Wisata Mandi Uap Ala Kuda di Desa Panembangan Banyumas
Mandi uap ala kuda yang berada di Desa Panembangan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini menjadi destinasi wisata yang diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai dari generasi Z hingga orang dewasa, banyak yang mencoba pengalaman unik ini dan merasakan manfaatnya secara langsung.
Sensasi Mandi Uap dengan Rempah-Rempah
Salah satu pengunjung setia, Mutia (19), mengaku ketagihan dengan sensasi mandi uap ala kuda. Ia datang ke pemandian Desa Panembangan untuk yang keempat kalinya. Awalnya, ia hanya datang karena ajakan teman, tetapi setelah mencoba, ia merasa tubuh lebih segar dan tidur lebih nyenyak.
Mutia menjelaskan bahwa saat mandi uap, ia harus melakukan gerakan atau olahraga ringan. Setiap kali selesai mandi, ia merasa lebih segar dan bisa tidur nyenyak. Bahkan, ia mengatakan bahwa rasa sakit di bahunya sebelah kiri telah hilang setelah beberapa kali mencoba mandi uap.
Manfaat Kesehatan yang Terbukti
Yulia (37) juga merasakan manfaat dari mandi uap ala kuda. Ia mengatakan bahwa jerawatnya mulai menghilang dan berat badannya turun 2 kilogram. Menurut Yulia, efek panas dari uap membuat keringat keluar dan membantu menurunkan berat badan.
Selain itu, Yulia menyukai aroma rempah-rempah yang digunakan dalam uap. Baunya harum dan menyegarkan, sehingga membuat pikiran menjadi rileks. Ia juga merasa kulitnya terasa lebih halus setelah mandi uap.
Awal Mula Usaha Mandi Uap Ala Kuda
Pemilik usaha mandi uap ala kuda, Hj Lilih Setyawati, mengatakan bahwa usaha ini dimulai pada tahun 2013 di Indramayu, Jawa Barat. Pada tahun 2021, ia membuka cabang di kampung halamannya, Desa Panembangan.
Lilih mengatakan bahwa awalnya, usaha ini dirancang untuk kuda. Metode mandi uap ini awalnya diterapkan kepada kuda balap milik seorang pak haji di Kebumen. Setelah kuda-kuda tersebut sembuh dari masuk angin, metode ini kemudian dicoba pada manusia dan ternyata memberikan hasil yang baik.
Bahan-Bahan Rahasia dan Proses Mandi Uap
Lilih menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan uap terdiri dari 11 rempah-rempah rahasia. Selain itu, selama proses mandi uap, pengunjung harus terus bergerak agar efek uap dapat dirasakan secara optimal.
Menurut Lilih, kata “ala kuda” bukan sekadar nama untuk menarik perhatian, tetapi benar-benar berkaitan dengan metode yang awalnya diterapkan kepada kuda. Gerakan yang dilakukan selama mandi uap mirip dengan aktivitas kuda, sehingga memberikan efek relaksasi dan penyembuhan.
Layanan Pijat Sebelum Mandi Uap
Sebelum memasuki ruangan mandi uap, pengunjung akan diberikan layanan pijat di bagian bahu dan kepala untuk membuka saraf. Setelah itu, mereka dipersilakan masuk ke kamar mandi uap. Setiap kamar hanya digunakan untuk satu orang.
Di dalam ruangan, pengunjung akan mandi menggunakan uap yang berasal dari rempah-rempah. Lilih menekankan bahwa pengunjung harus terus bergerak dan tidak boleh diam saja agar kesegaran uap bisa dirasakan.
Jadwal Operasional dan Pengunjung Beragam
Tempat mandi uap ala kuda ini buka setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Hari Senin dan Jumat adalah hari libur.
Lilih mengatakan bahwa pengunjung yang datang sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Beberapa di antaranya bahkan membawa bayi bersama orang tuanya. Tidak ada tarif yang ditetapkan, sehingga semua kalangan bisa menikmati layanan ini.



