Pengalaman Menginap di Damar Valley Glamping
Damar Valley Glamping menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi berbeda saat berada di kawasan pegunungan Wonosobo. Terletak di Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, penginapan ini menawarkan suasana alam yang tenang dan pemandangan yang menakjubkan.
Bangunan glamping ini terinspirasi dari Iglo, rumah suku Eskimo di Kutub Utara. Namun, desain tersebut telah disesuaikan dengan kondisi tropis Indonesia menggunakan bahan-bahan khusus sehingga tetap nyaman untuk ditempati. Dari kejauhan, deretan tenda dome berwarna putih tampak berjejer di area perbukitan dengan latar pegunungan Wonosobo. Di beberapa sudut kawasan, kebun stroberi juga tengah ditata sebagai tambahan daya tarik wisata alam bagi pengunjung.
Konsep Unik dan Fasilitas Modern
Penginapan ini beroperasi sejak Juni 2025 dan menyasar wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang dengan fasilitas modern di tengah alam terbuka. Nama Damar sendiri diambil dari filosofi pohon damar yang identik sebagai sumber penerangan tradisional. “Selain terletak di Desa Damarkasiyan, pohon damar itu kan getahnya bisa jadi bahan bakar lentera, harapannya bisa jadi sumber daya yang bisa terus menerangi,” ujar Khayah, pegawai pengelola Damar Valley Glamping.
Tidak hanya itu, nama-nama kamar di glamping ini juga menggunakan nama rasi bintang untuk memperkuat nuansa alam dan menghadirkan pengalaman menginap yang berbeda bagi para pengunjung. “Kami mengadaptasi dari suku Eskimo, suku khas Kutub Utara yang rumahnya pakai es bulat itu,” kata Khayah.
Pemandangan Alam yang Menakjubkan
Selain area penginapan, Damar Valley Glamping juga memiliki kawasan lapang terbuka yang langsung menghadap panorama pegunungan dan hamparan alam Wonosobo. Area lapang tersebut menjadi ruang favorit pengunjung untuk bersantai, menikmati udara pegunungan, hingga berkumpul bersama keluarga maupun teman saat malam hari.
Di area tersebut, pengunjung dapat menikmati suasana alam terbuka dengan hamparan rumput hijau dan lanskap pegunungan yang terlihat jelas saat cuaca cerah. Suasana semakin menarik ketika sore menjelang malam karena pengunjung bisa menyaksikan perubahan panorama dari langit senja menuju gemerlap city light di kejauhan. Dari kawasan glamping ini, wisatawan dapat melihat Gunung Kembang, Sindoro, dan Sumbing. Bahkan ketika cuaca sangat cerah, sejumlah titik pegunungan lain juga terlihat dari area glamping, mulai dari Waduk Wadaslintang hingga Gunung Slamet.
Berbagai Pilihan Tipe Kamar
Damar Valley Glamping menyediakan total 26 kamar yang terdiri dari tipe standar, superior, deluxe, junior suite, hingga suite. Untuk tipe standar, fasilitas yang tersedia berupa kamar berukuran sekitar tiga meter, kipas angin, kopi dan teh, serta sarapan untuk dua orang. Sementara, tipe di atasnya, sudah dilengkapi televisi, AC, dan kamar mandi privat.
“Iya, untuk semua unitnya kita difasilitasi dengan water heater,” ujar Khayah. Pengelola juga memanfaatkan teknologi solar cell untuk sistem pemanas air di beberapa unit kamar. Energi panas matahari dipusatkan lalu dialirkan ke masing-masing kamar. Pengunjung dapat menikmati pengalaman glamping dengan tarif mulai Rp400 ribu per malam yang sudah termasuk sarapan untuk dua orang.
Selain penginapan, Damar Valley Glamping juga menyediakan sejumlah fasilitas tambahan seperti kebun stroberi, tanaman endemik sayuran, hingga area hijau dengan berbagai vegetasi khas pegunungan. Pengunjung juga dapat menyewa sepeda listrik dan bemo listrik untuk berkeliling kawasan wisata. Tempat wisata ini beroperasi selama 24 jam termasuk pada hari libur dan tanggal merah. Mayoritas pengunjung yang datang berasal dari luar kota, semisal Jakarta, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya, yang mencari suasana tenang di kawasan pegunungan Wonosobo.



