban secara akurat di tengah perang tetaplah tantangan besar.

    Setelah bertahun-tahun menolak data yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan Gaza sejak perang Israel-Hamas dimulai pada Oktober 2023, militer Israel (IDF) akhirnya setuju dengan angka yang menyebutkan bahwa sekitar 71.000 warga Palestina telah tewas dalam konflik tersebut. Angka ini berasal dari Kementerian Kesehatan Gaza, yang selama ini dianggap sebagai sumber data yang relatif dapat dipercaya oleh pengamat internasional.

    Therese Pettersson, peneliti dari Uppsala Conflict Data Program (UCDP), Universitas Uppsala, Swedia, menjelaskan bahwa pengakuan IDF bukanlah hal yang mengejutkan. “Rekaman data kematian kami yang begitu rinci membuatnya semakin sulit untuk menyangkal apa yang terjadi,” ujarnya kepada DW.

    Angka Korban yang Bertentangan di Perang Rusia-Ukraina

    Dalam konflik lain seperti perang Rusia-Ukraina, situasi justru lebih rumit. Baik Moskow maupun Kyiv tidak merilis data korban jiwa secara rutin atau akurat. Bahkan, Rusia tidak memberikan pembaruan resmi selama lebih dari tiga tahun. Hal ini memperkuat kecenderungan pihak-pihak yang bertikai untuk membesar-besarkan kerugian lawan dan mengecilkan korban dari negara sendiri.

    Shawn Davies, analis UCDP, menjelaskan bahwa ini adalah fenomena umum. “Biasanya mengecilkan korban dari negara sendiri dan membesar-besarkan keberhasilan perang. Ini soal menjaga moral pendukung dan menutupi biaya sesungguhnya dari perang.”

    Metode Pemantauan Korban Jiwa yang Berbeda

    Pemantauan korban konflik dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk pernyataan resmi pihak yang bertikai, laporan rumah sakit dan kamar jenazah, kesaksian saksi mata, liputan media, hingga unggahan media sosial. Namun, karena kualitas dan kredibilitas sumber berbeda-beda, data harus diverifikasi silang.

    UCDP cenderung mempercayai “kerugian yang diakui” oleh suatu pihak, tetapi lebih berhati-hati terhadap klaim mereka akan korban dari pihak lawan. Lembaga ini juga dikenal konservatif, hanya menghitung angka kematian, bukan luka atau orang hilang, dan menggunakan datanya sebagai dasar untuk memantau tren konflik.

    Namun, ada metode lain yang digunakan lembaga lain. Contohnya, laporan terbaru think tank AS CSIS menemukan data yang berlawanan untuk beberapa klaim yang dikeluarkan Rusia. Dengan menggunakan berbagai data seperti Kementerian Pertahanan Inggris, media Rusia Mediazona, dan BBC Rusia, serta wawancara dengan pejabat pemerintah AS, Eropa, dan Ukraina, CSIS memperkirakan:

    • Hingga saat ini, sekitar 1,2 juta jiwa korban dari pihak Rusia (tewas, luka, hilang), sepertiganya terjadi pada 2025.
    • 275.000–325.000 tentara Rusia tewas hingga Desember 2025.
    • 600.000 korban diperkirakan dari pihak Ukraina, termasuk 100.000–140.000 tewas.

    “Angka-angka ini luar biasa,” tulis CSIS dalam laporannya, “Tidak ada negara dengan kekuatan besar yang mencapai angka korban sebesar ini sejak Perang Dunia II.”

    Pendekatan yang Lebih Bermartabat

    Lily Hamourtziadou, akademisi studi perang dari Birmingham City University, mengatakan bahwa pengakuan IDF terhadap angka Gaza adalah langkah langka dan positif. Meski demikian, ia memperingatkan bahwa bisa saja IDF tahu angkanya jauh lebih tinggi, sehingga menyetujui hitungan yang lebih rendah.

    Menurut Hamourtziadou, mencatat dampak perang terhadap manusia adalah tanggung jawab negara. “Ini adalah tanggung jawab setiap negara, jika mereka menggunakan agresi melawan suatu populasi, mereka harus mengumpulkan data siapa saja yang terbunuh dan bagaimana mereka tewas … Ini adalah sebuah pendekatan yang lebih bermartabat.”

    Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang melampaui angka. “Laporan terkait korban jiwa kadang hanya sekadar angka, informasi sederhana seperti nama dan usia korban dapat ditambahkan. Hal ini dapat menghadirkan dampak kemanusiaan yang sering tenggelam di balik fokus media dan pemerintah pada kerugian militer.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?