Strategi Setan Menggoda Manusia dan Cara Menghindarinya
Setan memiliki berbagai cara untuk menggoda manusia, termasuk tipu daya halus (talbis), menghias keburukan agar terlihat indah (tazyin), menanamkan bisikan (waswasah), serta memanfaatkan hawa nafsu dan kesenangan duniawi untuk melalaikan dari Allah. Setan menyerang dari empat arah (depan, belakang, kanan, kiri) untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa secara bertahap.
Pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2026, umat muslim akan melaksanakan Salat Jumat. Hari Jumat dianggap sebagai hari yang penuh keberkahan. Dalam khutbah Jumat ini, kita akan membahas strategi setan menggoda manusia dan cara menghindarinya.
Khutbah 1
Dalam khutbah pertama, kita disampaikan tentang pentingnya menjaga ketakwaan dan keimanan kepada Allah. Setiap detik dari hidup kita, setiap hembusan napas, setiap pikiran yang tersirat, setiap amal perbuatan yang kita kerjakan, semua tidak akan pernah lepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, dan menyelewengkan kita dari tujuan yang benar, dan menggiring kita kepada dosa dan maksiat agar kita menjadi orang yang tersesat seperti mereka.
Menurut imam al-Shawkany, melalui ayat-ayat Al-Qur’an, setan bersumpah akan selalu menggoda dan menyesatkan manusia dengan cara mendorong syahwat mereka untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan buruk serta memasukkan mereka ke pintu-pintu syubhat sampai mereka merasa tenang dan terbiasa melakukan hal tersebut hingga akhirnya mereka menyesal di kemudian hari.
Pintu-Pintu Setan untuk Menyesatkan Manusia
Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa ada tujuh pintu yang dijadikan jalan oleh Iblis atau setan untuk mengganggu dan menyesatkan manusia:
- Al-Syubhat – Perkara yang samar dan tidak jelas halal dan haramnya.
- Al-Syahwat – Keinginan yang jelek. Melalui syahwat inilah setan berhasil mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga.
- Al-Hirsh atau al-Tam’u – Berkeinginan yang tak berujung atau tama’. Melalui pintu ini setan menghembuskan ketidakpuasan kepada manusia.
- Al-Hasad – Kedengkian. Disebabkan hasut inilah Iblis dikutuk oleh Allah.
- Memandang kecil dan meremehkan dosa-dosa kecil – Melalui pintu ini setan menghembuskan godaannya kepada manusia agar menganggap kecil suatu perbuatan dosa.
- Ketidaksetiaan terhadap agama – Setan mencoba membuat manusia lalai dalam menjalankan ibadah.
- Menciptakan kebingungan dan keraguan – Setan mencoba mengacaukan pemahaman manusia tentang ajaran agama.
Lima Cara Menghindari Tipu Daya Setan
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, ada lima cara yang harus kita lakukan agar kita selamat dari tipu daya Iblis (setan):
- Menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah dan perbuatan – Keikhlasan adalah kunci dari segala amal.
- Menjaga kestabilan kondisi iman – Keimanan yang kuat dapat melindungi kita dari godaan setan.
- Berlindung kepada Allah Ta’alaa – Dengan berlindung kepada Allah, kita dapat menghindari gangguan setan.
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan memperkuat dzikrullah – Membaca Al-Qur’an dan berdzikir dapat mengusir setan.
- Berselisih dengan setan dalam setiap perbuatan – Setan adalah musuh yang nyata, maka kita harus menjadikannya sebagai musuh.
Khutbah 2
Dalam khutbah kedua, kita diingatkan untuk selalu taat kepada Allah dalam apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Allah telah memerintahkan kita dengan perintah yang dimulai dari diri-Nya sendiri dan ditunjukkan kepada para malaikat-Nya dengan kekudusan-Nya.
Dengan menjaga keimanan dan ketakwaan, kita dapat menghindari tipu daya setan yang selalu menyesatkan langkah kita menuju keridhaan dan surga Allah swt.



