Muhammadiyah Sleman Expo #1: Kekuatan Dakwah Berbasis Komunitas
Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE#1), yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman di Sleman City Hall (SCH) pada 9–11 Januari 2026, menjadi momen penting dalam penguatan dakwah berbasis komunitas. Acara ini menunjukkan bagaimana Muhammadiyah mampu mengadaptasi diri terhadap perubahan zaman sambil tetap memegang nilai-nilai dasar keislaman.
Puncak acara yang berlangsung pada hari Ahad (11/1/2026) menyajikan Gathering Komunitas yang dihadiri oleh ratusan pegiat komunitas Muhammadiyah. Hal ini mencerminkan wajah Muhammadiyah yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan masyarakat modern. Tiga komunitas utama—Runnersmu, Ambulanmu, dan Bikersmu—berperan sebagai representasi model dakwah yang terintegrasi dengan hobi, gaya hidup, serta layanan sosial. Keberadaan perwakilan pimpinan wilayah Muhammadiyah semakin memperkuat dukungan struktural terhadap pendekatan dakwah komunitas yang semakin relevan di tengah masyarakat urban.
Runnersmu: Dakwah Melalui Olahraga
Runnersmu, yang telah memasuki tahun ketiganya, berkembang sebagai ruang syiar melalui olahraga lari. Sekretaris Runnersmu Pusat, Afif, menyampaikan bahwa jumlah anggota kini telah melampaui 700 orang dan tersebar di berbagai daerah. Menurutnya, aktivitas olahraga yang dilakukan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
“Kami menjadikan lari sebagai medium dakwah. Nilai etika, kesopanan, dan penampilan sesuai syariat tetap kami jaga di ruang publik,” ujarnya.
Ambulanmu: Layanan Sosial yang Mendekati Masyarakat
Ambulanmu Sleman tampil sebagai salah satu komunitas layanan sosial yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Ketua Ambulanmu Sleman, Kang Darojat, mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, Ambulanmu Sleman telah mengoperasikan 24 unit armada dengan 19 titik layanan aktif di berbagai ranting, cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Rata-rata layanan mencapai sekitar 1.000 per bulan. Ambulanmu kami posisikan sebagai layanan sosial yang mudah diakses, khususnya bagi masyarakat dhuafa,” kata Darojat.
Ia menambahkan, Ambulanmu juga menjadi etalase utama peran Lazismu sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah, dengan mengedepankan standar pelayanan yang profesional dan berorientasi kemanusiaan.
Bikersmu: Dakwah yang Ringan dan Menyenangkan
Dari sektor otomotif, Bikersmu Sleman yang baru berdiri pada Juli 2025 menunjukkan perkembangan pesat. Dengan jumlah anggota sekitar 300 orang, Bikersmu Sleman kini tercatat sebagai komunitas Bikersmu terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perwakilan Bikersmu, P. Zainuddin, menjelaskan bahwa komunitas ini mengusung konsep “Dakwah Berbahagia”.
“Melaju Bersama Dakwah menjadi semangat kami. Kami ingin dakwah hadir secara ringan, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian,” ungkapnya.
Apresiasi dari Tokoh Muhammadiyah
Apresiasi atas capaian Muhammadiyah Sleman disampaikan Wakil Ketua PWM DIY bidang Lembaga Dakwah Komunitas, DR Ridwan Furqoni, MPI. Ia menyebut lahirnya Ambulanmu di DIY berawal dari inisiatif akar rumput di Sleman yang kemudian berkembang secara struktural.
“Dakwah komunitas kini menjadi program prioritas Muktamar. Ini adalah bentuk ijtihad Muhammadiyah dalam merespons tantangan zaman,” tegas Ridwan.
Kesimpulan
Melalui MSE#1, Muhammadiyah Sleman menegaskan keberhasilannya membangun ekosistem dakwah yang menyatu dengan aktivitas ekonomi, sosial, dan hobi. Dakwah pun tidak lagi terbatas pada mimbar, melainkan hadir di lintasan lari, jalan raya, hingga layanan kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat.



