Muscab ke-4 PKB Kota Cirebon Berlangsung Dinamis dengan Target Ambisius
Musyawarah Cabang (Muscab) ke-4 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon berlangsung secara dinamis dan penuh semangat. Acara ini menjadi momen penting bagi partai untuk memperkuat konsolidasi dan merancang strategi politik di masa depan. Salah satu poin utama dalam Muscab kali ini adalah munculnya empat nama kandidat yang telah melalui proses penjaringan, serta penegasan target ambisius untuk merebut kursi Wali Kota dan meningkatkan jumlah kursi DPRD.
Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Saefurohman, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Muscab berjalan lancar dan khidmat. Ia menilai acara ini sebagai momentum penting untuk menyatukan kekuatan politik partai. “Alhamdulillah, tadi hari ini kita telah selesai Muscab, khidmat, lancar dan terlaksana dengan baik dari mulai pembukaan sampai dengan Pleno 1 sampai Pleno 5,” ujar Saefurohman usai kegiatan.
Selama lima tahun terakhir, PKB mencatatkan capaian yang signifikan. Mulai dari peningkatan jumlah kursi legislatif hingga keberhasilan memiliki Wakil Wali Kota. Capaian tersebut menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan politik di masa depan. “Capaian kinerja yang sudah diraih jelas, kursi dari 11.000 naik ke 15.000. Jumlah kursi dari 2 kursi naik ke 3 kursi. Eksekutif kita punya Wakil Wali Kota, legislatif punya fraksi sendiri utuh. Itu capaian selama 5 tahun,” tambahnya.
Salah satu poin krusial dalam Muscab kali ini adalah munculnya empat nama kandidat hasil penjaringan. Mereka akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu uji kelayakan dan kepatutan (UKK). Keempat nama tersebut antara lain Syaifurrohman, Hj. Siti Farida, Jajuli dari unsur PMII, serta Syahbat Abdul Wahid yang diusulkan peserta Muscab. “Hasil tadi Pleno ke-4 adalah hasil pemetaan penjaringan dari DPP, muncul tiga nama, ditambah satu usulan dari peserta Muscab. Jadi semuanya ada empat orang,” jelas Saefurohman.
Target ambisius PKB untuk Pemilu 2029 juga disampaikan dalam Muscab ini. Partai tersebut menetapkan target minimal 6 kursi di DPRD dan ingin memiliki Wali Kota. “Target ke depan adalah 6 kursi. Ridhallah, insyaallah PKB niat baik ingin menciptakan kader terbaiknya, mudah-mudahan bisa diridai di 6 kursi,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, PKB telah melakukan langkah strategis sejak dini. Salah satunya adalah rekrutmen bakal calon legislatif (caleg) awal. “PKB hari ini sudah mulai rekrutmen pencalegan dini. Dari dua bulan lalu sudah launching di Jawa Barat, dan di kota juga sudah terbentuk Lembaga Pemenangan Pemilu,” kata Saefurohman.
Selain itu, PKB juga membuka peluang bergabungnya tokoh dari luar partai untuk memperkuat barisan. “Saat ini sudah ada komunikasi dengan tokoh-tokoh dari partai lain, sekitar tiga orang, yang kemungkinan akan bergabung dengan PKB, namun akan diumumkan secara resmi di waktu mendatang,” tambahnya.
Refleksi Wakil Wali Kota Cirebon
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, turut menyampaikan refleksi atas pengabdiannya selama menjabat. Perempuan yang akrab disapa Rida itu menegaskan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar. “Amanah sebagai wakil wali kota akan dipertanggungjawabkan kepada partai, masyarakat dan di akhirat,” ucap Rida.
Ia juga mengakui, bahwa selama satu tahun menjabat, dirinya belum mampu sepenuhnya memenuhi seluruh aspirasi masyarakat. “Saya mengakui belum maksimal. Mohon dimaafkan apabila belum mampu secara maksimal mengakomodir semua aspirasi masyarakat,” jelas dia.
Menurut Rida, berbagai keterbatasan menjadi tantangan dalam menjalankan program pemerintahan. “Dalam dinamika pemerintahan, tidak semua ruang bisa direalisasikan karena efisiensi dan keterbatasan anggaran,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan komitmennya untuk tetap hadir bagi masyarakat dalam kondisi apa pun. “Ketika kewenangan terbatas maka pelayanan tidak boleh ikut terbatas,” ujarnya.
Rida menekankan bahwa politik harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar kontestasi kekuasaan. “Berpolitik bukan sekadar menang dan kalah, tapi berpolitik yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Cirebon,” ucap Rida.
Sebagai kader PKB, Rida menegaskan bahwa peduli umat dan melayani rakyat menjadi kompas langkahnya dalam menghadapi situasi politik. Ia juga menyampaikan bahwa bersama PKB, sejumlah program sosial telah dijalankan, mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), pemberdayaan UMKM, hingga kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Dengan munculnya empat nama kandidat dan target politik yang kian agresif, Muscab PKB Cirebon kali ini menjadi sinyal kuat bahwa partai tersebut tengah bersiap naik level dalam peta politik daerah. Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang matang, PKB berharap dapat menciptakan perubahan nyata di Kota Cirebon.



