Persebaya Surabaya Siap Hadapi Persik Kediri dengan Kondisi yang Masih Memerlukan Evaluasi
Persebaya Surabaya mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan pekan ke-34 Super League 2025/26 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026). Meski baru saja meraih kemenangan telak 0-7 atas Semen Padang FC, tim asuhan Bernardo Tavares masih menghadapi tantangan terkait kondisi beberapa pemain yang belum sepenuhnya fit.
Setelah menikmati masa istirahat singkat setelah kemenangan besar tersebut, skuad Green Force langsung kembali menjalani latihan di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (20/5/2026). Intensitas latihan ditingkatkan agar tim dapat berada dalam kondisi terbaik pada laga terakhir musim ini.
Kondisi Pemain Jadi Fokus Utama
Masalah kebugaran pemain menjadi perhatian serius bagi pelatih Persebaya Surabaya. Karena duel melawan Persik Kediri merupakan kesempatan terakhir untuk menutup musim dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri, staf pelatih harus memantau secara detail kondisi para pemain selama sesi latihan.
Koordinasi dengan departemen medis juga terus dilakukan untuk menentukan siapa saja yang siap tampil sejak menit awal. Meski tidak menyebutkan nama pemain yang bermasalah, Tavares memastikan bahwa keputusan akhir akan diambil berdasarkan kondisi terkini para pemain. Dia tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan pemain yang belum benar-benar pulih.
Persik Kediri Bukan Lawan Mudah
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa Persik Kediri bukan lawan yang mudah dikalahkan meski Persebaya bermain di kandang sendiri. Ia bahkan secara khusus menyoroti kekuatan Macan Putih dalam membangun serangan.
“Mereka adalah tim yang bagus. Mereka memiliki kualitas dalam situasi crossing, transisi menyerang, dan juga penempatan posisi yang baik. Selain itu, mereka punya pemain-pemain berbahaya di lini depan maupun tengah,” jelasnya.
Menurut Tavares, kualitas Persik Kediri membuat Persebaya Surabaya harus tampil disiplin sepanjang pertandingan. Sedikit kelengahan bisa dimanfaatkan lawan untuk menciptakan peluang berbahaya di area pertahanan. Ia juga meminta para pemain Green Force tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi, terutama saat menghadapi situasi transisi cepat yang menjadi salah satu kekuatan utama Persik musim ini.
Laga Terakhir Musim Punya Makna Khusus
Bagi Bernardo Tavares, pertandingan melawan Persik Kediri bukan sekadar laga penutup kompetisi. Ia menilai pertandingan terakhir musim selalu meninggalkan kesan yang akan diingat pemain maupun suporter hingga musim baru dimulai.
Karena itu, ia meminta seluruh pemain menunjukkan performa terbaik sejak sesi latihan hingga pertandingan nanti. Tavares ingin Green Force menutup musim dengan hasil yang bisa membanggakan pendukung setia mereka.
Kemenangan Besar Tak Boleh Bikin Jemawa
Kemenangan besar 0-7 atas Semen Padang FC pada pekan sebelumnya menjadi modal positif bagi Persebaya Surabaya. Namun, Bernardo Tavares tidak ingin hasil fantastis tersebut membuat mental pemain berubah terlalu percaya diri.
Pelatih berusia 46 tahun itu langsung mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan euforia kemenangan besar di Padang. Menurutnya, setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda dan tidak bisa dibandingkan begitu saja.
“Saya juga mengingatkan pemain untuk tidak terlena dengan kemenangan besar sebelumnya. Kami tidak boleh berpikir pertandingan melawan Persik akan berjalan sama mudahnya. Jika mulai berpikir seperti itu, kami sebenarnya sudah mulai kalah sebelum pertandingan dimulai,” tegasnya.
Pernyataan itu menunjukkan Tavares ingin menjaga mental kompetitif pemain hingga laga terakhir musim ini. Ia tidak ingin skuad Green Force kehilangan fokus hanya karena baru saja meraih kemenangan telak.
Duel Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri dipastikan menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian pecinta sepak bola nasional akhir pekan ini. Selain menjadi penutup musim, laga tersebut juga menjadi kesempatan Green Force memberikan hadiah manis untuk Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo.



