Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Paus Leo XIV Kecam Penggunaan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Magnifica Humanitas
Teknologi

Paus Leo XIV Kecam Penggunaan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Magnifica Humanitas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Paus Leo XIV Kritik Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Perang



Paus Leo XIV menyampaikan kritik terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perang modern melalui ensiklik sosial pertamanya yang berjudul Magnifica Humanitas. Dalam dokumen tersebut, Vatikan menyoroti bahaya AI yang semakin digunakan untuk tujuan militer, pengawasan, dan sistem senjata otonom. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya dominasi negara dan perusahaan teknologi besar AS dalam perlombaan AI global.

Pernyataan itu disampaikan saat presentasi ensiklik di Aula Sinode Vatikan, Senin (25/5/2026). Paus menggambarkan dunia sedang menghadapi titik balik sejarah yang serupa dengan Revolusi Industri pada akhir abad ke-19, ketika Gereja Katolik merespons perubahan sosial melalui ensiklik Rerum Novarum yang diterbitkan Paus Leo XIII pada 1891.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa kecerdasan buatan sudah memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia dan memengaruhi keputusan yang membentuk kehidupan bersama. Ia juga memperingatkan bahwa teknologi tersebut “secara dramatis mengubah cara perang dilakukan.”

Momen “Rerum Novarum” Baru di Era AI

Dalam pidatonya, Paus membandingkan situasi saat ini dengan situasi yang dihadapi Paus Leo XIII lebih dari seabad lalu. Menurutnya, Gereja kembali dipanggil untuk membaca “hal-hal baru” di zaman modern melalui terang Injil dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ensiklik Magnifica Humanitas lahir dari proses panjang mendengarkan pandangan ilmuwan, insinyur, pendidik, pemimpin politik, hingga keluarga yang khawatir terhadap masa depan generasi muda. Namun, ia juga menerima banyak laporan yang mengkhawatirkan mengenai sistem senjata otonom serta algoritma yang dapat menolak akses layanan kesehatan, pekerjaan, atau keamanan akibat data yang bias dan tidak adil.

Dari proses tersebut, muncul keyakinan bahwa AI harus “dilucuti.” Paus mengakui istilah tersebut terdengar keras, tetapi menurutnya kondisi dunia saat ini membutuhkan bahasa yang mampu “membangunkan hati nurani dan menunjukkan arah bagi masa depan umat manusia.”

Teknologi Harus Diiringi Tanggung Jawab Moral

Lebih lanjut, Paus Leo XIV mengaitkan isu AI dengan posisi lama Gereja Katolik terkait pelucutan senjata nuklir. Menurutnya, setiap kekuatan teknologi besar selalu harus dibarengi tanggung jawab moral dan akuntabilitas publik.

“Dalam pengertian yang sama, kecerdasan buatan sekarang perlu ‘dilucuti’, dibebaskan dari logika yang mengubahnya menjadi alat dominasi, eksklusi, atau kematian,” ujar Paus. Ia kemudian mengutip surat Santo Paulus yang menyerukan umat untuk “tetap berjaga-jaga.” Paus memperingatkan bahwa perdamaian global dapat terancam ketika teknologi justru melemahkan kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan menjaga kewaspadaan moral.

Meski demikian, Paus menegaskan bahwa tantangan dunia saat ini bukan sekadar membatasi teknologi berbahaya, melainkan juga membangun masa depan yang lebih adil secara bersama-sama.

Tak Ada yang Membangun Kembali Sendirian

Dalam bagian lain pidatonya, Paus Leo XIV mengenang pengalamannya sebagai misionaris di Peru ketika banjir besar dan hujan deras melanda negara itu pada 2017. Pengalaman tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa proses membangun kembali masyarakat bukan hanya soal memperbaiki bangunan fisik.

“Itu berarti memperbaiki ikatan sosial, memulihkan kepercayaan, dan membangkitkan kembali harapan terhadap masa depan. Tak ada seorang pun yang membangun kembali sendirian,” kata Paus. Ia kemudian mengangkat kisah Nehemia yang membangun kembali tembok Yerusalem sebagai gambaran moral bagi pembangunan era digital modern. Menurutnya, AI dapat menjadi “lokasi pembangunan sejarah” apabila kemajuan teknologi diarahkan untuk melayani kehidupan manusia dan memperkuat solidaritas.

Manusia Tidak Boleh Direduksi Menjadi Data

Paus Leo XIV juga menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh membuat manusia dipandang hanya sebagai angka produktivitas atau sekadar data statistik. Mengutip ajaran Paus Paulus VI mengenai pembangunan manusia seutuhnya, ia menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh tersingkir dari perubahan teknologi global.

“Manusia memiliki kebebasan, batin, dan panggilan untuk mencintai serta menyembah yang tidak dapat digantikan ataupun diblokir oleh mesin,” ujarnya. Karena itu, Paus menyerukan kerja sama internasional antara negara, institusi, pengembang teknologi, dan masyarakat yang terdampak langsung oleh sistem AI agar manfaat teknologi dapat dirasakan seluruh umat manusia, bukan hanya kelompok tertentu yang memiliki kekuasaan dan modal besar.

Seruan Membangun “Peradaban Kasih”

Menutup presentasi ensiklik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan Gereja Katolik ingin ikut berkontribusi dalam perdebatan global mengenai AI, bukan sebagai ahli teknis, melainkan sebagai penjaga nilai kemanusiaan, hati nurani, dan martabat manusia. Ia juga mengajak umat beriman maupun masyarakat nonreligius menjadi “perajin harapan” untuk bersama-sama membangun tatanan dunia yang lebih manusiawi di tengah percepatan teknologi yang kian menentukan arah kehidupan global.

Ensiklik itu kemudian dipercayakan kepada Bunda Maria melalui doa Magnificat, yang menurut Paus “menyanyikan kebesaran Tuhan yang mengangkat kaum kecil dan rendah hati,” menegaskan dimensi spiritual yang melandasi pesan etis dalam dokumen tersebut.

Melalui Magnifica Humanitas, Vatikan menempatkan kecerdasan buatan tidak lagi sekadar sebagai inovasi teknologi, melainkan sebagai tantangan moral, kemanusiaan, dan geopolitik yang berpotensi memengaruhi arah perang, distribusi kekuasaan global, serta masa depan peradaban dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?