Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 18 Maret 2026
Trending
  • Lokasi ATM Uang Kertas Rp10.000 dan Rp20.000 di Jakarta
  • Sekda Ngada Diduga Miliki Kekurangan Hukum, Akademisi Undana Kritik Proses Pengangkatan
  • OpenAI Pilih Pentagon, Jutaan Pengguna AS Beralih ke Claude
  • Harga nikel turun di awal Maret 2026, prospek emiten tambang terpuruk
  • Respons Kapolri Pasca Nabilah Viral, Korban Pencurian Jadi Tersangka
  • Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei, Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
  • PSM Kalahkan Malut United 1-0, Yakob Sayuri Lakukan Gol Bunuh Diri
  • 7 Perilaku Orang Tidak Percaya Diri yang Sulit Memahami Isyarat Sosial
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»OpenAI Pilih Pentagon, Jutaan Pengguna AS Beralih ke Claude
Teknologi

OpenAI Pilih Pentagon, Jutaan Pengguna AS Beralih ke Claude

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Besar di Dunia Teknologi Akibat Kepulan Etika

Kabar besar dari industri kecerdasan buatan (AI) sempat mengguncang dunia teknologi. Perusahaan AI terkenal, OpenAI, memutuskan untuk bekerja sama dengan lembaga pertahanan Amerika Serikat. Keputusan ini memicu reaksi keras dari banyak pengguna di Amerika. Sebagian orang merasa khawatir tentang bagaimana teknologi AI bisa digunakan di bidang militer.

Gelombang protes tersebut terlihat jelas dari perilaku pengguna aplikasi. Banyak orang mulai menghapus aplikasi ChatGPT dari ponsel mereka. Pada saat yang sama, aplikasi pesaing justru mengalami lonjakan popularitas. Jika kamu penasaran bagaimana peristiwa ini bisa terjadi dan kenapa pengguna tiba-tiba pindah ke platform lain, pembahasan berikut bisa memberi gambaran lengkapnya.

1. Lonjakan Penghapusan Aplikasi ChatGPT di Amerika

Keputusan kerja sama antara OpenAI dan United States Department of Defense langsung memicu respons dari publik. Lembaga intelijen pasar aplikasi, Sensor Tower, melaporkan bahwa angka penghapusan aplikasi ChatGPT melonjak drastis di Amerika Serikat. Lonjakannya bahkan mencapai sekitar 295% hanya dalam satu hari setelah kabar kerja sama tersebut muncul.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pola biasanya. Dalam kondisi normal, tingkat penghapusan aplikasi ChatGPT hanya naik sekitar 9 persen per hari. Kenaikan yang sangat tajam ini menunjukkan adanya reaksi emosional dari pengguna. Banyak orang merasa gak nyaman melihat teknologi AI terhubung dengan sektor militer.

Kekecewaan tersebut bukan hanya terlihat dari uninstall aplikasi. Aktivitas unduhan ChatGPT juga mulai melambat setelah berita tersebut tersebar luas. Perubahan perilaku pengguna ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu etika dalam pengembangan teknologi AI.

2. Claude Mendadak Jadi Pilihan Baru Pengguna

Saat ChatGPT menghadapi gelombang kritik, pesaingnya justru mendapatkan momentum besar. Aplikasi AI bernama Claude milik perusahaan Anthropic mengalami peningkatan popularitas yang signifikan. Banyak pengguna mulai mencoba alternatif baru tersebut setelah merasa ragu dengan arah kebijakan OpenAI.

Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa unduhan Claude di Amerika naik 37% pada satu hari pertama. Kenaikan tersebut bahkan berlanjut menjadi 51% pada hari berikutnya. Pertumbuhan cepat ini menunjukkan bahwa banyak orang langsung mencari opsi lain ketika kepercayaan mereka terhadap satu platform berkurang.

Popularitas Claude bahkan melonjak sampai ke posisi nomor satu di tangga aplikasi gratis di App Store Amerika Serikat. Lonjakan tersebut terjadi hanya dalam waktu singkat. Dalam satu minggu saja, posisi aplikasi itu melesat lebih dari 20 peringkat.

3. Sikap Anthropic Soal Kerja Sama Militer

Lonjakan popularitas Claude ternyata tak terjadi begitu saja. Perusahaan pengembangnya, Anthropic, mengambil sikap berbeda terkait kerja sama dengan militer. Pimpinan perusahaan tersebut menolak kemungkinan kerja sama dengan lembaga pertahanan.

Dario Amodei, CEO Anthropic sekaligus peneliti AI yang sebelumnya bekerja di OpenAI, menjelaskan bahwa perusahaannya menolak kerja sama tersebut karena alasan etika. Menurutnya, teknologi AI saat ini belum cukup aman untuk digunakan dalam sistem pengawasan atau senjata otonom.

Pandangan tersebut ternyata mendapat dukungan dari banyak pengguna. Banyak orang merasa pendekatan Anthropic lebih hati-hati dalam mengembangkan teknologi AI. Sikap tersebut membuat sebagian pengguna merasa lebih nyaman menggunakan platform mereka.

4. Gelombang Kritik Juga Terlihat di Ulasan Pengguna

Protes dari pengguna gak berhenti pada penghapusan aplikasi aja. Reaksi lain terlihat dari perubahan drastis pada ulasan aplikasi ChatGPT di toko aplikasi. Banyak pengguna mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui rating yang sangat rendah.

Menurut data dari Sensor Tower, jumlah ulasan bintang satu melonjak hingga 775% dalam satu hari. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa banyak pengguna sengaja memberikan penilaian buruk sebagai bentuk kritik. Pada hari berikutnya, lonjakan ulasan negatif bahkan masih terus bertambah.

Analisis dari perusahaan data aplikasi Appfigures juga menunjukkan bahwa unduhan Claude di Amerika akhirnya melampaui ChatGPT untuk pertama kalinya. Sementara itu, laporan dari Similarweb mencatat bahwa unduhan mingguan Claude di AS kini sekitar 20 kali lebih tinggi dibandingkan Januari. Perubahan angka tersebut memperlihatkan betapa cepatnya dinamika dunia teknologi. Keputusan bisnis satu perusahaan bisa langsung memengaruhi perilaku jutaan pengguna.

Peristiwa ini menjadi contoh menarik tentang hubungan antara teknologi, etika, dan kepercayaan publik. Kerja sama antara OpenAI dan lembaga pertahanan memang membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi. Reaksi pengguna menunjukkan bahwa banyak orang masih sangat peduli terhadap bagaimana AI digunakan.

Lonjakan pengguna ke Claude juga membuktikan bahwa alternatif selalu tersedia di dunia teknologi. Pengguna kini semakin kritis dalam memilih platform yang mereka gunakan. Ke depan, perusahaan AI kemungkinan harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar, terutama jika berkaitan dengan isu etika dan keamanan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cara Mengelola THR agar Tak Cuma untuk Lebaran

17 Maret 2026

MacBook Neo resmi dirilis, MacBook paling terjangkau Apple

17 Maret 2026

Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Lokasi ATM Uang Kertas Rp10.000 dan Rp20.000 di Jakarta

17 Maret 2026

Sekda Ngada Diduga Miliki Kekurangan Hukum, Akademisi Undana Kritik Proses Pengangkatan

17 Maret 2026

OpenAI Pilih Pentagon, Jutaan Pengguna AS Beralih ke Claude

17 Maret 2026

Harga nikel turun di awal Maret 2026, prospek emiten tambang terpuruk

17 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?