Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 4 April 2026
Trending
  • Ramalan Zodiak Selasa 31 Maret 2026: Taurus Temukan Jalan Baru, Virgo Siap Berpaling dari Masa Lalu
  • Melampaui Labuan Bajo: 6 Rahasia NTT yang Harus Kamu Kunjungi
  • Hasil Final Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026, Rekor Baru John Herdman
  • Harta Kekayaan Tiga Anggota DPRD Pangkalpinang Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Perdin
  • Kematian Gita Fitri di Kepahiang: 14 Adegan Rekonstruksi Mencengangkan
  • Motor listrik mulai menarik petualang, United RX6000 target segmen dual-purpose
  • Lazada Melonjak 3,5 Kali Lipat Selama Ramadan, Fashion hingga Mobil Laku Keras
  • Bunga Termahal di Dunia, Harga yang Mengagumkan!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Mantan Pelatih Real Madrid Bicara Soal Peran Ayah, Zidane: Harta Bukan Alasan Manjakan Anak
Olahraga

Mantan Pelatih Real Madrid Bicara Soal Peran Ayah, Zidane: Harta Bukan Alasan Manjakan Anak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan Zinedine Zidane di Rumah: Kekhawatiran Seorang Ayah

Di lapangan, Zinedine Zidane dikenal sebagai sosok yang penuh kejayaan dan ketenangan. Namun, di rumah, perannya justru berbeda. Ia menjadi seorang ayah yang memiliki kekhawatiran utama: anak-anaknya tumbuh tanpa nilai-nilai yang kuat.

Meski hidup dalam kemewahan, Zidane dan istrinya, Véronique, sepakat untuk tidak membiarkan harta membentuk karakter keempat putra mereka. Mantan pemain dan pelatih Real Madrid ini menyadari bahwa lahir dalam keluarga berada bukanlah jaminan seseorang akan tetap rendah hati.

Dalam biografi yang ditulis oleh jurnalis Prancis, Frederic Hermel, terungkap kekhawatiran Zidane sejak dua dekade lalu. Ia mengatakan:

“Anak-anak saya tidak memiliki kehidupan seperti orang lain. Saya takut mereka akan menjadi orang-orang bodoh. Itulah yang paling saya takuti.”

Ia juga menambahkan:

“Saya tidak ingin kemewahan, semua yang saya wakili, semua yang terjadi di sekitar saya menyesatkan mereka. Saya ingin mereka menjadi orang baik.”

Pernyataan ini diungkapkan kepada Hermel dalam buku yang terbit pada 2019, saat ia masih melatih Real Madrid.

Tidak Berlebihan, Meski Mampu

Dengan penghasilan yang pernah mencapai sekitar 20 juta euro per tahun, Zidane sebenarnya bisa saja memberikan apa pun yang diinginkan anak-anaknya. Tapi justru di situlah ia menarik garis tegas.

Hermel menanyakan bagaimana metode mereka agar anak-anak tidak tumbuh manja. Jawabannya sederhana namun penuh makna.

“Saya menghindari berlebihan. Kondisi hidup mereka, rumah yang luar biasa dengan kolam renang itu, sudah cukup baik. Perjalanan-perjalanan yang menyenangkan… itu sudah merupakan hadiah yang luar biasa!”

“Jadi saat Natal, ulang tahun, bersama Véronique, kami melakukan hal-hal yang paling minimal. Ini bukan tentang memanjakan mereka,” akunya.

Zidane tidak pernah mencoba memenuhi setiap keinginan. Ia memberikan pendidikan terbaik dan kebutuhan yang layak, tetapi tanpa melampaui batas. Prinsipnya jelas: kenyamanan boleh ada, tapi karakter harus tetap dijaga.

Warisan Nilai dari Orang Tua

Pendekatan Zidane dalam mendidik anak ternyata tak lepas dari cara ia sendiri dibesarkan oleh orang tuanya, Smaïl dan Malika. Kerendahan hati dan rasa hormat menjadi fondasi utama dalam keluarga tersebut.

Hermel menulis bahwa bagi Zidane, membiarkan kemewahan menghapus nilai-nilai itu sama saja dengan menghina didikan orang tuanya sendiri. Uang boleh banyak, tetapi prinsip hidup tak boleh berubah.

Etos Kerja di Atas Segalanya

Bagi Zidane, mimpi buruk terbesar bukanlah kalah di final atau kehilangan gelar. Ia justru tak tahan membayangkan anak-anaknya tumbuh malas dan hanya hidup dari warisan.

Ia menanamkan etos kerja yang kuat, bahkan dalam detail keseharian. Aturan rumah tangga dibuat jelas dan konsisten.

“Memang hanya detail kecil, tetapi itu sangat berarti: minum teh sore dilakukan di dapur, bukan di ruang tamu di depan televisi, dan semua orang harus membersihkan meja. Pembantu rumah tangga memastikan kenyamanan semua orang, tetapi dia bukan pelayan anak-anak,”

Detail kecil itu mencerminkan pesan besar: tidak ada yang terlalu istimewa untuk belajar tanggung jawab.

Kesuksesan yang Bukan Hanya Trofi

Pada akhirnya, kesuksesan Zidane mungkin tidak hanya diukur dari trofi Liga Champions atau gelar juara dunia. Dalam banyak hal, keberhasilannya membesarkan anak-anak dengan nilai kerja keras dan kerendahan hati bisa jadi pencapaian yang jauh lebih bermakna.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hasil Final Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026, Rekor Baru John Herdman

4 April 2026

Reaksi mengejutkan suporter timnas Indonesia usai Jay Cs kalahkan Bulgaria

4 April 2026

Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman

4 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Selasa 31 Maret 2026: Taurus Temukan Jalan Baru, Virgo Siap Berpaling dari Masa Lalu

4 April 2026

Melampaui Labuan Bajo: 6 Rahasia NTT yang Harus Kamu Kunjungi

4 April 2026

Hasil Final Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026, Rekor Baru John Herdman

4 April 2026

Harta Kekayaan Tiga Anggota DPRD Pangkalpinang Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Perdin

4 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?