Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Februari 2026
Trending
  • Mengapa Saldo Bisa Ditarik ke DANA?
  • Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12: Dinamika Politik dan Ekonomi Orde Baru
  • Polisi Konfirmasi Kecelakaan Maut di Desa Saenam Tewaskan Pelajar
  • Ketua IDAI yang Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin
  • Gama 01 Juara Kapolres Ternate Cup III, Spripim Polda Malut Kalah di Adu Penalti
  • Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026: Pos Indonesia, KAI, dan ASABRI
  • Ramalan Zodiak Aries 17 Februari 2026: Keuangan, Nasib, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Kecerdasan
  • Ternyata Pesulap Merah Nikahi Ratu Tanpa Izin Istri Pertama, Ini Penyebab Kondisi Tika Mega
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Musim Terakhir, Neom McLaren Tancap Gas di Formula E Jakarta 2025
Otomotif

Musim Terakhir, Neom McLaren Tancap Gas di Formula E Jakarta 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Tim Neom McLaren Formula E bersiap tampil dalam putaran ke-11 Formula E yang akan berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Dalam penampilan terakhir mereka di ajang balap mobil listrik ini, McLaren menurunkan dua nama yang siap adu strategi dan stamina: Sam Bird dan Taylor Barnard.

Suasana antusias menyelimuti tim, tapi juga diliputi tantangan. Suhu tropis Jakarta bukan hal sepele bagi pembalap dan tim teknik. Sam Bird menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas dan sirkuit yang menuntut presisi tinggi.

“Kami harus menjaga fisik dan tetap terhidrasi agar bisa tampil maksimal di tengah teriknya Jakarta,” ujar Sam Bird dalam sesi media.

Ban Adalah Kunci

Pembalap muda berbakat Taylor Barnard, yang baru menginjak usia 21 tahun, juga menyoroti tantangan unik dari regulasi ban Formula E. Ia menyebut manajemen ban menjadi strategi krusial karena hanya tersedia dua set ban per pembalap untuk seluruh rangkaian sesi—dari shakedown hingga race day.

“Kita harus mengatur pemakaian ban dengan sangat cermat. Kompon yang sama harus bisa bekerja di kondisi panas, hujan, atau transisi. Ini bukan hal mudah,” jelas Barnard.

Dengan hanya dua set ban dan aturan kompon serbaguna (all-weather), tim dipaksa untuk membaca kondisi trek dan cuaca dengan cermat. Barnard mengaku adaptasi menjadi kunci—bukan hanya untuk pembalap, tapi juga kru strategi dan insinyur ban.

Neom McLaren team Foto: OTO

Formula E dan Konsekuensi Regulasi Ramah Lingkungan

Formula E tidak hanya menghadirkan balap bersih tanpa emisi, tetapi juga regulasi yang mendukung keberlanjutan. Pembatasan jumlah ban per tim tiap pekan balap adalah bagian dari upaya menekan jejak karbon dan mengelola limbah ban secara bertanggung jawab.

Artinya, keputusan balapan tidak semata bergantung pada kecepatan, tapi juga efisiensi, strategi teknis, dan kemampuan adaptif—semua hal yang mendefinisikan DNA balap masa depan.

Pamit dari Formula E, Tapi Tak Tinggalkan Tekad Juara

Musim ke-11 jadi musim terakhir McLaren di Formula E. Tim telah mengonfirmasi bahwa mereka akan mengalihkan fokus penuh ke Formula 1, IndyCar, dan proyek hypercar untuk World Endurance Championship (WEC) yang dijadwalkan debut pada 2027.

Meski akan mengucapkan salam perpisahan dari balapan listrik satu ini, McLaren tidak datang untuk sekadar menuntaskan formalitas.

“Kami ingin menutup musim terakhir ini dengan pencapaian terbaik yang bisa kami berikan,” kata Sam Bird.

Konsistensi performa, efisiensi energi, dan penempatan strategi akan menjadi pondasi penting di Jakarta, terutama mengingat sirkuit jalan raya Ancol yang dikenal teknikal dan penuh kejutan. (HFD/ODI)

Baca Juga: 

Formula E Jakarta 2025 Siap Digelar, Ini Daftar Tim Partisipan

Serunya Formula E Tokyo 2025: Dominasi Nissan dan Teknologi Canggih di Lintasan Basah

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP 2026 Live Trans7, Lorenzo Dukung Bagnaia Jadi Juara Tanpa Pindah ke Marquez

17 Februari 2026

Harga Daihatsu Rocky 2026: SUV Kompak Berdaya Turbo

17 Februari 2026

Mio Kembali dengan Desain Klasik, Siapa Pabrikan di Baliknya?

17 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengapa Saldo Bisa Ditarik ke DANA?

17 Februari 2026

Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12: Dinamika Politik dan Ekonomi Orde Baru

17 Februari 2026

Polisi Konfirmasi Kecelakaan Maut di Desa Saenam Tewaskan Pelajar

17 Februari 2026

Ketua IDAI yang Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin

17 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?