Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
  • NasDem Belum Putuskan Pengganti RMS, Tobo: Darah PSI Sudah Mengalir
  • Iran Tanggapi Usulan Damai AS, Fokus Awal Berhentikan Perang
  • 5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026
  • Kejurnas Motoprix 2026 Bawa Semangat Baru Kompetisi Balap Motor Nasional
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Musim Terakhir, Neom McLaren Tancap Gas di Formula E Jakarta 2025
Otomotif

Musim Terakhir, Neom McLaren Tancap Gas di Formula E Jakarta 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Tim Neom McLaren Formula E bersiap tampil dalam putaran ke-11 Formula E yang akan berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Dalam penampilan terakhir mereka di ajang balap mobil listrik ini, McLaren menurunkan dua nama yang siap adu strategi dan stamina: Sam Bird dan Taylor Barnard.

Suasana antusias menyelimuti tim, tapi juga diliputi tantangan. Suhu tropis Jakarta bukan hal sepele bagi pembalap dan tim teknik. Sam Bird menyoroti pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas dan sirkuit yang menuntut presisi tinggi.

“Kami harus menjaga fisik dan tetap terhidrasi agar bisa tampil maksimal di tengah teriknya Jakarta,” ujar Sam Bird dalam sesi media.

Ban Adalah Kunci

Pembalap muda berbakat Taylor Barnard, yang baru menginjak usia 21 tahun, juga menyoroti tantangan unik dari regulasi ban Formula E. Ia menyebut manajemen ban menjadi strategi krusial karena hanya tersedia dua set ban per pembalap untuk seluruh rangkaian sesi—dari shakedown hingga race day.

“Kita harus mengatur pemakaian ban dengan sangat cermat. Kompon yang sama harus bisa bekerja di kondisi panas, hujan, atau transisi. Ini bukan hal mudah,” jelas Barnard.

Dengan hanya dua set ban dan aturan kompon serbaguna (all-weather), tim dipaksa untuk membaca kondisi trek dan cuaca dengan cermat. Barnard mengaku adaptasi menjadi kunci—bukan hanya untuk pembalap, tapi juga kru strategi dan insinyur ban.

Neom McLaren team Foto: OTO

Formula E dan Konsekuensi Regulasi Ramah Lingkungan

Formula E tidak hanya menghadirkan balap bersih tanpa emisi, tetapi juga regulasi yang mendukung keberlanjutan. Pembatasan jumlah ban per tim tiap pekan balap adalah bagian dari upaya menekan jejak karbon dan mengelola limbah ban secara bertanggung jawab.

Artinya, keputusan balapan tidak semata bergantung pada kecepatan, tapi juga efisiensi, strategi teknis, dan kemampuan adaptif—semua hal yang mendefinisikan DNA balap masa depan.

Pamit dari Formula E, Tapi Tak Tinggalkan Tekad Juara

Musim ke-11 jadi musim terakhir McLaren di Formula E. Tim telah mengonfirmasi bahwa mereka akan mengalihkan fokus penuh ke Formula 1, IndyCar, dan proyek hypercar untuk World Endurance Championship (WEC) yang dijadwalkan debut pada 2027.

Meski akan mengucapkan salam perpisahan dari balapan listrik satu ini, McLaren tidak datang untuk sekadar menuntaskan formalitas.

“Kami ingin menutup musim terakhir ini dengan pencapaian terbaik yang bisa kami berikan,” kata Sam Bird.

Konsistensi performa, efisiensi energi, dan penempatan strategi akan menjadi pondasi penting di Jakarta, terutama mengingat sirkuit jalan raya Ancol yang dikenal teknikal dan penuh kejutan. (HFD/ODI)

Baca Juga: 

Formula E Jakarta 2025 Siap Digelar, Ini Daftar Tim Partisipan

Serunya Formula E Tokyo 2025: Dominasi Nissan dan Teknologi Canggih di Lintasan Basah

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kejurnas Motoprix 2026 Bawa Semangat Baru Kompetisi Balap Motor Nasional

15 Mei 2026

5 Keunggulan Teknologi ADAS Jadi Standar Penting Mobil Modern

15 Mei 2026

Posisi enam Moto3, Veda Ega beri peringatan bagi lawan di Le Mans

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan

15 Mei 2026

20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

15 Mei 2026

Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum

15 Mei 2026

Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?