Desakan untuk Pemecatan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan
Wasekjend PB HMI Hasbi Alwi Silalahi mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan terkait dugaan korupsi di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Medan. Ia meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera mencopot Kepala Kejari Medan, Fajar Syah Putra, karena diduga terlibat dalam penerimaan gratifikasi.
Desakan ini muncul setelah beberapa waktu lalu, seorang jaksa ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasbi menyatakan bahwa kejadian serupa bisa saja terjadi di Kota Medan, khususnya di lingkungan Kejari Medan. Ia menilai bahwa pola korupsi yang terjadi di tempat lain juga bisa berulang di sini.
“Kita mendesak Jaksa Agung untuk segera bertindak dengan mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan Fajar Syah Putra, karena diduga juga menerima sejumlah gratifikasi,” ujar Hasbi.
Menurutnya, selama ini Kepala Kejari Medan tidak bekerja secara profesional. Banyak dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan tetapi tidak tersentuh oleh Kejari Medan. Ia menilai bahwa Kejari Medan sengaja tutup mata terhadap kasus-kasus tersebut.
“Kita menduga bahwa Kejari Medan ini sengaja tutup mata, apalagi sejumlah dugaan telah terjadi, tapi Kejari Medan tak juga bertindak,” jelasnya.
Hasbi bahkan menyebut bahwa Kajari Medan Fajar Syah Putra lebih fokus pada hobi off-road daripada menjalankan tugas sebagai jaksa. Menurutnya, Kajari Medan hanya pandai menyalurkan hobinya dan tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Itu Kajari Medan taunya hanya off-road saja, kalau disuruh kerja entah apa yang dikerjakannya, malu juga kita melihatnya,” ucap Hasbi.
Karena hal tersebut, dirinya mendesak Jaksa Agung untuk bertindak tegas, mencopot pegawai Adhyaksa yang tidak becus bekerja. Ia berharap Jaksa Agung dapat segera mengambil langkah tegas, mengingat kejadian serupa yang terjadi di Bekasi dan Kalimantan.
“Sampai dengan saat ini, kata Hasbi Kejari Medan minim akan tindakan dalam mengupas dugaan korupsi yang terjadi. Padahal, sejumlah media dan lembaga masyarakat sering bersuara, namun diabaikan.”
Ia menilai bahwa sulit untuk memahami jika seseorang hanya fokus pada hobi, namun malas dalam bekerja. “Begitu banyak dugaan korupsi terjadi, tapi ya sudahlah,” ujarnya.
Penilaian Terhadap Kinerja Kejari Medan
Hasbi menyampaikan bahwa penanganan kasus korupsi di Kejari Medan dinilai sangat kurang. Ia menyoroti bahwa meskipun ada banyak dugaan korupsi, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan oleh Kejari Medan. Hal ini membuat masyarakat merasa kecewa terhadap kinerja institusi yang seharusnya menjadi pelindung keadilan.
Beberapa kali, media dan lembaga masyarakat memberikan suara terkait dugaan korupsi di Medan, tetapi tidak ada respons yang signifikan dari pihak Kejari. Menurut Hasbi, ini menunjukkan adanya ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.
Selain itu, ia juga menyoroti sikap Kajari Medan yang dinilai tidak serius dalam menjalankan tanggung jawabnya. Dalam pandangan Hasbi, Kajari Medan lebih tertarik pada hobi daripada menjalankan tugas sebagai jaksa. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak layak untuk memegang jabatan tersebut.
Dengan situasi seperti ini, Hasbi berharap Jaksa Agung segera mengambil tindakan tegas agar keadilan dapat ditegakkan di Kota Medan. Ia berharap agar semua pihak terkait dapat bekerja dengan profesional dan transparan.



