Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Pelatih Persija Kritik Keputusan Wasit Korea Usai Kalah dari Persib: Banyak Buang Waktu dan Pilih Kasih Kartu
Olahraga

Pelatih Persija Kritik Keputusan Wasit Korea Usai Kalah dari Persib: Banyak Buang Waktu dan Pilih Kasih Kartu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Mauricio Souza, pelatih Persija Jakarta, menyampaikan keluhan terkait kepemimpinan wasit Ko Hyung-jin setelah timnya kalah dalam laga derbi melawan Persib Bandung. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026) sore WIB berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Persib. Gol penentu kemenangan Persib dicetak oleh Beckham Putra.

Kemenangan ini diwarnai dengan kartu merah yang diterima bek kanan Persija, Bruno Tubarao. Meskipun demikian, Mauricio Souza mengakui bahwa pertandingan tersebut berjalan dalam suasana yang sangat antusias karena kehadiran para penggemar.

“Ya, para penggemar datang ke sini dan mengadakan pesta yang meriah,” ujar Mauricio Souza usai laga.

“Kami tahu bahwa stadion di sini biasanya penuh. Itu adalah pertandingan yang layak untuk memperebutkan posisi pertama di klasemen.”

“Jadi kami tahu itu akan menjadi… yah… pertandingan yang sangat intens,” tambahnya.

Namun, pelatih asal Brasil ini mengkritik kepemimpinan wasit Ko Hyung-jin yang dinilai terlalu banyak buang waktu. Ia menilai tambahan waktu yang diberikan di masing-masing babak terlalu sedikit, sehingga pertandingan hanya berjalan efektif selama 45-46 menit.

“Sekarang, saya juga akan berbicara tentang intensitas permainan di lapangan,” ujar Mauricio Souza.

“Saya ingin melihat pertandingan di Indonesia yang jauh lebih intens daripada yang sebenarnya.”

“Tetapi agar itu terjadi, permainan tidak boleh terlalu banyak berhenti. Permainan terlalu banyak berhenti. Setiap pelanggaran, wasit mendatangi para pemain, dan tetap di sana, dan membuang banyak waktu untuk berbicara, berbicara, berbicara… ‘Jika kamu menahan, saya akan memberikan pelanggaran,’ ‘jika kamu menahan, saya akan memberikan penalti.’ Wasit tidak perlu mengatakan apa pun.”

“Jika dia melihat pelanggaran, jika dia melihat tarikan, dia memberikan penalti dan itu saja.”

“Itu pertandingan berhenti terus. Dan di akhir pertandingan dia kasih cuma 4 menit dia (tambahan waktu). Jadi kami tidak lihat ini efektif di dalam permainan bola. Ada 23 menit dari babak pertama. Dan 22 (menit) dari babak kedua.”

“Jadi, penggemar yang membayar untuk menonton pertandingan 90 menit. Dia hanya melihat 46, 47 menit pertandingan sepak bola. Sisanya hanya bola mati. Itulah yang secara historis terjadi di liga di Indonesia, sayangnya,” ujarnya.

Soal kartu merah untuk Bruno Tubarao, Mauricio Souza tidak mempertanyakan keputusan wasit Ko Hyung-jin. Namun, ia mempertanyakan keputusan wasit yang tidak banyak mengacungkan kartu saat pemain Persib Bandung melakukan pelanggaran keras.

“Dan mengenai kartu merah, itu sudah tepat,” ujar Souza.

“Saya hanya berpikir pemain Bandung seharusnya menerima kartu kuning atas insiden tersebut.”

“Karena dia melakukan pelanggaran terang-terangan dari belakang terhadap Tubarão.”

“Dan kemudian Tubarão bertindak sangat kekanak-kanakan dan pantas diusir dari lapangan.”

“Tim yang ingin menguasai bola dan terus-menerus dihentikan oleh pelanggaran, seperti kita akhirnya akan kehilangan ketenangannya cepat atau lambat.”

“Seperti yang saya katakan, sikap Tubarão kekanak-kanakan. Dan dia pantas diusir.”

“Tapi pemain Persib Bandung tidak mendapat kartu kuning. Dan apakah anda melihat pelanggaran yang dia lakukan terhadap Tubarão dari belakang?” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender

7 April 2026

Timnas Indonesia Kalah dari Bulgaria, John Herdman: Kami Bermain Lebih Baik, Seharusnya Menang

7 April 2026

Laporan Mencengangkan di Balik Kesulitan Veda, Selalu Masuk 5 Besar Lap Tercepat Jadi Kunci Kebangkitan

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?