Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 Juli 2026
Trending
  • 7 rekomendasi tabir surya lokal untuk kulit sensitif dan berjerawat
  • Sekolah Rakyat Takalar senilai Rp229 M ditarget rampung akhir Juli 2026, progres capai 85 persen
  • Jadwal MotoGP Jerman 2026 Live Trans7 Sabtu-Minggu Malam
  • Honda Vario Evo 160 Hadir di Jawa Barat
  • 5 Strategi Logistik Terbalik untuk Mengurangi Biaya Operasional Bisnis
  • Penasehat hukum pastikan pernyataan Sarwendah soal kata Cong bukan untuk Ruben Onsu
  • Diam-diam Mengandung Kekuatan, 10 Weton Ini Punya Energi Luar Biasa
  • Hasil AS vs Belgia: De Ketelaere Heboh, Setan Merah Hadapi Spanyol di Perempat Final
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Mengapa Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebabnya
Ragam

Mengapa Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Penyebabnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Mengapa Berat Badan Justru Naik Saat Puasa?

Puasa Ramadan sering kali menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mengalami kenaikan berat badan meski sedang menjalani puasa. Fenomena ini terjadi karena perubahan pola makan dan gaya hidup yang tidak terkendali selama bulan suci tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab Berat Badan Naik Saat Puasa

Berat badan bisa naik saat puasa karena beberapa faktor utama. Pertama, perubahan drastis dalam pola makan dan aktivitas fisik. Saat berbuka, banyak orang cenderung makan dalam porsi besar, terutama dengan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Selain itu, minum air putih yang kurang dan aktivitas fisik yang menurun juga memengaruhi asupan kalori harian. Tubuh menggunakan cadangan energi selama puasa, tetapi ketika kembali menerima asupan besar setiap malam, metabolisme bisa terganggu.

Selain itu, kebiasaan minum minuman manis dan kurang tidur juga memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan metabolisme. Akibatnya, kontrol nafsu makan menurun dan tubuh lebih mudah menyimpan energi dalam bentuk lemak.

Kebiasaan yang Memicu Kenaikan Berat Badan

Beberapa kebiasaan selama Ramadan justru memicu kenaikan berat badan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Balas dendam saat berbuka

    Setelah menahan lapar sepanjang hari, banyak orang ingin langsung makan dalam porsi besar. Padahal, perut yang kosong butuh adaptasi bertahap. Konsumsi gorengan dan takjil manis berlebihan juga menjadi pemicu utama lonjakan kalori. Gorengan tinggi lemak dan kalori, sedangkan takjil manis cepat menaikkan gula darah.

  • Terlalu banyak minuman manis

    Teh manis, sirup, es campur, hingga minuman kekinian sering jadi “menu wajib” berbuka. Masalahnya, kalori dari minuman manis sering tidak terasa. Kalori cair lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah besar karena tidak memberikan rasa kenyang yang signifikan. Akibatnya, kamu tetap makan dalam porsi normal atau bahkan berlebihan meski sudah minum minuman manis sebelumnya.

  • Jarang bergerak dan olahraga

    Banyak orang mengurangi aktivitas karena merasa lemas. Aktivitas fisik menurun drastis, bahkan lebih banyak duduk atau berbaring sepanjang hari. Padahal, tubuh tetap membutuhkan pergerakan untuk menjaga metabolisme tetap optimal. Ketika aktivitas berkurang, pembakaran kalori juga ikut menurun.

  • Kurang tidur

    Perubahan jadwal tidur selama Ramadan juga berpengaruh besar. Bangun sahur, ditambah kebiasaan begadang setelah tarawih atau scroll media sosial, membuat waktu tidur berkurang. Kurang tidur bisa mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Alhasil, nafsu makan meningkat, terutama keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

Cara Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa

Untuk menjaga berat badan tetap stabil selama Ramadan, penting untuk mengatur pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas istirahat. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Atur porsi berbuka

    Saat azan Magrib terdengar, rasanya memang ingin langsung makan banyak, tapi coba tahan sebentar. Awali dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau sup, lalu beri jeda sebelum makan utama. Isi piring dengan komposisi seimbang dan biasakan makan pelan supaya kamu sadar kapan sudah cukup kenyang.

  • Batasi gula dan gorengan

    Es manis, sirup, gorengan hangat, semuanya memang menggoda. Namun, kalau dikonsumsi setiap hari, kalorinya cepat menumpuk tanpa terasa. Coba batasi frekuensinya dan jadikan sebagai sesekali saja, bukan menu wajib harian. Kamu bisa ganti dengan buah segar atau camilan yang lebih ringan supaya tetap bisa menikmati momen berbuka tanpa bikin timbangan naik.

  • Pilih menu sahur tinggi protein dan serat

    Sahur sebaiknya mengandung protein seperti telur, ayam, ikan, atau yoghurt, serta serat dari sayur dan buah rendah gula. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau ubi juga membantu energi lebih stabil. Dengan menu seperti ini, kamu tidak mudah lapar dan tidak tergoda makan berlebihan saat berbuka.

  • Tetap olahraga ringan

    Merasa lemas saat puasa itu wajar, tapi bukan berarti berhenti bergerak sama sekali. Aktivitas ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga tetap penting untuk menjaga metabolisme. Kamu bisa melakukannya setelah berbuka atau menjelang Magrib dengan intensitas ringan.

  • Jaga kualitas tidur

    Kurang tidur bisa meningkatkan nafsu makan dan membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak. Atur waktu istirahat agar tetap cukup meski harus bangun sahur, dan hindari begadang berlebihan. Tidur yang berkualitas membantu mengontrol hormon lapar dan menjaga berat badan tetap stabil.

Dengan pola makan seimbang dan rutinitas terkontrol, kamu tetap bisa menjalani Ramadan tanpa khawatir timbangan naik. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP Jerman 2026 Live Trans7 Sabtu-Minggu Malam

10 Juli 2026

5 jenis pria setia berdasarkan MBTI, wajib diketahui!

10 Juli 2026

7 rekomendasi tabir surya lokal untuk kulit sensitif dan berjerawat

10 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 rekomendasi tabir surya lokal untuk kulit sensitif dan berjerawat

10 Juli 2026

Sekolah Rakyat Takalar senilai Rp229 M ditarget rampung akhir Juli 2026, progres capai 85 persen

10 Juli 2026

Jadwal MotoGP Jerman 2026 Live Trans7 Sabtu-Minggu Malam

10 Juli 2026

Honda Vario Evo 160 Hadir di Jawa Barat

10 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?